Rentenir Berkedok Koperasi

Rentenir Berkedok Koperasi

  Jumat, 14 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Maraknya praktik peminjaman uang oleh rentenir berkedok koperasi simpan pinjam (KSP). Persyaratan dipermudah, namun bunga pinjamannya tinggi. Hal ini membuat pemerintah kesal, karena tidak sedikit masyarakat terlilit utang di koperasi seperti itu.

Untuk itu, Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu AKP Muhammad Aminuddin mengaku akan lakukan penelusuran terhadap seluruh koperasi-koperasi liar tersebut.

Aminudin mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya memang belum pernah menerima laporan dari masyarakat terkait KSP liar atau bodong. Pihaknya tetap lakukan penelusuran terhadap keberadaan KSP-KSP liar. Karena, kata dia, kepolisian tetap mengedepankan tindakan pencegahan. Sehingga bila ada laporan masyarakat pihaknya sudah mendapatnan gambaran untukmengambil tindakan hukum.

 “Kami akan melakukan pengecekan terhadap KSP liar yang ada diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Kami juga akan melakukan koordinasi kepada Disperindag Kapuas Hulu terkait permasalahan,” tutur Kasat Reskrim.

Jika KSP itu tak ada perizinan maka dapat dipastikan melanggar hukum. Perijinan yang ia maksud adalah persyaratan adminitrasi dan pinjaman yang takdiperbolehkan melebih bunga bank.

Ia mengatakan untuk sanksi terhadap pengelola KSP liar ini, pihaknya masih mempelajari lebih lanjut terkait aturan yang dilanggar, terutama terkait undang-undang Koprasi dan per Bank kan. Hanya saja, kata dia, masyarakat yang merasa dirugikan jarang menyampaikan laporan kepada kepolisian. Sehingga kepilisian sulit mengambil tindakan hukum.

“Kalau merasa dirugikan mesti lapor,” tegas dia.

Salah seorang pedagang sayur di pasar pagi Putussibau yang enggan disebutkan namanya mengaku dirinya memang sering memakai jasa koperasi keliling yang menawarkan pinjaman uang dengan persyaratan mudah. Itu ia lakukan untuk kelangsungkan usaha, karena jika meminjam uang ke bank untuk mendapatkan pinjaman dana KUR persyaratannya sangat rumit dan birokrasinya berbeli-belit.

"Biasanya orang koprasi itu datang kewarung-warung menawarkan pinjaman kepada kami," katanya.

Dia mengaku, proses peminjaman uang di koprasi keliling sangat mudah dan praktis, hanya dengan modal foto coppy KTP bisa mendapat pinjaman mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.

"Awalnya mereka pinjamkan Rp 500 ribu, jika sudah sering bertransaksi pinjaman menjadi Rp3 juta,"bebernya.

Dijelaskannya, untuk pembayaran pinjaman kepada koperasi keliling dilakukan secara mencicil setiap hari. Bila pedagang atau peminjam meminjamkan uang Rp 500 ribu, maka perharinya pedagang harus menyetor Rp 20 ribu selama sebulan kepada pihak KSP. Artinya jika dihitung, dalam sebulan, yang meminjam Rp 500 ribu, mengembalikan uang kepada pihak koperasi menjadi Rp 600 ribu. (aan)

Berita Terkait