Real Madrid vs Espanyol, Pesta Gol Sekaligus Persempit Jarak

Real Madrid vs Espanyol, Pesta Gol Sekaligus Persempit Jarak

  Minggu, 31 January 2016 14:14

Berita Terkait

MADRID – Kekecewaan memang terpancar dari wajah Zinedine Zidane ketika Real Madrid kehilangan poin penuh kala bertandang ke Benito Villamarin setelah bermain 1-1 kontra Real Betis 24 Januari kemarin. Namun, susah untuk melihat kekecewaan itu bakal kembali terulang ketika Real menjamu Espanyol pada jornada 22 di Santiago Bernabeu dinihari nanti. Sebaliknya, pesta gol bisa terjadi.

Opta mencatat, Real sudah 96 kali mengalahkan Espanyol di La Liga. Jumlah itu merupakan yang terbanyak dalam sejarah kompetisi. Statistik itu lebih besar daripada kemenangan Real di El Clasico (71), maupun Derbi Madrileno (85).

Periquitos, julukan Espanyol, adalah tim favorit Real dibanding kontestan La Liga lainnya dengan 359 gol yang sudah dilesakkan.

Selain itu, performa Real di Santiago Bernabeu juga tengah mantap dengan tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir.

Klub berjuluk Los Blancos itu mencetak 27 gol atau 5,4 gol per laga serta hanya kebobolan lima gol.

Fakta ini seharusnya tidak membuat Sergio Ramos dkk kesulitan untuk meraup tiga poin di kandang sendiri. Sebab, ini merupakan kans bagus bagi mereka untuk merapat dalam persaingan juara setelah dua rival terdekat, Barcelona dan Atletico Madrid, harus saling hantam di Camp Nou tadi malam.

Walau begitu, Zidane mengingatkan skuadnya untuk tidak terlalu overconfident walau bermain di hadapan publik sendiri.

”Kehilangan dua poin memang sangat disesalkan. Sebab, kami merasa kami berhak mendapatkan tiga angka di laga itu. Namun, di sepakbola, Anda memang harus memaksimalkan setiap peluang yang ada dan tidak bisa merasa menang sebelum peluit akhir berbunyi,” ujar Zidane dalam konferensi pers seperti dilansir AS.

Pelatih yang menghabiskan enam musim di Real semasa menjadi pemain tersebut melanjutkan bahwa dia mengalami problem cukup rumit terkait performa lini depannya.

Tanpa Gareth Bale yang masih mengalami cedera betis, tumpuan daya gedor tentu diarahkan pada trio BBC yang tersisa, Karim Benzema serta Cristiano Ronaldo.

Masalahnya, Ronaldo menjadi sorotan karena scoreless ketika melawan Betis. Ini merupakan laga ke-13 dimana winger yang bakal berusia 31 tahun pada 5 Februari mendatang itu harus mengakhiri laga tanpa mencatatkan nama di papan skor.

Zidane tentu berharap pemain berjuluk CR7 itu bakal kembali produktif melawan Espanyol. Memori manis sempat terjadi 12 September lalu, dimana Ronaldo berhasil mengakhiri paceklik di dua laga awal lewat gelontoran lima gol dan mengantarkan Los Galacitcos, sebutan lain Real, menghancurkan Espanyol 6-0.

Momen itulah yang bakal menjadi sumber motivasi Ronaldo. ”Tentu saja, untuk mencapai hal itu, dia butuh lebih banyak kerja keras,” papar Zidane kembali.

Terpisah, pergantian pelatih dari Sergio Gonzalez ke Constantin Galca juga nyatanya tidak berlangsung indah seperti yang dibayangkan.

Galca hanya mampu memberikan dua kemenangan, masing-masing satu di La Liga dan Copa del Rey, bagi Espanyol sejak resmi menjabat 14 Desember. Setelah itu, Javi Lopez dkk tidak pernah lagi mencicipi kemenangan dalam tujuh laga selanjutnya.

Selain itu, dalam delapan pertandingan tandang terakhir di semua ajang, Espanyol juga tidak pernah mendapat kemenangan.

Meski begitu, Galca tetap berusaha optimistis jelang melawan tuan rumah. ”Kami harus membawa sesuatu yang positif di lapangan,” ujar Galca seperti dilansir AS. ”Para pemain begitu termotivasi. Anda harus terus meyakinkan mereka untuk tetap bermain yang terbaik meski hasil tidak seperti yang diinginkan,” imbuh pelatih asal Rumania itu. (apu)

Berita Terkait