Remisi Kemerdekaan RI untuk 198 Napi

Remisi Kemerdekaan RI untuk 198 Napi

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:01
Ilustrasi

Berita Terkait

KETAPANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ketapang, mengusulkan 198 dari 231 narapidana (napi) untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi) hari kemerdekaan ke-71 RI. Para napi ini diusulkan mendapatkan remisi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenhum) dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kalbar.

Kasubsiregistrasi Lapas Kelas II B Ketapang, Warto, menjelaskan, dari 231 napi, hanya 198 napi yang sudah memenuhi syarat untuk diusulkan mendapatkan remisi. "Hanya saja ada beberapa SK napi yang disetujui mendapatkan remisi belum kita terima sampai pagi ini (kemarin, Red). Biasanya SK dikirim ke pihak Lapas pada H-2 atau H-1 sebelum 17 Agustus," katanya, kemarin (15/8) di Ketapang.

Ia menjelaskan, syarat yang harus dipenuhi untuk dapat diusulkan mendapatkan remisi di antaranya berkelakuan baik, sudah inkrach, dan diputus hukumannya, serta sudah 6 bulan menjalani tahanan sejak berada di Lapas per-17 Agustus 2016. "Kasus narkoba, trafficking, dan korupsi, datanya dikirim ke pusat oleh Kanwil (Kemenhum) untuk diproses. Apakah bisa mendapatkan remisi atau tidak? Selebihnya Kanwil yang mengeluarkan SK remisi," jelasnya.

Jika berkaca pada tahun sebelumnya, diprediksi dia, rata-rata disetujui untuk mendapatkan remisi. Hanya saja, sejak keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 yang mulai berlaku pada tahun 2013, dia menambahkan bahwa untuk napi kasus narkoba yang hukumannya di atas 5 tahun harus ada pernyataan keterangan kerja sama dengan pihak penegak hukum, terkait mengungkap perkara atau justikolaborasi.

"Sejak adanya PP, banyak yang tidak disetujui mendapatkan remisi. Misalnya seperti tahun 2015 lalu, ada 241 napi yang diusulkan, tapi yang disetujui hanya 163 napi. Sisanya yang tidak disetujui napi kasus narkoba yang hukumannya diatas 5 tahun," jelasnya.

Sedangkan untuk tahun 2016 ini, dari 198 napi yang diusulkan, menurutnya, ada sekitar 50 napi kasus narkoba yang masuk dalam pengusulan yang rata-rata hukumannya di atas 5 tahun. "Dari 198 napi yang diusulkan, ada 3 napi akan bebas pada 17 Agustus, jika saja pengusulannya diterima. Ketiganya merupakan napi dengan kasus pencurian," ujarnya.

Untuk yang sudah 6 bulan menjalani masa tahanan, tetapi belum 12 bulan, maka, dia menambahkan bahwa remisi yang didapat yang bersangkutan sebanyak 1 bulan. Untuk yang sudah menjalani 12 bulan lebih dan belum pernah mendapatkan remisi, maka, dia menambahkan, remisi yang diberika 2 bulan. Sedangkan untuk yang sudah menjalani 12 bulan lebih dan pernah mendapatkan remisi, dipastikan dia, akan mendapatkan remisi sebanyak 3 bulan. "Ada satu napi yang mendapatkan remisi sebanyak 6 bulan lantaran sudah menjalani enam tahun masa tahanan," pungkasnya.

Sementara itu, Kurnaen (19), satu di antara napi Lapas Kelas II B Ketapang yang diusulkan mendapatkan remisi kemerdekaan, mengaku senang dan bersyukur. Ia mengaku sudah beberapa kali mendapatkan remisi, termasuk yang diusulkan remisi kemerdekaan tahun ini. "Saya sudah 2,5 tahun menjalani masa hukuman dari vonis 5 tahun penjara," katanya.

Ia mengaku sudah beberapa kali mendapatkan remisi. Jadi, masa hukuman yang dijalaninya tersisa 3 tahun lebih. "Jadi tidak lama lagi saya jalani masa hukuman," ungkapnya. (afi)

Berita Terkait