Ratusan Anak Rayakan Peringatan HAN

Ratusan Anak Rayakan Peringatan HAN

  Kamis, 11 Agustus 2016 10:07
HARI ANAK: Suasana peringatan HAN 2016 sederhana namun khidmat. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2016 di Kabupaten Mempawah berlangsung hikmad dan sederhana. Dihadiri ratusan anak-anak, peringatan tiap tanggal 23 Juli itu dipusatkan di Lapangan Futsal Desa Sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit, Rabu (10/8) pagi. Acara peringatan itu dihadiri Wakil Bupati, Gusti Ramlana.

 
“Sejatinya peringatan HAN dilaksanakan setiap tanggal 23 Juli. Namun, banyaknya kegiatan hingga baru bisa kita laksanakan hari ini (kemarin). Untuk lokasi peringatan HAN, dilakukan secara bergantian di kecamatan. Kali ini dipusatkan di Sungai Kunyit,” terang Kepala Badan KBPPPAPMPD, Ikke Wicaksono dalam laporan singkatnya.

Ikke mengungkapkan, dalam perayaan HAN 2016 ini pihaknya telah melaksanakan sejumlah kegiatan. Dimulai dengan Forum Anak Daerah (FAD) yang berlangsung sejak tanggal 11-14 April di Wisma Chandramidi Mempawah. Agendanya, pemilihan Ketua FAD dan empat duta yakni Kesehatan, Pendidikan, Partisipasi dan Perlindungan.

“Bahkan pada FAD tingkat Provinsi Kalimantan Barat, ditetapkan Duta Pendidikan Mempawah mengikuti Forum Anak Nasional yang dipusatkan di Kupang pada tanggal 19-22 Juli lalu. Kegiatan lainya seperti sosialisasi, narasumber kegiatan pengurangan pekerja anak hingga fasilitator pesantren ramadhan, juga telah  dilaksanakan,” paparnya.

Sementara itu, Wabup Gusti Ramlana menyebut, anak merupakan hadiah sekaligus amanah  dari Allah SWT untuk dijaga dan dibesarkan dengan sebaik mungkin. Ada hak dan kewajiban yang  harus dipenuhi para orang tua kepada anak-anaknya.

“Kita harus bekerja keras untuk memenuhi hak dan perlindungan anak secara optimal. Seperti pada bidang kesehatan maupun pendidikan. Saat ini, masih banyak anak yang tidak sekolah lantaran harus bekerja membantu perekonomian keluarga,” ungkapnya.

Bukan itu  saja, timpal Ramlana, maraknya kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab, pelaku kekerasan itu sendiri kerap orang terdekat yang ada di lingkungan anak itu sendiri.

“Semua itu bisa kita cegah dengan menciptakan lingkungan yang kondusif. Nah, lingkungan kondusif di mulai dari keluarga. Sebab, lingkungan keluarga lah yang menentukan tumbuh kembang anak,” pendapatnya.

Ramlana menilai peringatan HAN setiap tanggal 23 Juli dilaksanakan dengan memperhatikan peristiwa dan kejadian yang di alami anak-anak. Berita kekerasan hingga ekploitasi terhadap anak semakin kencang di sampaikan media. Makanya, tema peringatan kali ini ‘akhiri kekerasan terhadap anak’.

“Lebih  luas, makna peringatan HAN untuk meningkatkan kesadaran seluruh komponen bangsa bahwa anak gerenasi penerus cita-cita pembangunan bangsa. Sudah seharusnya anak dibekali dengan moral, keimanan, kepribadian, jiwa dan semangat kebangsaan yang kokoh,” tegasnya.

Untuk itu, Ramlana menyerukan seluruh keluarga dan orang tua agar selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan pengasuhan. Supaya anak mendapatkan hak dan perlindungan yang maksimal.

“Berikan pencerahan dan keteladanan agar anak tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. Hingga menjadi generasi muda yang akan memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah,” harapnya.

Ramlana pun tak lupa berpesan kepada anak agar terus berprestasi, berkreasi dan berinovasi. Yang terpenting pula, tidak mudah terpengaruh dengan materi media yang negatif dan hiruk pikuk budaya asing yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kepribadian bangsa ini.

“Manfaatkan kemajuan teknologi seperti internet untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan yang pada akhirnya membentuk kecerdasan. Serta jauhkan diri dari peredaran narkotika maupun hal negatif lainya yang tidak memberikan manfaat yang baik,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait