Raskin Belum Distribusi Bulog Stabilkan Harga

Raskin Belum Distribusi Bulog Stabilkan Harga

  Kamis, 21 January 2016 10:13
OPERASI PASAR: Tumpukan beras yang dipersiapkan Bulog untuk operasi pasar. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Beras Miskin (Raskin) belum masa pendistribusian. Karena itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga.“Raskin belum jalan, maka kita gelar operasi pasar untuk membantu masyarakat,” kata Kepala Seksi Pelayanan Publik Perum Bulog sub divisi regional  Sintang, Agus, Rabu (20/1).Menurut Agus pendistribusian Bulog baru berjalan diperkirakan pada Maret. Operasi pasar yang dilaksanakan, lanjut dia, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Lama waktu pelaksanaan tidak ditentukan. “Selama masyarakat masih membutuhkan, operasi pasar akan tetap berjalan,” katanya.

Bulog menjamin kualitas beras yang dijual dalam operasi pasar. Sementara harga jualnya lebih murah dibanding harga pasar. “Kita meringankan daya beli masyarakat,” kata Agus.Agus merinci tiap kilogram harga jual beras dalam operasi pasar seharga Rp8400. Kualitasnya setara dengan harga Rp12 ribu, yang dijual dipasaran. Penjualannya, tidak terbatas dan ditujukan kepada masyarakat umum.

Sementara untuk raskin, lanjut Agus, pada 2016 tidak ada perubahan dengan tahun sebelumnya pada priode Maret. Sementara untuk pada Mei diprediksi mengalami perubahan. Menyesuaikan dengan pendataan terhadap masyarakat penerima.Penyaluran raskin tahap pertama pada 2016, menurut Agus, diperuntukkan bagi 25.149 rumah tangga sasaran (RTS). Pendistribusian Bulog akan dilaksanakan sesuai ketentuan, dan penyalurannya sampai ke titik distribusi.

Wilayah pendistribusian raskin Bulog subdrive Sintang juga termasuk Kabupaten Melawi. Jumlah raskin yang harus disalurkan buat  12374 RTS. Jumlah tersebut sama dengan yang diperuntukkan pada 2015.Sementara pola pendisitribusian raskin, Bulog menyesuaikan dengan letak geografis. Jika terjangkau jalur darat, maka pendistribusian tidak menempuh jalur air. Begitu sebaliknya. Pasalnya ada beberapa wilayah di Sintang, yang pendistribusiannya tidak bisa melalui darat.“Seperti distribusi ke kecamatan Serawai dan Ambalau, kita harus melalui jalur sungai. Akses daratnya tidak memungkingkan. Kecuali Serawai saat jalan kering, dengan masa tempuh sehari perjalanan,” kata Agus. (stm)   

Berita Terkait