Razia di Lima Desa, 16 Pucuk Senjata Diangkut

Razia di Lima Desa, 16 Pucuk Senjata Diangkut

  Sabtu, 9 April 2016 10:10
SENJATA API : 16 Pucuk senjata api rakitan diserahkan warga Bunut Hilir. Gambar lain duet Kapolsek dan Kades mengimbau agar warga menyerahkan senpi. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Seringnya terjadi salah tembak pada saat berburu binatang buruan, membuat takut warga Desa Bunut Tengah Kecamatan Bunut Hilir. Razia senjata api pun digulirkan. Razia dilakukan di lima desa yakni Bunut Tengah, Bunut Hilir, Bunut Hulu, Kapuas Raya dan Ujung Pandang. Mustaan, Kapuas Hulu

KADES Bunut Tengah Abang Hidayat mengatakan, tingkat trauma masyarakat atas kejadian salah tembak belum lama di daerah Bunut Hilir sangat tinggi. Karenanya perangkat desa di nanga bunut bersama aparat kepolisian sepakat lakukan razia senjata api rakitan.  Dan ada juga yang menyerahkansenjata miliknya secara sukarela dari razia itu berhasil diamankan 16 pucuk senjata api.

“Total 16 pucuk senjata api itu ada hasil razia, ada juga yang diserahkan masyarakat secara suka rela,” ungkap Abang Hidayat, ditemui di Mapolres Kapuas Hulu Jumat (8/4) siang. Diakuinya, untuk aktifitas masyarakat Kecamatan Bunut Hilir yang menggunakan senjata api memang banyak. Karena senjata api tersebut mereka digunakan sebagai alat berburu hewan dan menjaga kebun dan ladang.

Apalagi masyarakat Kapuas Hulu umumnya, kata Abang Hidayat, menganggap penggunaan senjata api merupakan tradisi. Menurut dia, kejadian salah tembak yang menimpa Mistardi warga Desa Ujung Pandang pada bulan Februari 2016 lalu membuat trauma masyarakatnya. Kejadian tersebut merupakanpelajaran berharga bagi masyarakatnya untuk lebih berhati-hati lagi terhadap senjata api.

“Sebetulnya masyarakat menyadari bahwa memiliki senjata api tanpa izin melanggar hukum karena dapat mengancam nyawa orang lain,” jelasnya. Sebelum penyerahan dan razia, mereka sudah menyampaikan himbauan agar masyarakat dapat menyerahkan senjata api yang dimilikinya kepada pihak kepolisian.

“Kami sampaikan pengumuman agar masyarakat menyerahkan senjanya,” ucapnya.

Sementara itu IpdaTaruddin Kapolsek Bunut Hilir mengatakan, untuk kasus salah tembak Februari lalu sudah ditangani Polsek Bunut Hilir.

"Masalahnya diselesaikan secara adat dan hukum negara," katanya. Dijelaskan, kasus salah tembak yang menimpa Mistardi warga desa Ujung Pandang tersebut bermuladari Akim warga Desa Bunut Tengah yang lagi berburu babi hutan dalam kebun karet warga.

“Dari kejauhan, Tersangka mengira korban adalah binatang buruan. Saat itu juga pelaku langsung melepaskan tembakan ke arah korban. Korban pun langsung tewas ditempat karena tertembak peluru senapan dilehernya," jelasnya. Korban tewas ditempat karena peluru tepat mengenai leher korban. Bahkan salah satu pelurunya menembus leher korban yang lagi mencari ikan di sungai. (*)

Berita Terkait