Rakyat Terlalu Sedih sampai Depresi

Rakyat Terlalu Sedih sampai Depresi

  Minggu, 16 Oktober 2016 09:55
BERKABUNG: Seorang perempuan memegang sebuah potret raja Thailand, Bhumibol Adulyadej di luar istana Bangkok, tadi malam. MANAN VATSYAYANA / AFP

Berita Terkait

KERAJAAN Thailand modern yang memadukan kekuasaan raja dan pemerintahan sipil tercipta seiring naiknya Raja Bhumibol Adulyadej ke takhta pada 1946. Sejak saat itu, pemimpin monarki bergelar Rama IX tersebut sangat mendominasi Thailand. Karena itu, begitu Bhumibol mangkat dalam usia 88 tahun, Negeri Gajah Putih menjadi goyah. 

Berdasar Undang-Undang (UU) Suksesi Kerajaan 1924, seharusnya Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn langsung naik takhta pada 13 Oktober 2016 saat sang ayah tutup usia. Apalagi, satu-satunya anak lelaki Bhumibol itu resmi ditunjuk sebagai ahli waris takhta pada 28 Desember 1972. Saat itu sang pangeran berusia 20 tahun. Tapi, dengan alasan masih berduka, Vajiralongkorn menunda suksesi.

Keputusan Vajiralongkorn tersebut memantik gejolak politik dan ekonomi di dalam negeri. Untuk sementara, kekuasaan tertinggi berada di tangan Prem Tinsulanonda. Konstitusi Thailand menyebutkan bahwa sampai raja bertakhta, ketua Privy Council atau Dewan Penasihat berwenang memimpin monarki. Prem yang bergelar jenderal dan pernah menjadi perdana menteri (PM) Thailand itu adalah salah satu orang kepercayaan Bhumibol.

”Prem punya peran penting dalam kerajaan dan pemerintahan sejak 1980. Dia merupakan tangan kanan Bhumibol,” kata Patrick Jory, pakar Thailand sekaligus dosen di University of Queensland Australia. Untuk menjalankan pemerintahan, Prem bakal bersinergi dengan PM Prayuth Chan-o-cha. Sebab, Prayuth lebih banyak berperan dalam pemerintahan.

Di tengah ketidakpastian pemerintahan karena suksesi tertunda, rakyat Thailand menjalani 30 hari masa duka. Kemarin (15/10), pada hari kedua, ratusan warga memanfaatkan layanan medis yang disediakan pemerintah. Layanan yang paling laris adalah konsultasi trauma. Sebab, ratusan rakyat yang terlalu sedih ditinggalkan Bhumibol mulai depresi. Untung, pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut.

”Sampai sekarang, ada 200 warga yang tak bisa mengendalikan emosi hingga mengalami sesak napas. Pada kasus seperti itu, kami menenangkan mereka dengan cara mengajak berbicara,” kata Dirjen Departemen Kesehatan Mental Thailand Boonruang Triruangworawat. Mereka yang tidak mempan ditenangkan lewat metode curhat terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Untuk membantu warga mengatasi duka, pemerintah yang diwakili Kementerian Kesehatan Masyarakat menyediakan hotline. ”Mereka yang terlalu larut dalam duka dan butuh saluran untuk mengungkapkan emosi bisa mengontak kami,” tutur Jubir Kementerian Suwannachai Wattanayingcharoenchai. Selain itu, kementerian menyediakan situs khusus bagi warga yang ingin curhat secara tertulis.

Kemarin ada puluhan ambulans dan tenda layanan medis yang disediakan di sekitar Grand Palace. Ribuan warga antre untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Bhumibol yang bersemayam di sana. Pemandangan seperti itu bakal berlangsung selama berbulan-bulan hingga sang raja dikremasi dalam prosesi resmi. Sejak Kamis, Thailand memberlakukan masa berkabung nasional sampai setahun ke depan.

Lantaran harus antre di bawah terik matahari dan dalam balutan kaus atau baju hitam, ada banyak warga yang pingsan. Karena itu, tim medis membagikan lidi yang salah satu ujungnya dililiti kapas kepada warga di sekitar Grand Palace. Sebelum dililitkan di ujung lidi, kapas tersebut lebih dulu dicelupkan ke larutan amonia. ”Hal itu merupakan pertolongan pertama kepada mereka yang pingsan,” kata seorang relawan.

Sementara itu, pakaian hitam menjadi barang yang paling laris di Thailand sejak Kamis. Bukan hanya warga, para wisatawan asing di sana juga memborong kaus atau baju hitam. Kemarin Kementerian Perdagangan memperingatkan pabrik-pabrik garmen agar bisa menstabilkan ketersediaan pakaian hitam. Sebab, masa berkabung nasional masih panjang.

”Suplai pakaian hitam mungkin mulai berkurang pada pekan ini. Tapi, produsen menjamin ketersediaannya dan dipastikan tidak habis di pasaran. Mereka menjamin kestabilan harga. Tidak akan ada pakaian hitam yang dijual dengan harga di atas normal,” papar Dirjen Perdagangan Domestik Nuntawan Sakuntanaga seperti dilansir The Nation.

Pemerintah merasa perlu memperingatkan para pedagang soal harga pakaian hitam. Sebab, ada laporan masyarakat tentang praktik aji mumpung. Kemarin Nuntawan menegaskan bahwa para pedagang yang menjual pakaian hitam dengan harga selangit akan diganjar hukuman berat. Yakni, didenda 140 ribu baht atau Rp 51,8 juta dan dihukum tujuh tahun penjara. (AFP/Reuters/CNN/hep/c16/sof)

Berita Terkait