Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kalbar

Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kalbar

  Kamis, 28 July 2016 09:30
MEMBUKA: Gubernur membuka rakor dewan ketahanan pangan kalbar. MADE FRANSI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

GUBERNUR Kalimantan Barat, Drs Cornelis MH, membuka rapat koordinasi (rakor) Dewan Ketahanan Pangan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu pagi, 27 Juli 2016. Rakor mengusung tema ‘membangun sinergi program pangan dan gizi menuju kemandirian dan kedaulatan pangan.’ Forum dihadiri bupati / wali kota se-Kalbar sebagai ketua dewan ketahanan pangan kabupaten/kota, serta unsur-unsurnya. Kegiatan juga ikuti seluruh SKPD terkait yang merupakan kelompok kerja teknis dewan ketahanan pangan Kalbar.

 
Tidak seimbangnya pertambahan penduduk dengan produksi pangan, serta perubahan iklim yang radikal menyebabkan krisis pangan di dunia. Karenanya, gubernur meminta kebijakan pangan dikawal dengan serius. Menurutnya, New Zealand dan negara-negara Asia (Myanmar, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia) tidak akan mengalami kelaparan, karena produk pangan masih dapat tumbuh baik di sana. Kalbar pun masih bisa tumbuh tanaman pangan, seperti sagu, selain padi.

“Pangan itu tidak hanya beras. Saya tidak sependapat kata ketahanan pangan, saya lebih cenderung bagaimana kita mandiri dalam pangan. Kalau mandiri pangan, yang kita makan bukan dari luar, tapi hasil masyarakat sendiri. Kalau tahan pangan, ada duit, kita boleh beli dari luar, seperti Vietnam, Kamboja, China,” ujarnya.

Ia menekankan, pangan erat kaitannya dengan gizi. “Pangan ini masalah strategis, kalau salah kelola, anak-anak mau jadi apa? Apa yang kita makan itu bergizi atau tidak. Kalau cukup pangan, gizi baik, bisa ciptakan generasi cerdas,” katanya.

Gubernur meminta semua pihak terkait kerja sungguh-sungguh, sehingga dapat mengantisipasi krisis pangan akibat pertumbuhan penduduk tidak terkendali dan perubahan iklim radikal. “Mari pertahankan, tingkatkan masalah pangan. Bukan semata-mata nasi, tetapi juga ada ikan, telur, daging, sayur,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daeraeh Provinsi Kalbar (Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan), Dr M Zeet Hamdy Assovie MTM, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kalbar (Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Kalbar), Ir Anggraito MM menyampaikan, rakor untuk mengevaluasi kinerja pembangunan pangan gizi provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, untuk mengkoordinasikan pembangunan pangan dan gizi; serta membangun sinergi program pangan dan gizi.

“Kelompok kerja ahli dewan ketahanan pangan akan memaparkan rekomendasi dan penyelarasan kebijakan strategis rencana aksi daerah pangan dan gizi. Dewan Ketahanan Pusat menyampaikan paparan terkait kebijakan strategis rencana aksi nasional pangan dan gizi,” katanya.

Tambahnya, “Forum tersebut merupakan kesempatan untuk mengkoordinasikan program pangan dan gizi di wilayah kita. Karenanya pada sesi diskusi diminta peran aktif seluruh peserta untuk memperkaya materi rakor, sehingga rumusan yang dihasilkan benar-benar mengambarkan kemampuan daerah untuk menyelesaikan permasalahan dalam membangun pangan dan gizi, sehingga ke depannya kinerja daerah terkait pangan dan gizi akan lebih baik.” (d1)

Berita Terkait