Relokasi 45 Jiwa Warga Eks Gafatar

Relokasi 45 Jiwa Warga Eks Gafatar

  Rabu, 20 January 2016 10:00
Relokasi : Sejumlah ibu sambil menggendong anak meninggalkan pemukimannya untuk direlokasi, seiring keputusan pemerintah Kabupaten Sintang merelokasi warga eks Gafatar. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Sebanyak 45 jiwa dengan sembilan kepala keluarga (KK) eks Gafatar direlokasi pemerintah Kabupaten Sintang dari pemukimannya di Desa Simba Jaya Kecamatan Binjai ke Balai Latihan Kerja di Jalan JC Oevang Oeray Baning.

Relokasi berjalan dengan pengawalan ketat aparat keamanan bersenjata lengkap, Selasa (19/1). Penjemputan dari tim Pemkab Sintang disertai dengan mengerahkan empat truk untuk mengangkut barang serta sebuah bus milik Dinas Perhubungan sebagai armada buat mengangkut eks Gafatar. Relokasi diambil  pemkab Sintang dianggap demi kebaikan bersama mencegah reaksi masyarakat setempat.

Sementara eks Gafatar bersedia mengikuti keputusan Pemkab untuk direlokasi, namun menolak jika  harus dipulangkan ke kampung asal.“Kalau pulang ke daerah asal rasanya tidak mungkin. Kalau dipindah silahkan,” kata koordinator eks Gafatar, Rohim.Proses relokasi sendiri sempat menjadi tontonan warga setempat. Tidak sedikit warga ikut rombongan pemkab menuju lokasi warga eks Gafatar bermukim. Lokasinya harus dicapai dengan berjalan kaki dengan kondisi becek. Kendati jarak dari jalan utama tidak terlalu jauh, sekira 500 meter. Sekeliling pemukimannya penuh dengan hamparan tanaman hortikultora. Kemudian pemukiman dibangun berdempet dan dibuat menjadi dua blok saling berhadapan. Keseluruhan blok mempunyai sembilan pintu, yang keseluruhan dibangun dengan material kayu. Kemudian pemukiman itu juga disertai dengan satu buah bangunan mirip aula.

Rohim membantah kalau tidak membaur dengan warga. Mereka hidup berkelompok hanya untuk memudahkan usaha menggarap lahan. Jika harus hidup berpencar dan saling berjauhan akan sulit. Kemudian identitas kependudukan juga diklaim sudah diurus. Dimana kini status anggota kelompoknya sudah beralamat Sintang semua.

“Kita sudah satu setengah tahun disini. Kami sudah pindah alamat. KTP dan KK kami sudah alamat Sintang. Kami sebenarnya korban efek pemberitaan tentang Gafatar. Meski kami sebetulnya sudah eks ormas (Gafatar),” katanya.Rohim menambahkan keputusan pemerintah untuk merelokasi bisa diterima. Jika dipindahkan juga siap. Namun berharap pemerintah mempunyai solusi bagi kehidupan mereka kedepan. Misal  difasilitasi untuk kembali bertani atau berdagang. “Pokoknya  kami ingin hidup normal. Jika dipulangkan ke kampong asal rasanya berat,” katanya.

Rohim menambahkan, selama bermukim di Binjai, mereka tidak pernah menghasut atau meresahkan warga. Kecuali sebatas bercocok tanam. Menggarap lahan untuk ditanami padi serta sayur mayur.Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sintang, Budi Harto, mengatakan relokasi terhadap warga eks Gafatar diambil pemerintah sebagai upaya demi kebaikan bersama. Pemerintah lebih kepada ingin melindungi seluruh warga masyarakat. Kemudian selama berada dilokasi relokasi pemkab Sintang akan menjamin biaya hidup eks Gafatar.

Menurut Budi, usai relokasi, Pemkab baru akan mengambil keputusan selanjutnya. Karena itu, pihaknya akan segera menggelar pertemuan bersama instansi terkait. “Memulangkan ke wilayah asal bisa saja dilakukan,” kata Budi.Kepala Desa Simba Jaya, Mariana, mengatakan, sejumlah warga eks Gafatar memang tidak terpantau aktifitasnya lebih rinci. Kecuali sebatas bercocok tanam. Hanya saja terkesan kurang membuka diri. Misal anak-anaknya tidak disekolahkan. Kendati sudah pernah disampaikan jika di Simba mempunyai sekolah mulai jenjang PAUD. “Sepengetahuan saya memang ada ikut gotong royong membangun jalan. Tapi hanya satu  kali dan tidak semua ikut,” kata Mariana.

Sementara kepolisian memastikan akan menjamin keamanan warga eks Gafatar. Begitu juga dengan pemukiman yang ditinggalkan. Polisi bakal memantau pemukiman tersebut supaya tidak ada yang mengambil.“Kalau di tempat relokasi kita akan menempatkan personil untuk berjaga,” kata Kabag Ops Polres Sintang Komisaris Damianus. (stm)

Berita Terkait