Renungan Untuk Siapa Saja

Renungan Untuk Siapa Saja

Jumat, 25 March 2016 12:46   1

KATAKAN saat ini kita tengah dikarunia Allah status sosial yang mapan,yang serba menyenangkan dan atau “ wah “. Maka agar kita tidak terlena, ada baiknya kita simak ungkapan hikmah sebagai berikut. Nabi Muhammad bersabda “ Orang cerdas adalah orang yang yang mengoreksi dirinya sendiri dan beramal untuk hari setelah mati, dan orang lemah adalah orang yang mengikuti haswa nafsu dan berangan-angan secara berlebihan kepada Allah “ ( HR.At Tirmizi dan Ahmad ).” Dari Yahya bahwa Abu Bakar Ash Shidiq  berkata dalam khutbahnya “ Di mana orang – orang yang wajahnya elok dan kagum dengan keadaan dirinya ?. Di manakah para raja yang telah membangun kota-kota dan membentengi dengan tembok-tembok ?. Di manakah orang yang selalu menyumbangkan kemenangan di medan – medan pertempuran ?. Sungguh mereka telah dibinasakan oleh masa hingga mereka berada di dalam kegelapan kubur. Maka bersegeralah , bersegerelah ( dalam beramal ). Selamatkanlah, selamatkanlah ( diri kalian dari neraka ).”

Umar bin Khattab memberi nasehat  “ Hisablah  diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Sesungguhnya hisab kelak akan ringan bila pada hari ini kalian menghisab diri kalian. Berhiaslah kalian untuk hari penampakan amal yang besar, di mana “ Pada hari itu kamu dihadapkan ( kepada Tuhanmu ), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi ( bagi Allah ).” ( Al – Haqqah ( 69 ) : 18 ). ( Dari Tsabit bin Hajjaj )

Dari Abdu Khair dari Ali bin Abi Thalib bertutur “ Kebaikan itu bukan dengan bertambahnya harta dan anak tetapi kebaikan itu adalah bertambah banyaknya amal dan besarnya belas kasih. Tidak ada kebaikan di dunia kecuali milik salah satu dari dua orang, yaitu orang yang berbuat dosa lalu dia mengiringinya dengan taubat, atau orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan. Amal yang disertai takwa tidaklah ( berpahala ) sedikit, bagaimana mungkin amalan yang pasti diterima itu ( berpahala ) sedikit ? “

Sahabat Abdullah bin Mas’ud mengungkapkan “ Barangsiapa yang menonjolkan dirinya lantaran sombong, niscaya Allah akan merendahkannya. Barangsiapa yang bersikap tawadhu’ lantaran ketundukannya, pasti Allah akan mengangkatnya. Sesungguhnya para malaikat memiliki bisikan, begitu juga dengan setan. Bisikan malaikat adalah yang menjanjikan kebaikan dan membenarkan kebenaran, maka jika kalian melihatnya, pujilah Allah . Adapun bisikan setan adalah yang menakuti-nakuti dengan kejelekan dan mendustakan kebenaran, jika kalian melihat hal itu maka berlindunglan kepada Allah “ ( Dari Abu Ilyas Al-Bajali )

Ubaidillah bin Syumaith bercerita , “ Aku pernah mendengar ayahku berkata, ‘ Wahai orang yang tertipu dengan kesehatan yang panjang,tidakkah kamu melihat orang yang mati tanpa sakit sama sekali ?. Wahai orang yang tertipu dengan kesantaian, tidakkah kamu melihat orang yang diambil nyawanya tanpa persiapan?. Apakah kalian tertipu dengan kesehatan ?. Ataukah kalian berbangga dengan kekuatan ?. Ataukah kalian merasa aman dari kematian ?. Ataukah kalian sudsah berani terhadap malaikat maut ?. Sesungguhnya jika malaikat sudah datang, ia tidak bisa dihalangi oleh kekayaanmu maunpun harta simpananmu. Tidakkah kamu tahu bahwa sakratul mau itu berat, sesak, dan penuh penyesalan ?. Kemudian ayahku melanjutkan, ‘ Semoga Allah metahmati seorang hamba yang beramal untuk saat-saat kematian, semoga Allah merahmati seorang hamba yang beramal untuk kehidupan setelah kematian, semoga Allah merahmati seorang hamba yang memperhatikan dirinya sendiri sebelum kematian datang menghampiri “ ( Ibnul Jauzi Ensiklkopedi Hikmah )

Ibnu Abu Hawari berkata, aku mendengar Abu Sulaiman Rahimakumullah berkata, “ Semua hal yang menyibukkanmu dari Allah , baik berupa keluarga,harta atau anak adalah kesialan ( kemalangan ) atasmu.” Pada kesempatan lain Abu Sulaiman bertutur “ Jika akhirat berada di hati, dunia datang untuk mengerumuninya. Tetapi jika dunia berada di hati, akhirat enggan mengerumuninya, karena akhirat itu mulia sedangkan dunia itu penuh cela.”

Salman Al Farisi pernah memberi nasehat kepada Hudzaifah “ Wahai saudara dari Bani Abs, Ilmu itu banyak sedangkan umur itu pendek, maka ambillah ilmu yang kamu butuhkan dalam urusan agamamu dan tinggalkan yang lainnya. Jangan kamu pedulikan “ ( Dari Hafs bin Amru As-Sa’di )

 

Uti Konsen