Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen

Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen

  Sabtu, 21 May 2016 09:32
WAHYU/PONTIANAKPOST IRIGASI: Buruknya sistem irigasi menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian di Desa Sungai Batang terendam air.

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH- Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sungai Pinyuh beberapa pekan ini, membuat ratusan hektare lahan pertanian di Desa Sungai Batang terendam air. Akibatnya, 75 persen dari 155 hektare sawah gagal panen. Petani pun merugi ratusan juta rupiah.

 “Ada petani yang sedang menyemai, menanam hingga menjelang panen, semuanya musnah akibat terendam air. Curah hujan yang mengguyur Kecamatan Sungai Pinyuh sangat tinggi hingga merendam lahan-lahan pertanian,” kata Sekretaris Kelompok Tani (Poktan) Hidup Baru Desa Sungai Batang, Bordadi, Jumat (20/5) disela-sela kegiatan membersihkan saluran air.

Bordadi menerangkan, permasalahan utama yang menyebabkan kegagalan panen para petani di desa itu lantaran tidak maksimalkan sistem irigasi. Sehingga, air hujan yang menggenangi lahan-lahan pertanian tidak terbuang melalui saluran-saluran air dilahan pertanian tersebut.

 “Desa Sungai Batang ini diapit dua wilayah yakni Desa Sungai Bakau Besar Laut dan Sungai Pinyuh. Nah, ada dua saluran pembuangan yang menuju ke Desa Bakau dan Sungai Pinyuh. Kedua saluran pembuangan ini tidak lancar sehingga air hujan menggenangi lahan kami,” bebernya.

Kalaulah kedua aliran pembuangan itu lancar, dia memperkirakan rendaman air hujan tidak akan menyebabkan ratusan hektare lahan di desa itu gagal panen. Mengingat, air hujan akan cepat keluar dan tidak terlalu lama merendam tanaman padi.

 “Maka pada hari ini (kemarin), semua petani bergotong royong membersihkan saluran pembuangan air menuju ke Desa Sungai Bakau Besar. Alhamdulillah, kami dibantu dari Koramil, POPT dan PPL,” ujarnya.

Kemudian, sambung Bordadi, para petani juga akan membersihkan saluran air yang menuju ke Sungai Pinyuh. Dengan memperlancar aliran air dari dua arah tersebut, pihaknya berharap permasalahan yang kerap menghantui para petani di Desa Sungai Batang dapat teratasi dengan baik.

 “Mudah-mudahan dengan membersihkan kedua saluran air ini, lahan-lahan pertanian kami tidak lagi terendam air hujan. Karena, kalau kondisi ini (gagal panen) terus menerus terjadi maka kami akan mengalami kerugian besar dan kehilangan matapencaharian,” lirihnya.

Lebih jauh, dirinya berharap permasalahan yang dihadapi petani di Desa Sungai Batang itu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mempawah. Hendaknya pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat mencari solusi tepat dengan membuat sistem irigasi di lahan pertanian Desa Sungai Batang.

 “Kami sangat berharap ada dukungan dari pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan ini. Sebab, selama ini kami hanya mampu berusaha semaksimal mungkin menangani permasalahan ini dengan cara-cara manual,” tukasnya.

Sementara itu, Petugas Lapangan POPT Kabupaten Mempawah, M. Taufik menilai upaya petani Desa Sungai Batang dalam mengatasi persoalan sistem irigasi tersebut sudah tepat. Diperlukan saluran yang baik agar air yang merendam lahan pertanian bisa mengalir keluar.

 “Kalau salurannya mampet maka air akan tergenang di lahan-lahan pertanian. Makanya, saluran air itu harus selalu dirawat dan dijaga agar aliran air lancar,” ujarnya.

Taufik pun mengaku prihatin dengan permasalahan yang sedang dihadapi petani Desa Sungai Batang. Mengingat, permasalahan sistem irigasi yang kurang baik itu berdampak negatif terhadap kerugian para petani.

 “Mudah-mudahan masalah pengelolaan irigasi ini dapat segera diatasi. Intinya pengelolaan irigasi pertanian di Desa Sungai Batang ini harus lebih baik lagi,” tukasnya.(wah)

 

Berita Terkait