Remaja Pontianak Teliti Lidah Buaya Bahan Baku Pembuatan Plastik

Remaja Pontianak Teliti Lidah Buaya Bahan Baku Pembuatan Plastik

  Minggu, 6 December 2015 07:25

Berita Terkait

Kalimantan Barat patut berbangga. Sejumlah prestasi gemilang diraih para anak mudanya. Salah satunya adalah Alyarosa Taqwaariva, yang bersama temannya, Raudya Ayu Maghfira berhasil memperoleh Honorable Mention Medal bidang Kimia tahun 2015.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

KEMENANGAN tersebut diperoleh wanita kelahiran Pontianak ini melalui karyanya yang berjudul Nanofiber from Aloe Vera Gel as Raw Material For Biodegradable Plastic pada ISPO (Indonesia Science project Olympiad) yang diadakan di Jakarta, Februari 2015. Penelitian dilakukan untuk memahami potensi gel lidah buaya, untuk digunakan sebagai bahan baku memroduksi plastik yang dikombinasikan dengan campuran plasticizer alkohol polivinil (PVA) dan elemen nanofibers manufaktur dari campuran dengan metode electrospinning.

Menurut dia, limbah plastik umumnya bersifat tidak mudah terurai (nondegradable) di dalam tanah, sedangkan bila dibakar, akan menghasilkan gas yang menyebabkan polusi udara, sehingga menyebabkan permasalahan bagi lingkungan. Sebab itulah Alya dan temannya berupaya untuk menanggulangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah plastik, dengan membuat plastik yang mudah terurai (degradable). Mereka memanfaatkan lidah buaya sebagai bahan baku alami pembuat plastik degradable.

“Jika setiap tahun produksi plastik meningkat, yang berarti akan meningkat pula limbah plastik yang dihasilkan, maka lingkungan akan tercemar oleh limbah plastik tersebut,” timpal gadis yang saat ini duduk di bangku kelas XII SMA Semesta Bilingual Boarding School, Semarang. Tentu saja hal ini sangat potensial di kembangkan di Kota Pontianak, mengingat pengolahan minuman dan makanan berbahan dasar lidah buaya sangat berkembang di kota ini. Kandungan pati dan polisakarida yang terdapat dalam lidah buaya, diakui dia, dapat digunakan sebagai pembuat plastik.

Lendir atau gel lidah buaya yang seringkali menjadi limbah dan dibuang pada pengolahannya, menurut dia, juga berpotensi untuk dijadikan bahan baku alami pembuatan plastik. “Daging lidah buaya dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam produk makanan seperti minuman dan manisan lidah buaya. Sedangkan lendir atau gel nya tidak digunakan alam pengolahan makanan sehingga menjadi limbah. Oleh karena pemanfaatan lendir lidah buaya menjadi bahan baku plastik dapat dilakukanu ntuk meningkatkan nilai ekonomis,” beber dia.

Di usianya yang belia ini, Alya memiliki segudang prestasi yang membanggakan. Baik tingkat nasional maupun international. Alya pernah terpilih sebagai wakil Indonesia mengikuti IFLC (International Festival Language and Culture) dengan tema Colors of The World di Paris, Prancis, 7 – 13 April lalu. Alya bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara di dunia. “Kami bergaul, bersahabat,  dan saling bertukar informasi tentang budaya dan bahasa negara masing-masing,” ucap dia.

Pada akhir program, diadakan pertunjukan yang diadakan di sebuah theater megah di Paris. Alya menyanyi lagu berbahasa Indonesia yaitu Hanyalah Cinta yang dipopulerkan Anggun C Sasmi. “Such a wonderful experience!” pungkasnya yang mengaku pengalaman tersebut sangat menyenangkan. (*)

Berita Terkait