Rencanakan Bangun TPST

Rencanakan Bangun TPST

  Senin, 22 February 2016 09:08
Encep Mulyadi

Berita Terkait

KUBU RAYA–Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Kubu Raya saat ini tengah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kabupaten itu dengan tujuan bisa membantu pemerintah dalam menanggulangi persoalan sampah.

“Sudah ada lokasi sekitar satu hektar yang kami sediakan di Sungai Berembang Desa Sungai Rengas untuk pembangunan TPST. Kalau tidak salah di tahun 2016 ini sementara waktu telah dianggarkan untuk pembangunan jalannya,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Kubu Raya, Encep Mulyadi.

Di TPST nanti katanya, setiap sampah yang bisa didaur ulang akan dipisahkan sehingga setelah diolah menjadi barang setengah jadi dan akan meningkatkan nilai jual sampah yang telah didaur ulang tersebut. “Kalau misalnya untuk sampah botol plastik itu kalau dijual begitu saja mungkin nilainya hanya sekitar Rp1.500 perkilogram, namun setelah dilakukan pengolahan setengah jadi atau dicacah nilainya bisa naik menjadi sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 perkilogram,” ungkapnya.

Pihaknya berencana akan memberdayakan masyarakat sekitar untuk kembali mengolah sampah-sampah yang memang bisa didaur ulang. “Jadi tidak hanya membantu untuk menekan volume sampah, dengan adanya upaya daur ulang sampah ini maka akan membantu masyarakat dalam meningkatkan penghasilan yang dimiliki,” terangnya.

Menurutnya saat ini, jumlah atau volume sampah di Kubu Raya bisa mencapai sekitar 150 kubik perhari, tumpukan sampah tersebut bisa meningkat hingga 200 kubik perhari saat musim buah atau musim perayaan hari-hari besar.

“Jadi tidak hanya sekedar meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dalam membuang sampah tepat waktu dan pada tempat yang disediakan, dengan adanya upaya pembangunan TPST ini diharapkan bisa menekan jumlah sampah di Kubu Raya,” ungkapnya.Kendati  mengaku telah mewacanakan pembangunan TPST, namun Encep belum bisa memastikan kapan pembangunannya bisa dilakukan. “Saat ini kami sedang mengajukan proposal ke pemerintah pusat untuk pengadaan alat atau mesin daur ulang sampah dan berbagai keperluan lainnya. Semoga saja bisa segera disetujui sehingga proses pembangunannya bisa dilakukan,”harapnya.

Sementara waktu kata Encep dalam upaya penanggulangan sampah di Kubu Raya, Bidang Kebersihan dan Pertamanan setempat akan mengoptimalkan kinerja petugas kebersihan di Kubu Raya dan akan memberikan sanksi bagi oknum warga yang tidak disiplin dalam membuang sampah.Pada dasarnya Pemkab Kubu Raya telah memiliki Perbup Nomor 31 tahun 2014 tentang penanganan dan penyelenggaraan pengelolaan sampah dan Perda Nomor 9 tahun 2013 tentang penggelolaan sampah. Pada kedua aturan yang telah dibuat itu sebenarnya telah memuat berbagai aturan mengenai tata cara pembuangan sampah bahkan waktu pembuangan sampah juga telah ditentukan. Namun diakuinya hingga sekarang tingkat kesadaran sebagian masyarakat masih kurang  disiplin dalam membuang sampah

“Untuk menertibkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, kedepan kami sedang merancang dan menyiapkan sanksi tegas bagi masyarajat yang masih belum disiplin dalam memnbuang sampah,” ucapnya.Sanksi yang dimaksud menurutnya, kedepan jika setelah dilakukan sosialisasi dan edukasi masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya maka akan diberikan sanksi kurungan selama enam bulan dan denda setinggi-tingginya Rp50 juta.“Sanksi ini akan kami implementasikan jika sosialisasi termasuk edukasi sudah optimal dilakukan,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait