Razia Jelang Unas

Razia Jelang Unas

  Sabtu, 2 April 2016 09:31
Edy Junaidi

Berita Terkait

SATUAN Kepolisian Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ketapang akan menggencarkan razia atau penertiban pelajar, yang masih berkumpul hingga larut malam. Hal ini dilakukan mereka menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (Unas), 4 – 7 April mendatang.

Kepala Satpol PP, Edy Junaidi, memastikan penertiban yang akan dilakukan mereka, terhadap pelajar yang masih berkeluyuran di atas pukul 22.00 WIB. "Kita akan lakukan patroli dan penertiban kepada pelajar yang kedapatan keluyuran tengah malam lewat 10.00 malam (22.00 WIB)," katanya, kemarin (1/4).

Penertiban tersebut dilakukan mereka, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil ujian para pelajar di Ketapang. Meskipun diakuinya, untuk jam malam sampai saat ini belum diberlakukan. "Jadi kita akan pantau di warnet, playstation, dan lokasi hiburan lainnya. Jika masih ada pelajar yang berada di lokasi tersebut lewat dari pukul 10.00 malam, akan kita tertibkan," janji dia.

Edy juga meminta para orang tua murid untuk turun berperan aktif, dalam mengawasi dan memberikan bimbingan anak-anak mereka, khususnya yang akan mengikuti Unas. Para orang tua, menurut dia, berperan dalam melarang anak-anak mereka keluar rumah hingga larut malam. "Peran orang tua sangat penting. Mereka dapat memberi nasihat dan mengawasi anak-anak," paparnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ketapang, Ucup Supriatna, meminta peran aktif pihak sekolah dan para orang tua, dalam mengawasi anak-anak mereka menjelang dan saat Unas berlangsung. Meskipun Unas tidak lagi menjadi indikator kelulusan siswa, tetapi diharapkan dia agar para orang tua dan pihak sekolah tetap mengawasi anak-anak mereka, agar dapat belajar. Harapan dia, dengan peran serta para orang tua, para peserta Unas berpeluang memperoleh nilai terbaik, sehingga meningkatkan semangat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Kita imbau di sekolah pihak sekolah memberikan motivasi dan mengawasi anak-anak menjelang dan saat ujian, sedangkan di rumah peran aktif orang tua kita harapkan agar anak-anak dapat benar-benar mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian," pintanya.

Selain itu, Ucup juga meminta kepada pelajar yang akan melaksanakan Unas, untuk tidak percaya terhadap kunci jawaban jika memang ada beredar. Dipastikan dia, kunci jawaban yang beredar tersebut tidak benar, bahkan hanya akan membuat nilai peserta ujian rendah nantinya.

"Yakinlah terhadap kemampuan sendiri dan usaha sendiri, jangan terlena dengan iming-iming jawaban yang belum tentu kebenarannya," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait