Ratusan Elektronik Bekas Diamankan dari Pelintas di PLBN Entikong

Ratusan Elektronik Bekas Diamankan dari Pelintas di PLBN Entikong

  Selasa, 27 December 2016 17:05
ELEKTRONIK: Ratusan elektronik yang rusak dan tidak terpakai disita dari penumpang kendaraan umum antar Negara di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong

Berita Terkait

ENTIKONG- Petugas Bea Cukai Entikong kembali mengamankan barang-barang ilegal berupa barang elektronik asal Malaysia dari mobil yang melintas di PLBN Entikong, Senin (26/12) lalu.

“Adapun barang bukti yang diamankan berupa 92 handphone, 12 tablet, 6 laptop dan satu camera digital,"  kata Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Entikong, Tedy Kusuma Wijaya, Selasa (27/12).

Tedy menjelaskan kronologis penindakan upaya pemasukan barang elektronik tersebut yakni, Pukul 08.00 Wib melintas mobil dari arah Malaysia yang melintas di PLBN Entikong.

“Setiap kendaraan yang masuk dari Malaysia, diperiksa barang bawaanya oleh anggota Bea dan Cukai di PLBN Entikong. Satu per satu tas penumpang diperiksa dan ditemukan 34 buah handphone bekas dan 10 tablet bekas,"  jelasnya.

Menurut dia, tas itu milik TKI berinisial MN dan H selanjutnya, oleh petugas mobil tersebut kemudian dikawal menuju kantor untuk diperiksa lebih mendalam.

“Setelah diperiksa  mendalam tidak ditemukan baran-barang illegal, sehingga mobil itu dipersilahkan melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Tedi  menegaskan, terhadap kasus tersebut pihaknya masih melakukan penelitian lebih lanjut.Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan coba-coba membawa barang elektronik bekas atau limbah. Karena terhadap barang tersebut sudah jelas merupakan barang larangan pembatasan dari departemen perdagangan. Sampai saat ini pemilik barang itu tidak ditahan namun diberikan peringatan keras, dan terhadap elektronik bekas itu disita untuk dimusnahkan.

Diungkapkan Tedi, sepanjang tahun 2016 ada delapan kasus upaya pemasukan elektronik bekas dari Malaysia. kebanyakan hasil mulung oleh TKI yang bekerja di Sarawak. barang bekas itu akan dibawa pulang ke daerahnya untuk dijadikan oleh-oleh.

“Elektronik bekas di Malaysia memang tidak ada nilainya, namun di Indoensia dianggap ada nilai jualnya. Menyebabkan para TKI tergiur untuk membawanya pulang,” beber Tedi.

Peningkatan pengawasan di pintu perbatasan khususnya di PLBN Entikong mengantisifasi arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru, serta untuk mencegah masuknya barang berbahaya seperti Narkoba karena itu Bea dan Cukai Entikong memperketat pengawasan dan semua kendaraan diperiksa. (agus alfian)

Berita Terkait