Rehabilitasi Pasir Panjang

Rehabilitasi Pasir Panjang

  Senin, 30 November 2015 10:54
TERANCAM: Salah satu sudut Pantai Pasir Panjang. Terancam abrasi. SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG-Sejumlah wisatawan lokal kecewa dengan kerusakan pantai di Taman Pasir Panjang Kota Singkawang. Kerusakan patani selama ini kurang diperhatikan pemerintah daerah. Sehingga banyak pansir pantai terkikis akibat hempasan gelombang air laut.

"Kami melihat kawasan ini kurang diperhatikan. Kerusakan pantai dibiarkan begitu saja. Akibatnya, banyak pasir pantai terkikis gelombang air laut," ucap Destia, Mahasiswi Politeknik Negeri Pontianak belum lama ini.Dia mengatakan selama ini kerusakan pantai setiap tahun terus bertambah. Namun rehabilitasi perbaikan pantai minim dilakukan pihak terkait. Sehingga kondisi di wilayah pesisir pantai semakin menyepit dan lautan semakin meluas.

Ia menyarankan kepada pemerintah terkait dan masyarakat agar melakukan pembenahan dan penaman kembali hutan bakau ataupun jenis tanaman mangrove disepanjang pesisir pantai maupun diwilayah wisata pasir panjang di Kota Singkawang."Dari pada melihat pantai rusak karena abrasi. Lebih baik pantai direhabilitasi terlebih dahulu. Setelah itu baru dijadikan tempat wisata daerah," tukas Destia yang dating bersama rekannya, Uray Pradina.

Sementara itu, ketua LSM Publik Lingungan Hidup, Uray Albert, SH membenarkan bahwa telah terjadi kerusakan pantai di Taman Pasir Panjang Kota Singkawang. Sehingga kestabilan pantai dan ekosistem laut kurang terkendali dengan baik."Kita minta para pelaku usaha wisata pantai ikut terlibat membantu pemerintah daerah. Supaya abrasi pantai bisa ditanggulangi bersama. Seperti menanam kembali jenis tanaman mangrove," ungkapnya.

Dia meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat  ikutserta menanggapi permasalah kerusakan pantai yang terjadi di seluruh wilayah pesisir pantai di Kalimantan Barat. Hal tersebut merupakan tugas dan tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kestabilan ekosistem laut.Ia mengungkapkan selama ini banyak terjadi kerusakan pantai di pesisir pantai karena kurang dirawat secara maksimal. Sehingga ada hutan bakau atapun jenis tanaman mangrove mati karena tidak ditangani dengan baik.

"Hutan bakau kita semakin menipis. Diperlukan penanaman kembali hangrove secara terus-menerus. Supaya kerusakan pantai cepat diantisipasi dan kerusakan pantai tidak semakin meluas," harap ayah tiga anak tersebut.Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Singkawang Pasaoran Samosir menambahkan bahwa kerusakan pantai tidak hanya terjadi di Taman Pasir Panjang Kota Singkawang. Namun kerusakan pantai tersebut dialami di wilayah pesisir pantai Kalimantan Barat.

"Setiap tahun gelombang air laut telah mengikis pinggiran pantai. Kalau sepuluh tahun tidak ada pencegahan terhadap abrasi pantai. Maka wilayah daratan kita akan semakin menyempit," terangnya.Dia menuturkan selama ini permasalahan abrasi pantai sudah menjadi perhatian pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Kalbar. Namun diperlukan komitmen bersama untuk mengatasi masalah kerusakan pantai yang ada di Kalimantan Barat.

Ia menyatakan mengatasi masalah abrasi pantai tidak mudah. Dikarenakan kerusakan pantai sudah terlalu parah. Sehingga membutuhkan waktu lama untuk merehabilitasi kembali kerusakan pantai tersebut."Kita memerlukan rehabilitasi dan perencanaan secara matang dan bertahap.  Supaya kurusakan pantai bisa cepat dicegah. Begitu juga dengan wisata pantai perlu adanya penanaman kembali jenis mangrove. Supaya ekosistem laut tetap terjaga," pintanya. (irn)

 

Berita Terkait