Ramadan & Idulfitri Bawa Perubahan Mendasar

Ramadan & Idulfitri Bawa Perubahan Mendasar

  Senin, 11 July 2016 09:30
FOTO KELUARGA: Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dan Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bersama istri dan putra-putranya pada open house di rumah dinas. Humas Kota Pontianak dan Made Frans

Berita Terkait

WALI Kota Pontianak, Sutarmidji, berharap ada suatu perubahan mendasar pada masyarakat, khususnya pemeluk agama Islam, setelah menjalani puasa selama Ramadan, hingga merayakan Idulfitri 1437 H. “Puasa membekas pada diri kita, dengan perubahan ke arah lebih baik. Kepedulian sosial kita makin baik. Peningkatan pemahaman agama makin baik, sehingga toleransi antar umat beragama dan etnis makin baik pula. Karena Islam, rahmatanlilalamin. Rahmatnya untuk seluruh umat. Itu yang harus diimplementasikan,” jelas Sutarmidji.

Hal tersebut disampaikannya pada sela-sela open house di rumah dinasnya, Jl Abdurahman Saleh No.58 (BLKI), Kamis, 7 Juli 2016. Wali kota menggelar open house selama tiga hari; dua hari pada rumah dinas (6-7/7) dan satu hari pada kediaman pribadi (8/7). Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, juga menggelar open house di rumah dinasnya, Jl KS Tubun No.9, selama dua hari (6-7/7).

Menurut Sutarmidji, tahun ini, antusias masyarakat untuk beribadah selama bulan suci Ramadan semakin baik. “Masjid makin ramai, mudah-mudahan setelah Ramadan, masjid tetap ramai,” katanya, “Idulfitri ini ramai yang salat, mudah-mudahan itu cerminan hasil tempaan Ramadan.”

Ia menambahkan, Idulfitri menjadi momen untuk saling bersilaturahmi, berkunjung satu sama lain. Terkait pemanfaatan media sosial untuk bersilaturahmi, menurutnya bisa saja, jika tinggal berjauhan, tetapi jika berdekatan, lebih baik saling mengunjungi. “Agar keakrabannya lebih terasa. Kalau pakai media sosial, kita tidak bisa komunikasi langsung,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan, media sosial terkadang dimanfaatkan segelintir orang untuk ajang provokasi, kebencian, atau intoleransi. “Jangan diikuti, itu hanya dilakukan segelintir orang, kadang tidak dipandang umat yang lebih besar,” kata Sutarmijdi.

Menurutnya, bagaimana pun difitlter, orang seperti itu tetap ada, tapi tidak banyak. “Orang yang anti kemapanan, ketertiban, dan keamanan tetap ada. Dia senang, kalau memang suatu daerah tidak aman, kita jangan terpancing. Karena ketidakstabilan suatu kawasan akan berpengaruh pada perekonomian dan kehidupan. Akhirnya kita tidak bisa menjalankan ajaran agama dengan baik,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, melalui open house ia bisa bersilaturahmi dengan berbagai pihak secara leluasa. “Sebagai pejabat publik yang waktunya terbatas, open house ini jadi momen bagus untuk silaturahmi dengan masyarakat luas. Waktunya pun lebih efisien. Kita yang sudah lama tidak ketemu, bisa bersilaturahmi di sini,” pungkasnya, saat diwawancara untuk salah satu program TVRI, pada sela-sela open house hari pertama di rumah dinasnya. (*)

Berita Terkait