Rela Buang Malu untuk Mendapatkan Tanaman Puring

Rela Buang Malu untuk Mendapatkan Tanaman Puring

  Jumat, 13 Oktober 2017 10:00
HIAS: Seorang pekerja tengah merapikan tanaman puring. MARSITA RIANDINI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Pencinta Tanaman Hias

Kenaikan harga bahan pokok tak membuat pencinta tanaman hias di tanah air berhenti berburu koleksi. Tak terkecuali pencinta tanaman puring di Pontianak. Mulai dari tukaran dengan sesama pecinta puring, hingga membeli. Seperti apa keseruan mengoleksi tanaman puring?

MARSITA RIANDINI, Pontianak

BENTUK daun yang memanjang, kriting dan bewarna-warni membuat tanaman puring menjadi primadona saat ini. Semakin unik bentuknya, semakin mahal harganya. Bagaimana tidak? Puring yang dulu banyak tumbuh di kuburan dan tidak ada harganya itu kini naik kelas. Tanaman yang memiliki nama lain Croton ini menghias rumah-rumah masyarakat. Tak  hanya satu jenis, tapi banyak. 

Saerah, ibu rumah tangga ini rela menyisihkan uang belanja demi membeli aneka jenis puring. “Suka saja sih dengan warna-warninya. Apalagi sekarang lagi ramai yang nanam puring,” ujar dia warga Jalan Kom Yos Sudarso ini. 

Satu pot bunga yang dibelinya bervariasi. Mulai dari Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Ia pun merawat bunganya dengan telaten. Berharap tumbuh mekar dan indah. “Setiap hari disiram. Untungnya perawatan puring ini tidak susah. Paling menjaga dari anak-anak yang sedang bermain. Takut dirusak,” jelas dia.

Tak sekadar membeli, Nur Asni, pencinta puring lainnya rela menahan malu untuk meminta tanaman puring. “Kalau lagi jalan, terus lihat ada tanaman puring di rumah orang, saya rela buang malu buat dapatkan puringnya. Biasanya saya minta patahannya, buat di tanam kembali di rumah,” ucapnya yang juga telah mengumpulkan beberapa jenis puring. 

Demi mendapatkan puring yang berbeda jenisnya, ia juga sering tukaran dengan sesama pencinta puring lainnya. “Biasanya kami tukaran. Soalnya cantik saja tuh kalau tanaman itu berjejer rapi warna-warni, dan bervariasi bentuknya,” tambah dia. 

Karyo, Pemilik Batara Flora di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Pangsuma mengaku terjadi peningkatan penjualan tanaman hias ini. Sedikitnya 20 hingga 30 pot bunga bisa laku terjual saat hari libur. “Sekitar baru-baru ini agak lumayan. Terutama di hari libur,” ujar dia. 

Tiga tahun menjual tanaman hias ini, ia mendatangkan bibit tanaman dari Jawa. “Bibitnya saya dapat dari Jawa. Kalau di sini indukan yang besarnya itu tidak ada,” ulasnya. 

Berbeda dari hukum ekonomi yang semakin banyak permintaan semakin tinggi harganya. Menurut Karyo, trennya tanaman hias ini juga menyebabkan harganya menjadi lebih murah. “Sekarang sudah booming harganya agak murah,” papar dia. 

Puring Oskar, Kura, Apel, dan kuning telor adalah jenis-jenis tanaman puring yang diminati. “Jenisnya banyak sekali. Ada puluhan mungkin,” ulasnya. 

Puring juga menjadi salah satu tanaman yang tahan lama. Bahkan bisa bertahun-tahun. Tidak rumit menanam tanaman hias ini. Bahkan tidak cerewet dengan media tanah. Terpenting adalah perawatan yang baik, dengan menyiramnya secara rutin. “Dia jarang berulat juga. Jadi mudah sekali perawatannya,” ungkap Karyo. 

Jika tumbuh bagus, puring bisa tumbuh tinggi mencapai satu setengah meter. “Semuanya punya potensi tinggi. Tergantung perawatannya,” jelasnya. 

Sebenarnya, lanjut dia tanaman ini bisa saja di tanam dengan cara setek. Namun, hasilnya lebih lama. Bahkan bisa gagal. “Berbeda kalau di cangkok, dua minggu sudah bisa tumbuh,” ujarnya.(*) 

Berita Terkait