Ratusan Rumah di Perbatasan Terbengkalai

Ratusan Rumah di Perbatasan Terbengkalai

  Senin, 27 June 2016 10:10
PROYEK KEMENPERA : Ratusan Rusus proyek Kemenpera yang dikerjakan Santi Hutasoit dibiarkan terbengkalai di kecamatan Badau dan kecamatan Batang Lupar. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU — Proyek perumahan khusus (Rusus) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemenpupera RI) di sejumlah daerah bermasalah. Termasuk diwilayah perbatasan Nengara di kabupaten Kapuas Hulu.

Di Nanga Badau ratusan rusus Kemenpera dibiarkan terlantar dan pemilik proyek bakal masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) lantran masih buron.

Pelaksaana pekerjaan proyek rumah bantuan dari Kemenpera ini, diduga telah membuat negara rugi miliaran rupiah. Terbengkalainya pembangunan rumah yang diperuntukan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) termasuk TNI/Polri dibenarkan Kasubid Fisik dan Sarana dan Prasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas Hulu, Budi Prasetiyo, Jumat (24/6) minggu lalu.

Budi mengaku pihaknya sebagai tim pendamping pembangunan proyek dibawah Deputi Bidang Perumahan Formal, Kemenpera RI tersebut.

“Kapasitas kami sebagai pendamping saat dimulainya pelaksanaan pekerjaan pembangunan tahun anggaran 2012. Makanya mulai tahun 2013 keatas, kami tidak tahu lagi proses pembangunan rumah tersebut seperti apa,” terangnya kepada wartawan.

Dijelaskannya, jumlah dan titik penyebaran pembangunan rusus daerah perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu diantaranya, Kecamatan Badau berjumlah 50 unit, Putussibau Selatan 26 unit, Embaloh

Hulu 15 unit, Puring Kencana 30 dan Kecamatan Batang lupar 50. Semua bangunan tersebut berdiri diatas tanah milik pemerintah kabupaten Kapuas Hulu dan sebagian rumah Rusus ini masih terlantar.

Dari titik pembangunan Rusus tersebut, terang Budi lagi, ada dua kecamatan yang tidak difungsikan sampai saat ini. Yakni Kecamatan Badau dan Batang Lupar (Lanjak), sehingga bisa dikatakan gagal.

“Kalau dibilang gagal, ya gagal juga. Karena kondisinya memang banyak yang tidak terpakai. Ada juga yang digunakan Rusus Putussibau Selatan, Embaloh Hulu dan Puring Kencana juga dipakai,” ucapnya.

Selaku tim pendamping, Budi mengaku pernah dipanggil oleh pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk diminta sebagai saksi saat persidangan di Pengadilan Negeri Pontianak. Terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi atas proyek tersebut. Dia mengatakan, dalam pelaksanaan pekerjaan, pihaknya tidak terlibat langsung, bahkan soal teknis di kontrak dan pencairan dana oleh pihak ketiga.

Tidak hanya itu, Budi juga  mengaku Bappeda Kapuas Hulu tidak mengetahui berapa anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk membangun hunian Rusus ASN diwilayah perbatasn. Kerena proyek tersebut ditangani langsung oleh pemerintah pusat. “DIPA di Satker Kementerian Perumahan Rakyat, PPK-nya juga di pusat. Kami di daerah ini hanya sebatas sebagai tim pendamping,” paparnya.

Bahkan, kata dia, saat bersaksi di Pengadilan dirinya juga menjawab tak tahu menahu soal anggaran, karena pada saat pencairan anggaran dan lainnya, pihaknya tidak terkait disitu. Artinya mereka yang menyediakan pihak ketiga selaku pelaksana proyek. Ketika ditanya wartawan apakah Budi mengenal Sinta Hutasoit yang sekarang akan ditetapkan sebagai DPO itu, dia mengaku pernah bertemu Sinta.

Budi bertemu Sinta pada saat yang bersangkutan memberitahu kepada tim pendamping bahwa dia sebagai pelaksana pekerjaan Rusus tersebut. Karena bukan kewenangan Pemda, maka terhadap bangunan yang tidak difungsikan, sampai sekarang juga belum ada kejelasan. Mestinya setelah bangunan tersebut selesai harus ada serahterima dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Sebab, ungkap dia lahi, untuk bangunan yang belum digunakan sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari Kemenpera. Karena tidak ada penyerahan ke pemerintah daerah dari pusat. Dengan demikian rumah tersebut belum termasuk aset Pemkab. Apalagi kewenangan untuk mengusulkan tisak ada. Walaupun tanah tempat rumah itu dibangun, merupakan tanah Pemda Kapuas Hulu.(aan)

Berita Terkait