Rektorat Untan Audiensi ke Pontianak Post, Bangun Budaya Menulis Mahasiswa dan Dosen

Rektorat Untan Audiensi ke Pontianak Post, Bangun Budaya Menulis Mahasiswa dan Dosen

  Jumat, 5 February 2016 08:01
AUDIENSI: Suasana forum diskusi saat Pihak Rektorat Untan beraudiensi ke Redaksi Pontianak Post, Kamis (4/2).TIM FLICKER PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pihak Rektorat Untan beraudiensi ke Redaksi Pontianak Post, Kamis (4/2). Ini dilakukan untuk menjalin kerja sama, terkait hal-hal yang bisa dikembangkan bersama, termasuk pemberitaan kegiatan, hasil penelitian maupun tulisan para ahli di Untan.  IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KEDATANGAN rombongan pihak Rektorat Universitas Tanjungpura (Untan) dipimpin oleh Pembantu Rektor I Untan Aswandi, didampingi Staf Ahlinya Rudiyansyah dan para Wakil Dekan dari sembilan Fakultas yang ada di Untan. Selain menjalin kerja sama, kedatangan mereka juga bertujuan menguatkan silaturahmi dengan media. “Mengingat pentingnya peran media, apalagi Pontianak Post sudah cukup lama ikut membangun daerah ini,” ungkap Aswandi.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan bersama antara Untan dan media dalam hal ini Pontianak Post yang bersifat saling menguntungkan. Secara pribadi dia mengaku memiliki hubungan yang kuat dengan koran ini. Baik dirinya sebagai narasumber berita maupun hasil tulisan dalam bentuk opini sudah sangat banyak diterbitkan. “Menulis sudah menjadi kebutuhan, bahkan makan serasa tak enak jika tulisan saya belum selesai,” ungkapnya untuk memotivasi.

Aswandi menilai dengan menulis di media massa buah fikirannya bisa tersampaikan hingga ke masyarakat di desa. Memang diakuinya budaya menulis dikalangan akademisi Untan masih sangat kurang. Hanya sebagian dosen atau guru besar saja yang rutin menulis opini. Untuk itu dia berharap ke depan bisa lebih banyak dan beragam lagi.

Sesuai dengan saran Wakil Direktur Pontianak Post Salman B dan Pimpinan Redaksi Heriyanto Sagiya, Untan akan berupaya melahirkan fakar yang spesifik mengarah di bidang tertentu. Baik sebagai narasumber atau karya tulis yang dihasilakan. “Seperti ahli yang spesifik di hutan tropis, di sini belum ada, padahal Kalbar memiliki hutan tropis yang sangat luas,” ujar Salman.

Dalam kesempatan tersebut, satu persatu Wakil Dekan dari sembilan Fakultas yang ada di Untan juga memberikan masukan apa-apa saja yang bisa dilakukan bersama. Seperti di Fakultas Teknik, banyak karya-karya kreatifitas mahasiswa bisa diekspos lewat media. Tujuannya untuk lebih menginspirasi dan memotivasi berbagai kalangan.

Kemudian dari Fisipol yang kebetulan memiliki Program Studi Ilmu Komunikasi, diharapakan bisa terbentuk program tertentu yang berhubungan dengan dunia jurnalistik. Wakil Dekan dari FKIP juga merasa banyak hal bisa diangkat ke media tentang beragam kegiatan di fakultas tersebut. Mengingat sampai saat ini sudah ada 28 prodi di bawah naungan FKIP. "Mudahan ke depan banyak hal bisa diekspos dan para dosen juga lebih banyak yang menulis,".

Fakultas Kehutanan juga siap mendukung, dengan cara menyumbangkan tulisan-tulisan tentang lingkungan atau yang terkait lainnya, baik karya mahasiswa maupun dosen-dosen. Untuk Fakultas Ekonomi dikatakan akan semakin manarik jika ada banyak narasumber atau pakar yang ahli spesifik di bidang ekonomi tertentu. Terutama dalam mengomentari berbagai isu-isu ekonomi di media.

Secara umum, dari seluruh perwakilan fakultas yang hadir kurang lebih memiliki harapan yang sama. "Media penting sebagi mitra perguruan tinggi, tidak hanya wadah untuk menulis tetapi juga dalam mengekspos berbagai kegiatan agar diketahui masyarakat luas," ujar Staf Ahli Pembantu Rektor I Rudiyansyah.(*)

Berita Terkait