Revitalisasi Pendidikan Guru

Revitalisasi Pendidikan Guru

Selasa, 24 November 2015 08:24   1

Oleh: Aswandi
 
KEMAJUAN suatu bangsa sangat ditentukan oleh sumber daya manusianya yang dihasilkan dari sebuah proses pendidikan dan pembelajaran bermutu yang diselenggarakan oleh guru profesional dan bermartabat, produk dari sebuah lembaga pendidikan guru atau Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang hebat dan bermutu. Jadi peran LPTK, baik negeri maupun swasta yang saat ini berjumlah 419 LPTK dengan rincian 39 LPTK Negeri dan 380 LPTK Swasta memiliki kontribusi memajukan bangsa ini.
Peran strategi pendidikan guru, yakni berperan sebagai lembaga pendidikan prajabatan:  (1) menghasilkan guru yang berkualitas  (kualifikasi, kompetensi, berkarakter kuat dan berjiwa pendidik); (2) menghasilkan calon guru dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang memenuhi standar di setiap satuan pendidikan untuk berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
Selain itu, LPTK berperan dalam pembinaan guru dalam jabatan, antara lain: (1) melaksanakan sertifikasi guru dalam jabatan, (2) membantu kemendikbud dalam pembinaan guru berkelanjutan, (3) melaksanakan penilaian kompetensi dan kinerja guru secara terus menerus, serta (4) menghasilkan berbagai inovasi pendidikan dan pembelajaran di sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan.
Namun kenyataannya kehadiran lebih dari 400 LPTK di Indonesia, belum mampu menyelesaikan permasalahan guru Indonesia yang sangat kompleks ini, antara lain; (1) kekurangan guru, terutama guru pada daerah-daerah khusus; (2) distribusi tidak proporsional; (3) ketidakcocokan (mismatched) antara latar belakang pendidikan dan tugas yang diampu; (4) kualifikasi akademik dan kompetensi guru sebagian berada di bawah standar; (5) disparitas kualitas atau kompetensi; (6) kesejahteraan guru belum merata; (7) tata kelola dan sistem insentif  yang tidak adil dan tidak disesuaikan dengan prestasi kerja; dan (8) kinerja dan prestasi guru rendah, karena insentif tidak efektif meningkatkan kinerja guru.
Memperhatikan berbagai permasalahan guru ini memberikan kesadaran kepada semua LPTK untuk meningkatkan kualitas pendidikan guru, melalui; (1) perbaikan seleksi calon mahasiswa kependidikan di LPTKN (Program Sarjana Pendidikan), dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan mengadakan tes bakat, tes watak dan kepribadian. (2) secara terus menerus memperbaiki proses pendidikan di PPG, terutama  proses pembinaan dan pengasuhan di lingkungan asrama, sehingga ketersedian asrama mutlak ada dan memadai; (3) jumlah mahasiswa PPG harus disesuaikan dengan kebutuhan guru di sekolah, sehingga diperlukan kebijakan kuota penerimaan mahasiswa  PPG di seluruh Indonesia.
Pada saat ini LPTK atau lembaga pendidikan guru mengalami berbagai masalah, diantara: (1) belum semua LPTK memenuhi standar; (2) disparitas kualitas akibat kurangnya pengendalian jumlah dan kualitas LPTK; (3) over supply lulusan pendidikan akademik sarjana, sehingga banyak LPTK menghasilkan penggangguran terdidik; dan (4) diperlukan perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah terhadap LPTK yang masih kurang itu.
Menristekdikti mengharapkan agar LPTK atau pendidikan guru  di Indonesia merevitalisasi LPTK, antara lain berupa: (1) pengkajian komprehensif tentang LPTK bermutu; (2) pengendalian pertumbuhan LPTK; (3) landasan hukum untuk memperkuat jati diri LPTK; dan (4) penegasan dan penguatan filosofi dan keilmuan LPTK bermutu.  
Secara lebih rinci revitalisasi LPTK meliputi hal-hal berikut: (1) kelembagaan, dimana nantinya semua LPTK wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan Guru (SNPG); (2) penataan kembali kurikulum, meliputi: Kompetensi lulusan, Kualitas proses, Ketepatan Isi, dan Sistem penilaian; (3) sistem penerimaan mahasiswa baru menyertakan tes bakat dan minat, seleksi secara nasional dengan standar yg sama untuk semua LPTK; (4) SDM Unggul dimana pendidik dan tenaga kependidikan di LPTK memenuhi standar kualifikasi, kompetensi, berkarakter kuat dan berjiwa pendidik; (5) sistem penjaminan mutu yang efektif untuk menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang memenuhi SNPG; (6) memposisikan secara benar LPTK guna melahirkan guru Indonesia; (7) strategi kendali pertumbuhan (berbasis standar mutu LPTK dan mengacu kepada aturan bahwa penyelanggara Program PPG ditetapkan oleh Pemerintah); (8) Menyiapkan “LPTK” sebagai institusi penting dan “khas” dalam penyiapan guru masa depan: infrastruktur, berasrama, dilengkapi Sekolah Laboratorium dan sekolah mitra, sarana dan prasarana yang berkualitas, SDM berkualitas unggul; (9) penerapan prinsip “supply-demand” secara terkoordinasi PPG wajib menghasilkan guru berkarakter dan berjiwa pendidik; Proses internalisasi nilai dan pembiasaan hanya dapat terwujud dalam lingkungan yang sengaja dirancang untuk membentuk karakter dan jiwa pendidik melalui penerapan disiplin; (10) penerapan disiplin dan internalisasi nilai yang dirancang dan terkontrol hanya dapat dilakukan dalam kehidupan asrama.
Dengan dilaksanakannya revitalisasi LPTK, diharapkan guru Indonesia yang profesional, bermartabat dan sejahtera, unggul di semua kompetensi, memiliki karakter kuat dan berjiwa pendidik, cerdas, cinta tanah air, memiliki “kesepenuhatian” dan “kemurahatian”  dalam melaksanakan tugas kependidikan.
Menindaklanjuti keinginan merevitalisasi LPTK atau Lembaga Pendidikan Guru, maka dilaksanakan pertemuan para rektor dan wakil rektor difasilitasi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti, 18-19 Nopember 2015 di Batam, menyepakati 4 (empat) program utama di tahun 2016, yakni: (1) menyertakan test bakat, minat dan kepribadian dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru LPTK; (2) menyelesaikan kurikulum LPTK berbasis KKNI yang saat ini draf pedoman kurikulum LPTK tersebut sudah selesai disusun; (3) menyusun Standar Nasional Pendidik Guru (SNPG); (4) mengintegrasikan kembali program SM-37 dan PPG dibawah Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dan (5) pendirian asrama direncanakan pada tahun 2017.

