Rapat orang tua murid yang membuat semua malu dan terharu

Rapat orang tua murid yang membuat semua malu dan terharu

  Rabu, 22 June 2016 13:38   1

Oleh : Eka Riani 

Pukul 9 di hari sabtu, orang tua murid mulai masuk kedalam ruangan kelas disekolah, beberapa orang tua murid melihat sopan santun, ada juga orang tua yang kelihatanya sombong, ada juga yang kelihatannya berhati-hati. Pada saat guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara. Pintu yang baru saja di tutup terbuka kembali perlahan-lahan seorang pria paruh baya badannya kotor penuh dengan debu muncul dibalik pintu. Dengan wajah tersenyum beliau mengucapkan salam dan meminta maaf karena datang terlambat. Kehadirannya menarik perhatian orang tua murid lainnya. Dia mengenakan pakaian kerja yang sudah luntur serta penuh bercak cat, celananya pekat dengan debu. Dia memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur. Dia seperti baru pulang dari kerja bangunan. Guru itu berkata :”permisi, bapak siapa?” . Pria itu menjawab :”saya ayahnya Awaludin”. Guru itu terlihat terkejut tapi segera meminta pria itu mendatangi buku kehadiran. Ayah dari awaludin dengan muka tertunduk berkata : “maaf pak guru saya tidak dapat membaca dan menulis”. Para orang tua murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan. sang guru tersebut pun berkata :”tidak apa-apa, saya yang akan membantu bapak tanda tangan”.

Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan tujuan diadakannya rapat orang tua murid adalah supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mendidik anak serta kesannya selama mendidik anak. Ada 3-4 orang tua murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik anak mereka dengan ketat. Supaya mereka mau menulis PR mereka, membantu anak mereka mencarikan guru les tambahan dll. Pada saat guru tersebut meminta ayah dari Awaludin untuk berbicara, ia memperkenalkan. Awaludin adalah seorang anak murid yang teladan dengan nilai terbagus dikelas serta mewakili sekolah dalam ikut cerdas cermat. Pelajaran matematika selalu diperoleh nilai terbaik. Ia tidak pernah terlambat, selalu bersikap baik terhadap teman-temannya. Mari bersama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Awaludin mendidik anaknya.

Tidak sedikit orang tua murid lainnya tampak kaget, bapak yang tidak terpelajar namun mempunyai anak yang hebat. Ayahnya Awaludin dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan. Ia sedikit tertunduk tidak begitu berani menatap mata para orang tua murid lainnya. Ini perkataanya :”saya hanya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya setiap kali pulang kerja, tidak perduli seberapa capeknya saya pasti akan duduk di samping dia untuk melihatnya mengerjakan PR yang ada”. Suatu hari anak saya bertanya kepada saya :”Ayah setiap hari melihat saya mengerjakan PR, apa ayah mengerti apa yang saya kerjakan”. Saya berkata :”ayah tidak mengerti”. Kemudian anak saya bertanya :”Ayah, jika tidak mengerti bagaimana ayah atau saya mengerjakannya dengan benar atau tidak”. Saya berkata :”jika kamu mengerjakannya dengan cepat, maka ayah tau bahwa soal ini sangat mudah, Jika kamu menyalakan kipas angin, mengambil minum maka ayah tau bahwa soal tersebut susah”. Saya seorang buruh bangunan, suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yang saya bangun, saya bertanya kepada anak saya. Apakah kamu mau tinggal di rumah yang tinggi, besar dan indah serta mengendarai mobil bagus? Anak saya menganggukan kepalanya. Saya berkata :”oleh karena itu kamu harus belajar dengan baik”.

Saya tidak sekolah, tidak dapat membaca dan menulis, saya tidak tau bagaimana cara-cara hebat mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya. Anak saya senang jongkok di samping saya pada saat saya bekerja. saya tidak memberikan uang jajan kepada anak, ia tidak bermain internet, juga tidak belanja macam-macam, dia sering membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah.

Setelah selesai ia membungkuk memberikan hormat kepada sang guru dan orang tua murid lainnya. Keadaan terpaku tak bergeming, hati mereka sangat tersentuh mendengar cerita dan perkataannya. Ayah ini meskipun tidak memiliki pendidikan yang tinggi dan tidak dalam keadaan yang cukup tetapi ia sangat hormat kepada guru dan orang tua murid. Dia juga suka menemani anaknya, ini adalah cara dia berhasil dalam mendidik anak. 

Jurusan : Syari’ah Al-ahwal Al-syakhsiyyah (Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah) Semester 2