Revisi Tak Sentuh Pokok Masalah

Revisi Tak Sentuh Pokok Masalah

  Selasa, 20 September 2016 09:30
EVAKUASI : Pasukan Tinombala saat evakuasi jenazah DPO Subron di pegunungan Tambua Tangkura, Poso Pesisir Selatan, Senin (19/9) kemarin. BUDIYANTO WIHARTO/RADAR SULTENG

Berita Terkait

AMBON – Pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Terorisme di DPR masih belum menyentuh akar persoalan terorisme atau radikalisme di tanah air. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa kebanyakan revisi UU tersebut hanya mengatur soal hubungan dua instansi, yakni kepolisian dan TNI, dalam memberantas radikalisme.

’’Tapi, kaitannya langsung dengan teroris sedikit sekali,’’ kata Ryamizard di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, yang mengikuti kuliah umum kemarin (19/9). Menurut dia, yang dibutuhkan untuk menangkal terorisme dan radikalisme adalah meningkatkan kesadaran bela negara kepada setiap warga. 

Bela negara merupakan benteng pertahanan terkuat untuk menangkal terorisme. ’’Saat ini kita tidak memiliki ancaman perang dari negara lain. Kita mau perang sama siapa? Tapi, ancaman yang paling nyata sekarang adalah terorisme,’’ tuturnya.

Namun, justru kesadaran bela negara tersebut yang perlahan semakin terkikis. Buktinya banyak. Salah satunya, tertanamnya pengaruh ISIS di sejumlah warga negara. Padahal, ISIS muncul di belahan lain dunia yang jauh dari Indonesia. ’’Indonesia adalah negara yang masyarakatnya penganut muslim terbesar di dunia. Sayangnya, itu yang dijadikan incaran ISIS,’’ ujar dia.

Jika terus didiamkan, Indonesia akan menuju menjadi negara gagal seperti yang terjadi di Syria dan Iraq. ’’Saya pernah berkata kepada Menhan Arab Saudi, hampir 200 juta jiwa penduduk kita muslim. Kalau 1 persen saja terpengaruh ISIS, berarti ada dua juta orang. Bisa hancur dunia,’’ ungkapnya.

Kesadaran bela negara harus ditanamkan sejak dini. ’’Saya sudah sampaikan ke Mendikbud dan seluruh rektor. Masukkan bela negara ke dalam kurikulum. Kalau nggak lulus, nggak naik kelas,’’ tuturnya. (dod/c7/oki)

Berita Terkait