Rezeki Setahun Sekali, Jadi Menu Ciak Toa Kai

Rezeki Setahun Sekali, Jadi Menu Ciak Toa Kai

  Senin, 8 February 2016 09:40
AYAM: Masyarakat Tionghoa berburu ayam kampung di pasar Sungai Pinyuh. Untuk konsumsi sendiri menjelang ciak toa kai bersama keluarga.

Berita Terkait

Perayaan imlek menjadi berkah bagi para pedagang. Salah satunya pedagang ayam kampung di Pasar Sungai Pinyuh. Mereka mengaku omset penjualan meningkat dibandingkan hari biasanya. Harga ayam kampung pun dibanderol mencapai Rp 90 ribu per ekor.

“Setiap perayaan imlek, konsumsi masyarakat tionghoa terhadap ayam kampung cukup tinggi. Makanya bagi pedagang seperti kami ini, momentum imlek sangat ditunggu-tunggu setiap tahunnya,” aku If, seorang pedagang ayam kampung di Pasar Sungai Pinyuh, Minggu (7/2) pagi.

If mengungkapkan, omset penjualan ayam kampung menjelang perayaan imlek mengalami peningkatan yang cukup besar. Dibandingkan hari normal biasanya, dia hanya mampu menjual belasan ekor ayam kampung.

“Sedangkan ketika imlek seperti sekarang ini, setiap hari bisa menjual 30-40 ekor ayam kampung. Kami pun setiap hari harus berkeliling mencari  stok ayam kampung sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap ayam kampung, imbuh dia menyebabkan harga jual ayam pun mengalami kenaikan drastis. Harga jual naik hingga hampir seratus persen dibandingkan hari normal biasanya.

“Pada hari normal harganya Rp 50 ribu perekor. Sedangkan menjelang imlek ini harganya bisa mencapai Rp 85-90 ribu perekor. Untuk berat ayam yang paling banyak dicari berkisar 1-1,5 kilogram,” paparnya.

Terkait ketersediaan ayam kampung, dirinya mengaku bukan persoalan yang sulit. Biasanya dia berkeliling dibeberapa daerah di Kecamatan Sungai Pinyuh untuk membeli ayam kampung dari para peternak.

“Kita juga harus pintar-pintar bernegosiasi dengan peternak untuk mendapatkan harga yang cocok. Karena, pada saat ini peternak juga menaikan harga jual ayam kampung. Makanya, harga jual dipasaran cukup tinggi karena modal membeli ayam tersebut juga besar,” bebernya.

Bukan hanya ayam kampung, pada momentum perayaan imlek masyarakat tionghoa juga berburu bebek. Kedua jenis unggas ini paling banyak dicari masyarakat tionghoa untuk konsumsinya.

“Biasanya pada imlek, ayam kampung dan bebek ini untuk konsumsi. Sedangkan pada momentum Cap Go Meh, ayam kampung kerap dipakai untuk pelengkap ritual masyarakat  Tionghoa,” terangnya. Di luar dari ayam kampong tadi, memang ada beberapa sajian wajib Imlek Saat kumpul keluarga dan ciak toa kai ada 10 makanan ‘’wajib’’.

Siu Mi

Makanan itu adalah Siu Mi (Mi Panjang). Siu mie menjadi simbol panjang umur, kebahagiaan, dan rejeki yang melimpah. Menyantapnya haruslah dimakan secara utuh hingga ujung terakhir mie.

Ayam, ikan, dan babi

Daging ayam, ikan, dan babi merupakan hidangan khas, melambangkan memiliki sifat ketiganya. Babi pemalas dan ayam serakah. Dan ikan ikan menjadi lambang rejeki dan keberuntungan.

Teh Telur

Teh telur (tea leaf egg) adalah Telur direbus hingga setengah matang, lalu cangkangnya diretakkan. Hehingga teh yang telah dicampur kecap asin merembes masuk ke dalam telur.

Yusheng

Yusheng atau yee sang adalah salad ikan segar yang ditambah irisan sayuran segar seperti lobak dan wortel. Tradisi mengaduk yusheng dan mengangkatnya tinggi-tinggi disebut lo hei.

Jiaozi

Jiaozi juga dikenal sebagai Kuo Tie. Pangsit diisi daging babi, sayuran, dan udang cincang.

Kue keranjang

Kue keranjang (Nian Gao) terbuat dari tepung ketan dan gula merah memiliki rasa manis dengan tekstur lengket.

Lapis Legit

Kue lapis legit menjadi simbol rejeki yang berlapis-lapis di tahun yang akan dating

Jeruk Mandarin

Jeruk berwarna kuning keemasan ini menjadi lambang kemakmuran dan kekayaan yang selalu bertumbuh. Buah-buahan berduri seperti durian dan salak dihindari saat Imlek.

Manisan segi delapan

Manisan segi delapan atau dikenal juga sebagai “tray of togetherness” atau “prosperity box” merupakan sajian Imlek yang sarat makna.

Kuaci

Kuaci bukan hanya menjadi teman ngemil sembari mengobrol bersama keluarga tercinta. Kuaci pun menjadi simbol kesuburan atau lekas mendapatkan keturunan. Selain kuaci, sering disajikan pula kacang dan permen. (beberapa sumber lain)

Berita Terkait