Rangka Beres, Elektronik Bermasalah. Mesin Baru Honda Untuk Tim Satelit

Rangka Beres, Elektronik Bermasalah. Mesin Baru Honda Untuk Tim Satelit

  Sabtu, 13 February 2016 09:02
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

PHILLIP ISLAND--Hasil uji coba pra musim perdana MotoGP di Sepang memberikan sinyal lampu kuning kepada Honda. Secara overall dua bintangnya Marc Marquez dan Dani Pedrosa mengakhiri sesi tiga hari itu dengan menduduki posisi 5 dan 11 secara beruntun pada daftar rider tercepat. Honda mengakui sistem elektronik anyar menjadi sandungan terbesar dalam pengembangan motor generasi terbaru.

Dari hitungan selisih waktu dengan pembalap tercepat Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) jarak kedua rider Repsol Honda memang bukan main-main. Marquez 1,3 detik, sedangkan Pedrosa 1,8 detik. Andai balapan dilakukan di Sepang di saat yang sama uji coba dilakukan, bisa dipastikan kedunya kalang kabut mengejar Lorenzo, atau Valentino Rossi.

Honda, pada awalnya, mengarahkan pengembangan mesin RC213V untuk mengurangi karakternya yang terlalu binal tahun lalu. Namun tak bisa dipungkiri bahwa perilaku mesin punya keterkaitan langsung dengan sistem elektronik. Dalam hal ini Honda mengalami kesulitan menemukan setingan yang cocok dengan mesin mereka dibandingkan Yamaha dan Ducati.

’’Yang pasti, isu terbesarnya adalah mengadaptasikan sistem elektronik yang baru dengan mesin kami,’’ ujar Bos Repsol Honda Livio Suppo. Dari uji coba tiga hari di Sepang, lanjutnya, para insinyur memperoleh banyak pelajaran dan telah mengambil langkah-langkah penting untuk mendapatkan solusinya.

Kesan pertama yang diberikan para rider pabrikan adalah mesin baru tersebut tidak cukup memenuhi keinginan mereka. Namun Suppo menyebut, dengan tumpukan informasi yang diperoleh kini arah pengembangan mesin menjadi semakin terang. Sisi positifnya, mesin generasi pertama spek 2016 akan diberikan kepada rider tim satelit, yakni Cal Crutchlow (LCR Honda) dan Tito Rabat (Marc VDS).

’’Dua rider itu senang dengan evolusi mesin 2016 yang kami bawa ke Sepang,’’ papar Suppo. Sejak hari kedua uji coba motor tunggangan Crutchlow dan Rabat telah dipasangi mesin baru tersebut. Alhasil, Crutchlow mencatatkan lap terbaiknya. Sayang Rabat mengalami kecelakaan dan gagal melanjutkan uji coba. ’’Tapi semua rider yang menjajal mesin itu mengaku menemukan sesuatu yang positif,’’ tandasnya.

Dengan kondisi itu apakah saat ini Honda akan menggunakan mesin dengan spek baru sebelum batas akhir penyegelan jelang seri pertama di Qatar? Suppo tidak menukasnya. Menurutnya, selama masih ada peluang untuk melakukan perbaikan pada sisi perangkat keras, para teknisi Honda akan berjuang semaksimal mungkin. ’’Tapi aku rasa jarak yang begitu jauh dari Jorge dan Vale adalah perkara elektronik,’’ yakinnya.

Meski fokus Honda kini terkuras untuk urusan mesin dan elektronik, soal rangka motor pabrikan Jepang itu sudah tidak ada masalah. Meskipun Marquez masih perlu meyakinkannya lagi saat uji coba di Phillip Island pekan depan. ’’Marc menjajal rangka standar Honda (2015). Rangka yang juga dipakai Dani dan semua pembalap satelit,’’ ungkapnya dilansir Crash.

Karena perubahan ban ke Michelin musim ini, Honda ingin memahami adanya keuntungan sasis lama saat dipasangi ban baru. ’’Tapi aku rasa saat ini soal sasis bukan isu besar lagi,’’ pungkasnya.

Soal mengejar ketertinggalan Aprilia punya masalah lebih besar dibandingkan Honda. Tahun ini pabrikan Italia itu akan membawa mesin yang sama sekali baru dibandingkan generasi tahun lalu. Mesin 2015 merupakan pengembangan dari motor yang diturunkan di ajang Superbike, bukan prototipe murni.

Namun, di Sepang mereka turun tanpa mesin baru dan hanya fokus untuk mendapatkan feeling pada ban Michelin. Padahal mesin prototipe sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari. Ternyata ada dua alasan. Pertama, mereka mengubah filosofi pengembangan mesinnya di tengah jalan. Saat ini Aprilia berganti menggunakan crankshaft (bandul mesin) dengan sistem konter-rotasi. Teknik yang juga dipakai Yamaha dan kabaranya Ducati.

Counter-rotation crankshaft diyakini membuat mesin menjadi lebih gesit karena gerak crankshaft yang melawan efek putaran roda (gyroscopic). Alasan kedua adalah keterlambatan pengiriman sejumlah suku cadang dari para pemasok. ’’(Keterlambatan) itu biasa terjadi di dunia balap,’’ kata Manajer Balap Aprilia Romano Albesiano.

Sebagai kompensasinya Aprilia tengah menyiapkan jadwal ketat untuk mengejar keterlambatan. Karena itu mereka memilih absen dari uji coba kedua di Australia pekan depan. Mereka akan menurunkan RS-GP generasi baru untuk kali pertama di uji coba privat di Qatar.

Aprilia juga berambisi menurunkan bobot motor mereka hingga 10 kilogram. Meski target tersebut tidak akan langsung bisa didapat saat seri pertama di Qatar. ’’Mungkin sekitar pertengahan musim,’’ tandasnya. (cak)

Berita Terkait