Residivis Gebuk Peramal

Residivis Gebuk Peramal

  Selasa, 5 April 2016 09:19
DIPROSES: Tersangka menjalani pemeriksaan. HARI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG-Diduga dendam lantaran merasa disantet, A Khong (35) harus berurusan dengan polisi usai memukul dan mencuri barang berharga milik Sun Bui Kong alias Asang (35), warga Gang Sayur Jalan Sagatani. Kejadian 31 Maret lalu membuat Asang bersimbah darah dan harus dirawat di RS.

Kapolres Singkawang, AKBP Agus Triatmadja melalui Kapolsek Singkawang Selatan, IPTU Zukri menjelaskan, aksi curas yang dilakukan Akong dilakukannya pada hari Kamis 31 Maret pukul 19.45 WIB di rumah korban Asang. Pelaku yang merupakan warga Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan ternyata seorang residivis kambuhan kasus pencurian emas di wilayah Kabupaten Bengkayang.

Saat itu angota Polsek mendapat laporan telah terjadi aksi curas di rumah korban. Mendapat laporan, anggota pun langsung bergerak menuju lokasi. Sesampainya disana, anggota polsek menemukan korban Asang telah tergeletak dilantai tak sadarkan diri dengan berlumuran darah.

“Anggota kemudian membawa korban kerumah sakit dan melakukan pengamanan lokasi kejadian,” ujar Kapolsek. Setelah itu polisi kemudian melakukan penyelidikan, dari hasil penyelidikan mengarah kepada Akhong. Polisi pun kemudian menciduk Akong dirumahnya.

"Saat kami akan menangkap tersangka membantah perbuatannya. Namun akhirnya dia tidak dapat berkutik saat kami temukan dua buah handphone milik korban dirumahnya,” kata Kapolsek.

Dari pengakuan Akong, dirinya sebelumnya sudah beberapa kali berkunjung ke rumah korban yang notbanenya merupakan seorang tatung untuk meminta ramalan nomor togel. Namun ternyata pada malam itu, niat untuk meminta ramalan ternyata malah berubah menjadi aksi pencurian yang dilakukan dengan kekerasan.

“Dia memukul bagian kepala korban dengan kayu dan palu. Untuk kayu sebelumnya memang sudah sengaja dipersiapkan, setelah melumpuhkan korban, tersangka kemudian membawa empat buah ponsel milik korban. Saat melarikan diri, dua ponsel nya tercecer jadi sisa dua ponsel," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 2 buah ponsel sebagai barang bukti, satu buah baju dan satu buah celana milik korban dan alat yang digunakan Akong untuk memukul Asang.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka, mengatakan dirinya nekat melakukan tindakan tersebut karena dipicu dendam karena Asang menurutnya telah melakukan menyantet dirinya.

“Setahun dia dukunkan saya, makanya bawaan badan saya jadi malas dan suka marah dengan orang. Saya sakit hati, makanya saya pukul dia,” akunya. Atas perbuatan yang dilakukannya, Akong dijerat dengan Pasal 365 ayat ke 1 dan 4 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (har)

Berita Terkait