Revitalisasi Pasar Tradisional

Revitalisasi Pasar Tradisional

  Selasa, 16 February 2016 12:26   1

Oleh : Lasmida Listari Nainggolan

Belanja menjadi salah satu aktifitas yang menyenangkan bagi sebagian orang. Terkadang dengan berbelanja seseorang bisa menghilangkan kejenuhan dari rutinitas. Namun, ada juga di antaranya berbelanja karena merasa memang sudah saatnya membeli keperluan sehari-hari. Lokasi atau tempat tujuan aktifitas yang mengurangi uang ini pun berbeda-beda, tergantung kepada diri masing-masing menilai tempat belanja favoritnya.

Saat ini pasar modern seperti  supermarket dan mall-mall mewah semakin banyak bermunculan.  Masyarakat pun semakin mempunyai banyak pilihan lokasi pasar yang dituju. Menurut Trisnawati (1988) pasar merupakan suatu tempat bagi manusia dalam mencari keperluan sehari-hari. Begitu pentingnya keberadan suatu pasar sehingga dikatakan pasar merupakan denyut nadi suatu wilayah tempat tinggal karena terjadi transaksi jual beli sebagai pertanda bahwa perekonomian wilayah tersebut hidup dan berputar.

Namun, keberadaan pasar tradisional tetap mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Pasar tradisional adalah pasar umum yang menjual barang-barang untuk kebutuhan sehari-hari. Dan biasanya keberadaan pasar tradisional ini diakui oleh pemerintah. Begitu lengkapnya barang-barang yang dijual di pasar tradisional ini hingga tidak hanya sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, daging, atau sembako lainnya. Namun di pasar tradisional para penjual juga menawarkan kain, baju, alat elektronik, alat-alat rumah tangga, dan lain-lain.

Banyak alasan mengapa masih banyak anggota masyarakat atau konsumen memilih pasar tradisional menjadi lokasi belanja keperluan sehari-hari. Selain lengkap, bisa menawar harga, dan  alasan utamanya terkadang harga di pasar tradisional jauh lebih murah dibanding pasar modern. Walaupun pasar tradisional kondisi dan fasilitasnya tidak sebaik pasar modern, seperti kumuh, semrawut, kotor ditambah dengan aroma yang bercampur aduk, bahkan terkadang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas. Namun pasar tradisional tetap dibutuhkan dan menjadi prioritas utama dalam aktifitas belanja masyarakat.

Memang sudah sepantasnya pemerintah memberikan perhatian lebih pada pasar tradisional. Mengingat  keberadaannya merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, menyerap tenaga kerja dan memenuhi hajat hidup orang banyak.

Program pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap eksistensi keberadaan pasar tradisonal melalui upaya revitalisasi pasar tradisional. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) revitalisasi adalah proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali. Kata vital mempunyai arti sangat penting atau sangat dibutuhkan, dan mendesak. Upaya revitalisasi pasar tradisional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, pembenahan ini menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Pasar  Flamboyan, merupakan salah satu pasar tradisional yang mendapat perhatian dari pemerintah dalam upaya revitalisasi. Pasar tradisional yang menjadi salah satu pasar kebanggaan masyarakat kota Pontianak ini kondisinya lebih baik dibanding beberapa waktu yang lalu. Fasilitasnya lebih kokoh dan mendapat sentuhan modern. Penataan lapak juga lebih teratur dan tertib disesuaikan jenis bahan makanan atau barang yang dijual. Kondisi ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan sesuai dengan fungsinya secara sehat.

Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya menjaga eksistensi pasar tradisional agar tetap menjadi salah satu pasar yang dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat dan menjadi pasar kebanggaan masyarakat setempat diantaranya adalah  pemeliharaan fasilitas fisik. Perlu ditentukan jangka waktu pemeliharaan dan petugas yang diberi tanggung jawab tersebut dengan melibatkan para pedagang agar ikut bertanggung jawab terhadap pemeliharan fasilitas fisiknya. Fasilitas kebersihan dari tempat sampah dan petugas yang menertibkan sangat dibutuhkan, tentunya bekerja sama dengan para pedagang dan masyarakat sebagai pembeli untuk bersama-sama tertib dalam menjaga kebersihan.

Langkah berikutnya dalam menjaga eksistensi pasar tradisional adalah kontrol sosial dalam hal harga pasar. Masyarakat secara ekonomi terdiri dari lapisan atas, menengah, dan bawah. Pemenuhan kebutuhan hidup juga akan berbeda-beda. Seharusnya keberadaan pasar tradisional menjadi motor pemenuhan kebutuhan bahan makanan pokok dan barang-barang dengan harga terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, terutama bagi masyarakat lapisan bawah. Untuk itu diharapkan kepada pemerintah kota atau daerah beserta instansi yang terkait dalam upaya implementasi pengawasan harga kebutuhan pokok masyarakat dapat bekerja sama menertibkan serta menindak tegas kepada para pedagang yang “bermain” dalam menaikkan harga dagangan mereka. Menarik keuntungan tanpa memikirkan kepentingan orang banyak merupakan suatu sikap yang tidak bijaksana. Karena bagaimanapun penjual dan pembeli adalah dua pihak yang saling membutuhkan satu sama lain. Ada ketergantungan dalam kegiatan jual beli tersebut. 

Semoga  pasar tradisional tetap terjaga eksistensinya, selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai lapisan. Dapat memberikan kontribusi bagi penghasilan masyarakat serta menarik banyak tenaga kerja sehingga mengurangi jumlah pengangguran. Ayo belanja di pasar tradisional !

 

*)Pendidik di SMA Negeri 1

Mempawah Hilir