Rencanakan Penelitian Robo-Robo

Rencanakan Penelitian Robo-Robo

  Kamis, 10 December 2015 09:26
ROBO-ROBO: Bupati Kubu Raya H Rusman Ali menghadiri kegiatan robo-robo yang dupusatkan di Kecamatan Sungai Kakap. Ashri isnaini/pontianak post

Berita Terkait

KUBU RAYA – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya ritual robo-robo masih menjadi salah satu agenda wisata yang disambut antusias masyarakat Kubu Raya, khususnya di Kecamatan Sungai Kakap. Ribuan masyarakat Kubu Raya terutama yang berdomisili di sekitar Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (9/12) tampak memadati kawasan robo-robo yang dipusatkan di sekitar dermaga pinggiran Sungai Kakap.

Agar kedepan masyarakat lebih memahami makna ritual robo-robo, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana dalam waktu dekat akan melakukan penelitian termasuk seminar mengenai makna dari ritual robo-robo yang digelar di Kecamatan Sungai Kakap, agar kegiatan tahunan tersebut tidak menjadi pertanyaan bagi masyarakat serta tidak bertentangan dengan agama.
Perayaan robo-robo yang dilakukan setiap tahun pada bulan Safar di tahun Hijiriah itu selalu menjadi magnet bagi masyarakat serta wisatawan mancanegara untuk menyaksikan langsung ritual robo-robo. Namun sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan apa makna dari perayaan robo-robo itu sendiri, sehingga sejumlah kalangan masyarakat beranggapan ritual robo-robo ini melanggar aqidah Islam karena ada unsur kemusyirikan di dalamnya.
“Usai kegiatan ini kami akan mencari waktu yang tepat untuk menggelar penelitian  tentang perayaan robo-robo ini, sehingga bisa memberikan jawaban kepada masyarakat maupun wisatawan mancanegara yang ingin mengetahui makna arti dari perayaan robo-robo,” paparmya.
Rusman Ali menilai, perayaan robo-robo itu merupakan peringatan atau napak tilas kedatangan Pangeran Mas Surya Negara dari Kerajaan Matan (Tanjungpura) ke Kerajaan Mempawah (Pontianak). Ritual tersebut dimulai ketika Raja, Ratu Mempawah, putra-putrinya serta punggawa dan pengawal berangkat dari Desa Benteng, Mempawah, menggunakan perahu bidar, yakni perahu kerajaan dari Istana Amantubillah.
“Untuk perayaan robo-robo di Kecamatan Sungai Kakap ini, sampai saat ini masih belum dapat dijelaskan maknanya, karena selama ini perayaan tersebut selalu di identikan dengan buang-bungan di laut, sehingga diartikan sebagai mengusir setan,”ungkapnya.
Rusman Ali menjelaskan, dilakukannya penelitian ini agar semua masyarakat bisa mengetahui dengan jelas apa makna dari perayaan robo-robo yang setiap tahun diselenggarakan di Kecamatan Sungai Kakap. Dirinya juga sudah meminta kepada Dinas Pariwisatan setempat agar secepatnya menganggarkan dana untuk pelaksanaan penellitian tersebut. Untuk itu dirinya juga meminta kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat agar dapat mendukung kegiatan ini, agar pada perayaan robo-robo pada tahun mendatang bisa menjadi even budaya yang dapat dikenal diseluruh Nusantara dan Mancanegara. (ash)

 

Berita Terkait