Rangkul Calon Pelapak Sebanyak-banyaknya

Rangkul Calon Pelapak Sebanyak-banyaknya

  Rabu, 13 April 2016 09:16
KUNJUNGAN: Mitra join bisnis Bukalapak.com saat melakukan kunjungan ke Redaksi Pontianak Post, Selasa (12/4). HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK- Bisnis online dari hari ke hari kian populer. Beragam situs populer  di masyarakat, dari yang menjual produk hingga yang cuma menyediakan tempat. Salah satunya di Bukalapak.com. Melalui situs online ini, para pelaku usaha bisa menjual aneka produk. “Berbeda dengan situs belanja online lainnya, Bukalapak.com tidak menjual produk apapun, melainkan hanya menyediakan space untuk pelaku usaha mempromosikan produk mereka,” ucap Aldi Agam, dari Onix, yakni mitra join bisnis Bukalapak.com.

Situs marketplace di Indonesia ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan pengusaha dan pembeli dalam bertransaksi. Salah satunya dengan menambah fitur pembayaran dengan menggandeng salah satu ritel ternama di Indonesia. “Untuk bergabung sangat mudah, cukup registrasi dan dan upload foto produk yang dijual,” jelasnya saat bertandang ke Pontianak Post (12/4).

Berbeda ketika menyewa toko, bergabung dengan situs tersebut pelaku usaha tidak dikenakan biaya registrasi. Lantas dari mana keuntungannya? Keuntungan didapat dari tiga digit dari belakang, dari harga yang ditawarkan. “Contohnya ketika pelaku usaha menjual produk 10 ribu rupiah, harganya menjadi Rp. 10.750. 750 rupiah inilah yang menjadi keuntungan,”jelasnya.

Menjaga keamanan transaksi, Bukalapak memberikan berbagai aturan dalam bertransaksi. “Seller tidak boleh memasukkan nomor HP, ataupun medsos mereka. Jadi saat transaksi itu seller dan customer tidak terjalin kontak langsung, melainkan customer melakukan pembayaran ke rekening Bukalapak, ketika barang sudah dikirim, baru Bukalapak mentransfer ke penjual,” ucap dia.

Customer juga mendapatkan perlindungan konsumen. Jika ada transaksi yang tidak sesuai dengan kesepakatan, bisa melakukan pengaduan di hotline, ataupun di email yang sudah ditentukan.

“Sayangnya selama ini masih banyak yang salah tempat mengadu. Padahal sudah disediakan tempatnya, agar memudahkan kami menindaklanjuti,” ucapnya yang mengatakan jika pelapak melakukan kesalahan akan mendapatkan sanksi dari teguran sampai dikeluarkan dari fasilitas Bukalapak.

Saat ini sudah ada sekitar 700 ribu lebih pelaku usaha yang bergabung. Khusus di kota Pontianak sudah ada dua, sementara yang baru registrasi ada 35 orang. “Omzet satu bulan bisa mencapai 1 triliun. Kami juga punya tim survey di setiap wilayah, untuk memastikan kebenaran produk,” ulasnya.

Transaksi akan dianggap selesai setelah pembeli memberikan feedback kepada pelapak. “Apabila pembeli menyukai layanan pelapak tersebut, berikan feedback positif dan isi kolom testimoni dengan tanggapanmu mengenai pelapak. Ini akan memberikan informasi kepada pembeli mengenai kredibilitas pelapak itu sendiri. Semacam rating, ada BL user, pedagang, juragan, hingga top seller,” jelasnya yang mengatakan produk fashion cukup diminati.

Bukalapak juga merangkul pelapak untuk melakukan perbaikan bisnis atau penjualan. Salah satunya dengan membuat komunitas bukalapak. “Komunitasnnya sudah ada di beberapa kota, di Kalimantan baru ada di Banjarmasin, mungkin menyusul Kota Pontianak,” jelas dia.

Hari Sabtu dan Minggu nanti, Bukalapak juga mengadakan seminar terkait cara berjualan di situs online tersebut yang akan berlangsung di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa Untan, Jalan M. Isja. “Tak hanya itu saja, kami juga akan berbagi dan edukasi terkait bagaimana promosi, kemasan produk dan marketing kepada calon pelapak,” pungkasnya. (mrd)

Berita Terkait