Revitalisasi Lima Ribu Pasar

Revitalisasi Lima Ribu Pasar

  Minggu, 1 May 2016 09:56
DILEMATIS: Pedagang di Pasar Tengah masih tetap berjualan walau dengan lokasi berjualan seadanya,Sabtu(30/4). Disaat Pemerintah Kota Pontianak ingin menata kawasan tersebut timbul penolakan oleh beberapa pedagang. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Pemda Harus Aktif

JAYAPURA - Target besar revitalisasi 5 ribu pasar tradisional sepanjang 2015 - 2019 sudah dicanangkan. Pada 2015 lalu, revitalisasi sudah menyentuh 1002 pasar.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, revitalisasi pasar tidak hanya menyasar aspek fisik bangunan, tapi juga perbaikan manajemen. "Karena itu, Pemda (pemerintah daerah) harus aktif berpartisipasi," ujarnya usai peletakan batu pertama pembangunan Pasar Mama-Mama di Jayapura, Papua, melalui keterangan Tim Komunikasi Presiden kemarin (30/4).

Dalam kunjungan kerja ke kawasan Indonesia Timur sepanjang dua hari kemarin, Jokowi memang fokus pada revitalisasi pasar tradisional. Misalnya, dengan meresmikan Pasar Raya Amahami di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Lalu, melakukan peletakan batu pertama Pasar Mama-Mamadi Jayapura, meninjau Pasar Pharaa di Sentani, dan meresmikan Pasar Rakyat Doyo Baru Sentani.

Menurut Jokowi, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan sudah menganggarkan dana besar untuk revitalisasi pasar. Demikian pula Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ikut membantu proses revitalisasi. "Nah, yang mengatur pedagang dan lain-lain, itu tugas bupati dan gubernur," katanya.

Jokowi menyebut, revitalisasi pasar tradisional memang harus dilakukan menyeluruh. Selain bangunan yang diperbaiki, pengaturan pedagang, serta pendampingan bagi pedagang untuk memperbaiki manajemen. "Misalnya catatan uang keluar (dan) uang masuk harua dibuat meski sederhana," ucapnya.

Manajemen pencatatan keuangan tersebut, selain untuk memudahkan pengaturan keuangan, juga sangat penting untuk membantu mengakses tambahan modal melalui kredit usaha rakyat (KUR). "Kalau soal keuangan dan akses KUR, pendampingan dilakukan lewat bank (penyalur KUR)," ujarnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar pasar tradisional benar-benar dijaga kebersihannya. Para pedagang juga dimintanya dibuatkan seragam atau celemek. Pelayanan kepada pembeli juga harua diperbaiki. "Kalau pembeli datang, semua harus tersenyum. Itu yang akan sebabkan pembeli datang lagi, datang lagi. Kalau penjualnya galak-galak, siapa mau datang?," ucapnya kepada Mama-Mama pedagang pasar di Papua.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong menambahkan, setiap tahun, pemerintah menargetkan pembangunan 1000 pasar. Pada 2015, sudah tercapai 1002 pasar atau di atas target. "Tahun ini, kami optimistis target seribu pasar juga bisa dicapai," ujarnya.

Keberadaan pasar tradisional, kata Jokowi, masih memegang peran strategis dalam distribusi barang maupun upaya menekan inflasi si berbagai daerah. Karena itu, revitalisasi harus terus dikebut. "Misalnya untuk pembangunan Pasar Mama-Mama, harus selesai dalam sepuluh bulan. Siap nggak?" tanyanya. Tantangan itu dijawab Menteri BUMN Rini Soemarno. "Siap," ujarnya.

Jelang periode Puasa - Lebaran pada Juni - Juli nanti, pemerintah memang sudah bersiap mengantisipasi lonjakan inflasi. Apalagi, saat ini, harga komoditas di pasar global sudah mulai merangkak naik. "Saya kira harga komoditas sudah mencapai titik terendah, nanti segera naik," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta.

Tren kenaikan harga sudah terjadi pada minyak mentah yang menjadi indikator bagi pergerakan harga komoditas lainnya. Misalnya, harga minyak jenis West Texas Intermediate yang Jumat lalu sudah menembus harga USD 46,2 per barel dan dalam tren naik dari titik terendah di bawah USD 30 per barel.

Harga BBM adalah yang paling terpengaruh pada fluktuasi harga minyak dunia. Namun, pemerintah sudah menyiapkan rencana untuk tidak menaikkan harga BBM setidaknya hingga September 2016 mendatang.

Karena itu, Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan jika target menekan inflasi periode Puasa - Lebaran akan dilakukan melalui perbaikan pasokan dan distribusi. "Kami juga mulai siapkan operasi pasar untuk bahan pangan jika ada tanda-tanda lonjakan harga," ucapnya. (owi)

Berita Terkait