*)Dosen FKIP Untan

 

Aswandi

Penghobi membaca dan menulis ini lahir di Tebas Sungai pada 13 Mei 1958 dan memiliki motto hidup "Mencapai Muttaqiiin melalui Iman, ilmu dan amal". Pria yang menikahi Rusnawaty ini dikaruniai tiga anak.

Aswandi lahir dari pasangan Asy’ari (almarhum) dan Fatimah (almarhumah). Dosen FKIP Universitas Tanjungpura (PNS) itu tinggal di Jalan Danau Sentarum, Gang Pak Madjid 3/18 Pontianak.

Jenjang pendidikan dilalui Aswandi dengan menamatkan Madrasah Ibtidaiyah di Tebas Sungai (1971), MTs Gerpemi di Tebas (1974), SPG Negeri di Singkawang (1977), S1 FKIP Untan Pontianak (1984), S2 IKIP Malang (1993) dan S3 Universitas Negeri Malang (2001).

Karier pekerjaan Aswandi diawali dengan menjadi Guru SDN di Pontianak 1978-1986. Kemudian guru SMP-PGRI, Dosen FKIP UNTAN, Dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak, Dosen STKIP PGRI Pontianak, Dekan FAI Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pembantu Dekan I FKIP UNTAN, Dekan FKIP UNTAN kini Wakil Rektor Bidang Akademik Untan 2015-2019