Rebut TigaGelar

Rebut TigaGelar

  Senin, 7 December 2015 08:33
JAWARA: Tommy Sugiarto juara tunggal Indonesia Master 2015. Muhammad Tan Reha/JawaPos

Berita Terkait

MALANG—Tommy Sugiarto langsung berlutut di lapangan Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang. Dia berteriak keras. Lantas sedikit menunduk, memejamkan mata. Sejurus kemudian, tunggal putra terbaik Indonesia itu bersujud, bersyukur atas kemenangannya.

            Tommy memang pantas bergembira. Dia telah memenangkan final ideal Indonesian Masters 2015. Sebagai unggulan kedua, putra legenda bulutangkis Indonesia Icuk Sugiarto itu menekuk favorit utama Srikanth Kidambi asal India. Lewat pertarungan sengit sampai tiga game, Tommy menang 17-21, 21-13, 24-22.

            Pada game pertama, Srikanth mendominasi Tommy yang banyak bermain lob. Smash-smash Srikanth yang menghujam tajam ke sisi kanan Tommy, susah sekali diantisipasi.            Kalah pada game pertama, Tommy mencoba lebih taktis pada game kedua. Tidak banyak bermain lob, pebulutangkis 27 tahun itu memaksa Srikanth untuk bermain netting. Hasilnya, pemain ranking 9 dunia tersebut sering mati sendiri akibat tidak sabar.

            Tommy mengaku memang merasa belum mendapat feel bertanding pada game pertama. Karenanya, dia dipaksa mengikuti gaya bermain Srikanth.      “Di game kedua saya mencoba untuk lebih fokus lagi dan mengajaknya bermain bola-bola depan, akhirnya bisa memanfaatkan kesalahan Srikanth,” katanya.                Ketegangan memuncak pada game ketiga. Saat skor berada di angka 22-21, raket Tommy sempat patah. Namun dia mampu menjaga konsentrasinya hingga memungkasinya dengan kemenangan.          

            Bagi Tommy, gelar juara di turnamen selevel Grand Prix Gold memberikan pengaruh pada peringkatnya. Dia berhak mendapat tambahan 7.000 poin. Namun Tommy masih harus menunggu rilis terbaru peringkat dunianya.            Tommy juga tengah menunggu keputusan pihak BWF terkait keikutsertaannya dalam event World Superseries Finals 2015 di Dubai pada 9-13 Desember mendatang. “Kata mereka akan ada salah satu peserta yang mengundurkan diri, tapi jadi atau tidaknya masih harus menunggu besok (hari ini,red),” katanya.

            Tommy benar, Lin Dan jagoan asal Tiongkok itu memang resmi mengundurkan diri karena cedera. Namun tempatnya akan digantikan oleh pebulutangkis Negeri Panda lainnya, Tian Houwei.            Selain Tommy, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putra Berry Angriawan/Ryan Agung Saputra menjadi kampiun. Owi/Butet menekuk pelapis utamanya Praveen Jordan/Debby Susanto dengan straight game 21-18, 21-13.

            Butet mengatakan kemenangan ini menjadi motivasi besar bagi mereka menuju World Superseries Finals. Hanya saja dia mengaku tetap harus memperhatikan faktor nonteknis yang sering jadi kendala. “Intinya jangan sampai lengah, kefokusan dan kesehatan harus benar-benar dijaga sebelum berangkat ke Dubai,” ucap Butet.      Sementara itu, Berry/Ryan mengalahkan unggulan kedua asal Tiongkok Chai Biao/Hong Wei 21-11, 22-20.  Sayangnya hasil positif tersebut tak diikuti oleh ganda putri terbaik Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Mereka gagal menumbangkan ganda campuran Tiongkok Yu Yang/Tang Yuanting dan kalah 17-21 dan 11-21. Hasil ini membuat rekor Greysia/Nitya menjadi 0-4 melawan mereka. (mat/nur)

Berita Terkait