Razia Kendaraan Ubah Bentuk

Razia Kendaraan Ubah Bentuk

  Jumat, 12 February 2016 08:21
BECAK: Becak masih tetap bertahan menjadi salah satu alat angkutan dalam kota Sintang, seperti terlihat di Jalan Brigjen Katamso. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Pemilik kendaraan diingatkan tidak mengubah bentuk asli kendaraan. Sanksi bisa dijatuhkan jika kendaraan didapati telah diubah dari bentuk aslinya.Demikian ditegaskan Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sintang, Mawardi, kemarin.Mawardi mencontohkan, seperti mobil tanki diubah menjadi dum truk atau sebaliknya. “Kendaraan menjadi tidak standar operasionalnya,” kata dia.  

Menurut Mawardi, mengubah bentuk kendaraan tanpa izin bertentangan dengan UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 50 ayat (3) dan ayat (4) dalam UU tersebut menyebutkan,  kendaraan bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang. Kemudian  wajib melakukan  registrasi dan identifikasi ulang.

Karena itu, menurut Mawardi, tindakan tegas diambil sepenuhnya dalam penegakan aturan. “Kita tidak sembarang dalam melakukan tindakan. Semua sudah sesuai dengan UU yang ada. Jadi tindakan yang diambil ada dasarnya,” ungkap Mawardi.Ia menambahkan, ketika menggelar razia penertiban kendaraan yang mengubah bentuk tanpa izin  tidak akan tebang pilih. Penindakan bakal diberlakukan sama sesuai kesalahan yang ditemukan.

Karena itu, Mawardi memastikan Dishubkominfo akan menilang kendaraan yang mengubah bentuk tanpa izin. Pasalnya, di lapangan banyak terpantau terutama kendaraan sawit yang sering mengubah bentuk aslinya. “Kita akan turun, rencananya dalam waktu dekat ini,” tegas dia.Menurut Mawardi, pihak perusahaan atau masyarakat boleh melakukan perubahan bentuk tersebut jika dilengkapi dengan izin. “Harus wajib mengurus izin atau register ubah bentuk. Tetapi realita yang terjadi saat ini tidak ada yang mengajukan izin atau register rubah bentuk kendaraan di Sintang,” katanya.

Menurutnya, dapat dipastikan, semua kendaraan yang mengubah bentuk baik milik perusahaan sawit maupun masyarakat tidak mengantongi izin.“Tidak toleransi lagi, jiak terjaring pada razia yang akan kita gelar langsung kita tilang, bila perlu kendaraannya akan kita tahan sampai pemilik kendaraan melengkapi izin yang ada,” kata Mawardi.Menurutnya, di Sintang sendiri masih banyak kendaraan yang tak memiliki kelengkapan kendaraan, seperti halnya yang berkaitan dengan masalah perhubungan.“Masih banyaknya kendaraan yang Kir nya sudah kadaluarsa,” kata dia. (stm)

Berita Terkait