Ribuan Jamaah Umrah Terancam Batal ke Tanah Suci

Ribuan Jamaah Umrah Terancam Batal ke Tanah Suci

  Kamis, 7 April 2016 15:39
Ilustrasi. Dok JawaPos.com

Berita Terkait

Permasalahan jamaah umrah gagal berangkat untuk sementara terselesaikan. Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa keterlambatan pengurusan visa umrah sudah teratasi. Stiker umrah kini sudah tercetak dan siap dibagikan kepada calon jamaah.

Menteru Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, kementeriannya sudah berkoordinasi dengan Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Dari hasil koordinasi itu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa mulai Selasa (5/4) malam lalu stiker visa umrah sudah tiba di Jakarta. ’’Sehingga penerbitan visa umrah bisa kembali normal,’’ katanya, kemarin (6/4).

Menurut Lukman, dalam penyelenggaraan umrah Kemenag sudah mengeluarkan program Lima Pasti Umrah. Program ini dikeluarkan untuk menjamin kelancaran jamaah dalam berumrah. Kelima unsurnya adalah pasti travelnya berizin, pasti jadwalnya, pasti terbangnya, pasti hotelnya, dan pasti visanya.

Menurut Lukman dalam kegiatan umrah posisi Kemenag adalah sebagai pegawas dan regulator. Dia menjelaskan untuk kelanjutan pemberangkatan jamaah umrah yang siap tertunda, harus segera diatasi oleh masing-masing travel.

Lukman berharap travel untuk berkoordinasi dengan kedutaan maupun pihak maskpai dan hotel. ’’Jangan sampai jamaah umrah dirugikan,’’ katanya.

Pada prinsipnya, lanjut Lukman, permasalahan gagal terbang rombongan jamaah umrah kali ini tidak ada unsur penipuan atau kejahatan lainnya. Murni karena visa umrah belum keluar. Ketika visa itu sudah keluar dan jadwal penerbangannya sudah lancar, jamaah dipastikan bisa berangkat.

Anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Muhammad Rocky Masyhur menuturkan, meski visa umrah sudah di tangan, jamaah belum tentu jamaah bisa langsung diterbangkan ke Saudi.

’’Pasti harus menunggu beberapa hari dulu. Tetapi syukur-syukur bisa cepat terbang,’’ katanya.

Menurut Rocky, pemberangkatan ulang para jamaah umrah ini tentu terkait erat dengan keberadaan seat pesawat. Misalnya jamaah harusnya terbang Senin lalu tetapi tertunda.

Kemudian Kamis hari ini (7/4) mereka sudah memegang visa haji, tentu belum tentu terbang juga. Sebab, apakah ada seat penerbangan ke Saudi yang tersedia hari ini.

Dia berharap travel tetap memberangkatkan jamaahnya meskipun mendapatkan seat lebih sedikit dibanding total rombongannya. Misalnya travel A memiliki rombongan umrah 50 orang.

Tetapi untuk sementara baru ada 30 seat yang tersedia. Sebaiknya jamaah tetap diterbangkan dengan jumlah seat yang tersedia itu. ’’Tentu dengan pertimbangan muhrim,’’ katanya.

Aslamiyah, seorang calon jamaah umrah asal Cikupa yang gagal terbang awal pekan lalu. Dia beserta rombongan yang lain sudah berada di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Senin malam. ’’Setelah sempat menginap di hotel, saya pulang ke rumah,’’ katanya. Aslamiyah mendapatkan informasi dia baru diterbangkan ke Arab Saudi tanggal 11 April nanti.

Dia berharap tidak ada lagi kasus penundaan. Dia mengaku sempat kecewa. Sebab dia sudah pamitan dengan seluruh keluarga besarnya. Bahkan banyak anggota keluarganya ikut mengantarkan ke Bandara Senin lalu (4/4).

Sementara itu, kasus jamaah gagal terbang memicu reaksi Forum Perkumpulan Penyelenggara Umrah dan Haji (FPPUH) Jatim. Ketua FPPUH Jatim Muhammad Farid menuding pemerintah RI lemah dalam berdiplomasi dengan Saudi.

Hal itu mengakibatkan banyak calon jamaah yang belum mendapat visa. Kelangkaan maupun habisnya stok stiker visa umrah tidak perlu terjadi saat ini.

Farid meyakini, periode Maret-April 2016 belum termasuk peak season. ''Saya barusan pulang dari Saudi dapat melihat suasana di sana sekarang masih medium season atau malah low season,'' terang Farid saat dihubungi tadi malam.

Mantan Bupati Lamongan itu mengibaratkan alasan kehabisan stok stiker visa seperti kejadian Satpas atau Samsat kehabisan material BPKB maupun STNK.

Bagaimana manajemen internal instansi tersebut gagal menjaga ketersediaan dokumen administrasi. Begitu pula dengan kelangkaan stiker visa cenderung kurang beralasan. Pihak kementerian luar negeri negara itu mestinya dapat menjaga ketersediaan stiker visa. 

''Masa peak season biasanya mendekati Ramadan sampai Lebaran mendatang. Saya minta pemerintah jangan membebankan masalah itu ke kami,'' harap pemilik biro perjalanan ibadah Tourindo itu.

Pihak provider pun juga tidak bisa berbuat banyak jika pemerintah RI tidak menekan Kedutaan Arab Saudi di Jakarta melalui Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.(wan/sep/agm/JPG)

Berita Terkait