Ribuan Masyarakat Saksikan Robo-Robo Kuala Mempawah

Ribuan Masyarakat Saksikan Robo-Robo Kuala Mempawah

  Kamis, 10 December 2015 09:31
MERAPAT : Kapal rombongan raja Mempawah merapat ke dermaga Kuala usai pelaksanaan ritual di muara sungai Mempawah. Gambar lain, makan bersama usai acara dan Bupati Mempawah, Wakil Bupati, Raja Mempawah, Dirjen Kebudayaan memukul tar pertanda robo-robo dimulai. FOTO-FOTO: WAHYU IZMIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Puncak event wisata robo-robo 2015 yang dipusatkan di Komplek Pelabuhan Perikanan Kuala Mempawah berlangsung semarak dan meriah, Rabu (9/12) sekitar pukul 10.00 pagi. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan prosesi ritual adat buang-buang di muara sungai Kuala yang dipimpin Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim.

Prosesi ritual adat buang-buang di muara sungai kuala dimulai ketika rombongan Raja Mempawah tiba dengan menggunakan perahu kerajaan. Diiringi dengan puluhan perahu-perahu milik masyarakat yang dihiasi dengan beragam pernak-pernik membuat suasana perayaan event tahunan itu semakin meriah. Usai memimpin prosesi ritual buang-buang, Raja Mempawah didampingi istri, Ratu Kencana Wangsa Arini Maryam beserta pasukan Laskar Opu tiba didermaga Pelabuhan Perikanan Kuala Mempawah  dan menuju ke tempat acara. Rombongan raja disambut para pejabat daerah dan tamu undangan termasuk para raja se-nusantara maupun luar negeri  seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura dan lainnya.

“Kali ini, saya tidak hanya ditemani pasukan Laskar Mempawah, melainkan juga dari lembaga adat punggur besar, punggur kecil dan lainnya. Mereka ini telah membentuk lembaga adat,” terang Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim dalam sambutannya.

Mardan menilai, keberadaan lembaga adat bukan untuk memecah belah persatuan dan keharmonisan masyarakat. Melainkan sebagai wadah pemersatu bagi seluruh  kalangan masyarakat dari berbagai suku dan agama.“Semoga nanti ada lembaga adat di Mempawah, Kuala dan lainnya. Keberadaan lembaga adat ini berkaitan dengan kampung budaya. Makanya kami berharap kepada DPRD Mempawah agar segera merampungkan Perda Kampung Budaya di Mempawah,” harapnya.

Untuk itu, Raja mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah dan seluruh stakeholder masyarakat agar bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian budaya di Kabupaten Mempawah.“Mudah-mudahan ke depan, event budaya robo-robo ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan menjadi event nasional. Agar, kebudayaan yang ada di masyarakat Mempawah semakin berkembang dan dikenal secara luas,” tuturnya.
Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Prof Kacung Marijan,
M.Phd mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga dan memelihara warisan budaya yang dimiliki secara turun temurun. Dia pun merasa tersanjung mendapatkan gelar kehormatan dari Kerajaan Amantubillah Mempawah yang menitahnya sebagai Pangeran Nata Budaya. “Penghargaan yang setingginya atas gelar yang diberikan kepada saya. Semoga gelar ini semakin memberikan kekuatan kepada kami untuk menata
kebudayaan yang ada di Indonesia. Agar menjadi kebudayaan yang luar biasa, tidak hanya bermanfaat untuk nusantara melainkan dunia,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Bupati Mempawah, Ria Norsan menerangkan event budaya robo-robo sebagai napak tilas kedatangan Raja Mempawah, Opu Daeng Menambon beserta istri Putri Kesumba dan rombongan pertama kali tiba di Mempawah yang masuk melalui jalur muara sungai Kuala.
“Di Kabupaten Mempawah, perayaan adat budaya masyarakatnya bias terbilang lengkap. Masyarakat melayu memiliki robo-robo, masyarakat Tionghoa dengan Cap Go Meh, masyarakat Jawa ada sedekah bumi,
masyarakat Madura ada karapan sapi serta Dayak dengan Naek Dango,” papar Norsan.
Terhadap pengembangan dan pelestarian nilai budaya itu, lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan dukungan penuh dengan mengalokasikan anggaran di APBD. Sehingga, pelaksanaan kegiatan budaya bisa berjalan dengan baik dan lancar sebagaimana mestinya. “Yang paling penting dari pelestarian budaya ini, agar anak cucu kita mengenal sejarah dan adat budaya kampung halamannya. Sehingga,
generasi muda ini bisa terus melestarikan nilai-nilai sejarah yang sudah turun temurun di masyarakat,” ujarnya. Selanjutnya, Norsan mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah mendapatkan tawaran menarik dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI
untuk mengembangkan pelestarian kebudayaan di masyarakat. Yakni dengan menggelar festival raja se-nusantara di Mempawah. “Insha Allah, nanti  festival raja se-nusantara ini akan kita satukan dengan event budaya robo-robo. Sehingga, seluruh raja di nusantara
bisa berkumpul di Kota Mempawah untuk memperkenalkan adat budayanya kepada masyarakat,” tukasnya.
Pada puncak perayaan robo-robo tersebut, Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim menitahkan gelar kerajaan pada dua pejabat yakni Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Prof Kacung Marijan, M.P.Hd dengan gelar Pangeran Nata Budaya dan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Samarinda, Drs I Made Kusumajaya, M.Si dengan gelar Datok Sri Petinggi.
Terakhir, puncak event budaya robo-robo 2015 ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional tar oleh Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim, Staf Ahli Bidang Kemasyarakat Pemprov Kalbar, Yusri Jainuddin, Bupati, Ria Norsan dan Wakil Bupati, Gusti Ramlana.(wah)

 

Berita Terkait