Ratusan Lampion Meriahkan Imlek di Melano, Dikerjakan Secara Swadaya, Libatkan Semua Etnis

Ratusan Lampion Meriahkan Imlek di Melano, Dikerjakan Secara Swadaya, Libatkan Semua Etnis

  Selasa, 9 February 2016 10:46
RATUSAN LAMPION: Ratusan lampion yang telah terpasang di atas Pasar Melano, Desa Melano, Kecamatan Simpang Hilir, ikut memeriahkan perayaan Imlek yang dimulai kemarin (8/2). DANANG PARSETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Ratusan lampion memerah, terpasang menghiasi kompleks Pasar Melano di Desa Melano, Kecamatan Simpang Hilir. Lampion-lampion tersebut laksanakan menyambut kedatangan Tahun Baru Imlek bagi warga etnis Tionghua, Senin (8/2) dinihari. Tradisi ini terus dilakukan untuk memberikan suasana meriah di daerah tersebut pada saat perayaan Imlek berlangsung. DANANG PARSETYO, Teluk Melano

PERAYAAN  IMLEK 2016 disambut dengan sukacita oleh masyarakat Tionghoa, seperti halnya warga Tionghoa di Desa Melano, Kecamatan Simpang Hilir. Setiap perayaan Imlek, mereka memasang ratusan lampion, baik di ruas jalan maupun di pasar yang telah ditelah ditentukan.Sementara itu, yang menarik, untuk pemasangan lampion di kompleks Pasar Melano ternyata bukan hanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa saja. Mereka juga dibantu oleh berbagai etnis di kecamatan sentra ekonomi Kayong Utara tersebut, seperti Melayu, Jawa, hingga Dayak. Hal ini tentunya akan menambah kerukunan antarumat beragama dan berbagai etnis di daerah tersebut.

Salah satu warga, Dul Hadi (44), mengungkapkan jika pemasangan lampion dengan melibatkan berbagia etnis ini, telah dilakukan sejak enam tahun lalu. Harapan mereka agar pada saat perayaan Imlek di Simpang Hilir, dapat terus meriah, seperti tahun sebelumnya. “Kita mulai kerja sejak sore hingga malam hari, yang telah dilakukan sudah jauh-jauh hari, dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat yang ada di sini (Teluk Melano, Red).  Sementara itu, mengenai biaya pemasangan lampion itu sendiri berasal dari swadaya kita bersama. Untuk memeriahkan perayaan Imlek tahun ini,” terang warga Tionghoa Desa Melano tersebut, Kamis (4/2) lalu.

Dilokasi yang sama, Gusti (26), warga lainnya, mengungkapkan jika dalam perayaan Imlek, dimaksudkan untuk meneruskan serta mempertahankan budaya dari etnis Tionghoa itu sendiri. Harapan dia, tradisi yang baik ini dapat diteruskan oleh para generasi mendatang. Sementara untuk pemasangan lampion ini, juga diakui dia, dilakukan setiap tahunnya, untuk memberikan suasana meriah sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Saya berharap, bukan hanya budaya yang dimiliki oleh Tionghoa saja untuk teruskan dan dipertahankan. Melainkan kebudayaan lainnya. Baik itu Melayu, Jawa, Dayak, Madura, dan lainnya. Tujuannya agar semua kebudayaan yang ada dapat terus dipertahankan bersama-sama, guna memperkokoh ikatan silaturahmi sesama Warga Negara Indonesia, yang selama ini telah berlangsung,” harapnya.

Ia menambahkan, pada perayaan Imlek ini tentunya bukan hanya pemasangan lampion. Dia berharap akan ada atraksi naga serta barongsai yang akan disuguhkan nantinya.“Kita juga akan menampilkan atraksi barongsai nanti. Dan untuk ke depannya, kita berharap, dalam perayaan Imlek ini dapat lebih meriah lagi. Agar Kayang Utara dapat lebih dikenal oleh masyarakat luar, yang memiliki beragam kebudayaan terdiri dari berbagi etnis yang ada,” tutupnya. (*)

Berita Terkait