Retribusi Pajak Terselubung

Retribusi Pajak Terselubung

  Sabtu, 20 Agustus 2016 09:44
PARKIR: Sebagian jalan umum Jalan Diponogoro dan sekitarnya menjadi lahan bebas parkir di pusat perbelanjaan Kota Singkawang. *Polemik Lahan Parkir Retribusi Pajak Terselubung SINGKAWANG—Sejumlah masyarakat mengeluhkan terkait jalan umum Jalan Diponogoro dan sekitarnya dijadikan lahan bebas parkir baik kendaraan umum roda dua maupun roda empat di pusat perbelanjaan Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Banyak kendaraan parkir menyita badan jalan umum. Bahkan rambu-rampu parkir terpasang di pinggiran jalan

Berita Terkait

SINGKAWANG—Sejumlah masyarakat mengeluhkan terkait jalan umum Jalan Diponogoro dan sekitarnya dijadikan lahan bebas parkir baik kendaraan umum roda dua maupun roda empat di pusat perbelanjaan Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Banyak kendaraan parkir menyita badan jalan umum. Bahkan rambu-rampu parkir terpasang di pinggiran jalan raya, sehingga menghambat arus lalu-lintas kendaraan milik masyarakat.

“Kami minta jalan umum yang menjadi  lahan parkir kendaraan ditertibkan, supaya arus lalu-lintas kendaraan tidak macet,” ucap warga Kecamatan Singkawang Tengah, Rudi Harjana, Jumat (19/8) kepada media ini.

Rudi Harjana menilai saat ini banyak jalan umum dijadikan lahan parkir kendaraan. Hal ini karena banyak toko tidak memiliki lahan parkir. Sehingga sebagian jalan umum dijadikan lahan parkir kendaraan di pusat perbelanjaan Kota Singkawang.

Ia menuturkan apabila semua toko yang berada di pusat perbelanjaan mendapatkan izin parkir kendaraan. Dipastikan kondisi arus lalu-lintas kendaraan akan macet. Hal ini membuat aktivitas masyarakat sekitar menjadi terganggu dengan adanya parkir kendaraan di pinggiran jalan umum.

“Kami minta kepada pihak terkait agar memperhatikan lahan parkir kendaraan yang berada di pusat perbelanjaan. Jangan sampai kepentingan masyarakat umum  dikesampingkan. Hanya untuk menarik pungutan pajak parkir guna menambah anggaran pendapatan belanja daerah,” ungkapnya meninjau lahan parkir yang berada di pusat Kota Singkawang.

Saat dikonfirmasi Kabid Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Singkawang, Jarvid menanggapi bahwa pihaknya saat ini harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Dishubkomifo Kota Singkawang. Supaya informasi yang disampaikan kepada publik lebih jelas karena persoalan ini berada dibawah naungan kebijakan Pemerintahan  Kota Singkawang.

 

“Mengenai pengelolaan lahan parkir dan pendapatan retribusi  pajak parkir kendaraan saya serahkan langsung kepada Kepala Dishubkominfo Kota Singkawang,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Dishubkominfo Kota Singkawang belum memberikan konfirmasi ke media ini terkait pengelolaan lahan parkir dan pendapatan pajak parkir untuk APBD Kota Singkawang.

Wakil DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra menambah permasalahan lahan parkir selama ini sudah lama menjadi perhatian dan keluhan masyarakat. Namun pihaknya akan melakukan pengawasan terkait kebijakan lahan parkir yang berada dibawah naungan Dishubkominfor Kota Singkawang.

“Kita sudah lama mencermati dan mengamati terkait kinerja pengelolaan lahan parkir. Terkait anggaran sampai dengan kebijakan lahan parkir di lapangan,” paparnya belum lama ini ditemui di Kantor DPRD Kota Singkawang.

Dia menegaskan persoalan lahan parkir diharapkan adanya keterbukaan informasi publik kepada masyarakat. Sehingga kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah tidak menyalahi aturan maupun perosedur mengenai keterbukan informasi publik.

Sumberanto, mengharapkan penekanan aturan terkait kebijakan pengelolaan lahan parkir untuk menambah anggaran pendapatan asli daerah dapat diterapkan secara maksimal. Yakni aturan tiket maupun petugas lapangan harus diberikan tanggungjawab terhadap lahan parkir yang dikelola di Kota Singkawang.

“Jika aturan lahan parkir ini diterapkan oleh petugas parkir. Saya yakin pajak lahan parkir akan menambah APBD Kota Singkawang. Serta keamanan kendaraan yang terpakir di lapangan dapat terjaga dengan baik dan aman,” tukas politisi Partai Nasdem Kota Singkawang. (irn)

Berita Terkait