Reka Ulang Pastikan Keterangan Pelaku

Reka Ulang Pastikan Keterangan Pelaku

  Rabu, 6 April 2016 09:35
REKONSTRUKSI : Tersangka Usman Sani memperagakan sejumlah adegan pembunuhan yang dilakukannya terhadap korban, Nuryanti di Hotel Benua Mas, Jalan 20 Oktober, Pontianak. ADONG EKO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Tersangka pembunuh Nuryanti, yakni Usman Sani kembali melakukan rekonstruksi tindakan menghabiskan nyawa yang dilakukannya kepada istri sirinya di Hotel Benua Mas, Jalan 28 Oktober, Pontianak, Selasa (5/4).

Sebanyak 55 adegan diperagakan tersangka dengan santai dari tiba di hotel kamar hingga pembunuhan itu terjadi sampai pembuangan jasad korban ke sungai di Desa Punggur, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya.

Rekonstruksi yang dilakukan sekitar pukul 10.00 dengan pengawalan ketat aparat kepolisian iti berjalan lancar dan disaksikan langsung jaksa penuntut umum serta kuasa hukum tersangka, Edi Nirwana. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan 55 adegan pembunuhan yang peragakan ulang oleh tersangka dengan korbannya warga Sanggau itu menggambarkan secara jelas proses dari awal hingga akhir tersangka membunuh korban. 

"Rekonstruksi ini penting, untuk memastikan keterangan tersangka. Apakah benar dengan yang disampaikannya kepada penyidik?" kata Andi Yul.

Selain itu, lanjut dia, rekonstruksi juga penting untuk memastikan, apakah pembunuhan yang dilakukan tersangka sudah direncanakan atau tidak. "Apakah pembunuhan iti berencana? Masih akan terus kami dalami," ucap Andi.

Andi mengungkapkan motif pembunuhan itu didasari karena kecemburuan tersangka terhadap istri sirinya yang diduga meminta dicarikan pria lain untuk menjadi tamu di sebuah tempat hiburan malam.

Andi menjelaskan rekonstruksi yang dilakukan kuat dugaannya pembunuhan itu dilakukan sendiri. Sebelum pembunuhan itu terjadi, tersangka menggunakan narkotika. "Tersangka kami dijerat pasal 338 KUHP ancaman 15 tahun," tegasnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Kejari Pontianak, YEP Sitorus mengatakan kehadiran pihaknya direkonstruksi pembunuhan tersebut memenuhi undangan kepolisian untuk menyaksikan secara langsung kronologi pembunuhan yang dilakukan tersangka.

Menurut Sitorus, rekonstruksi tersebut sudah sesuai dengan tahapan pihak penyidik. "Intinya kami bisa juga menyaksikan proses pembunuhan itu dilakukan. Sehingga dapat membantu kami untuk mengenakan pasal yang sesuai dengan perbuatan tersangka," kata Sitorus.

Untuk diketahui, tersangka Usman Sani ditangkap setelah kepolisian menemukan jasad seorang perempuan yang mengapung di parit Desa Kalimas, Kecamatan Sui Kakap pada 22 Maret lalu.

Saat ditemukan, polisi telah menduga jika jasad perempuan tersebut adalah korban pembunuhan karena ditemukan tanda-tanda yang kuat seperti leher terikat kain dan perhiasan masih utuh. Polisi pun langsung bekerja cepat dengan mencari identitas korban.

Hingga diketahui, korban bernama Nuryanti warga Kabupaten Sanggau. Tim Jatanras pun pada 22 Maret malam langsung menjemput keluarga korban untuk mendalami siapa orang terakhir yang bersama korban.

Hingga pada 23 Maret, pembunuh berhasil ditangkap di tempat pelariannya yakni di sebuah rumah kontrakan di Dusun Suka Bangun, Jalan Pematang Darat, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. (adg) 

Berita Terkait