Rakus yang Terpuji

Rakus yang Terpuji

Jumat, 24 June 2016 09:30   874

ADA satu sifat yang kalau dimiliki oleh seseorang membuat kita tidak menyukainya, yaitu Rakus. Apa itu “ Rakus “. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, Rakus bisa berarti” Ingin memperoleh lebih banyak dari yang diperlukan ; loba ; tamak ; serakah “.

Tapi ada sifat Rakus yang disenangi oleh Allah, yaitu Rakus beribadah ,baik saleh sosial mapun saleh ritual “. Karena itu para sahabat Nabi SAW mempunyai keinginan yang sungguh – sungguh untuk menghabiskan sebanyak-banyaknya waktu mereka di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa dan mencari rahmat serta karunia-Nya. “ Zikir malam dan membaca Al Quran di malam hari adalah sarana mengantarkan anda ke dalam surga  yang dijanjikan. Cara ini nakan memberi motivasi dan dorongan kuat untuk bangun melaksanakan Qiyamul Lail “ ( Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya ).Allah SWT. berfirman “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabb kamu, dan kepada surga yang luasnya seluas langit dcan bumi . Yang disediakan untuk orang – orang yang bertaqwa “ ( Ali Imran 133 ) Umar bin Khattab RA mengatakan bahwa dirinya lebih senang menghabiskan malamnya dengan melakukan Qiyamul Lail ,membaca Al Quran dan memperbanyak ibadah. Ibnul Al Qayyim memberi nasehat “ Sibukkanlah dirimu dengan pencarian akhirat. Pencarian itu akan menjagamu setelah mati “.

Imam Ahmad selalu mengucapkan kata-kata untuk dirinya “ Wahai jiwaku, segeralah bangun melaksanakan ketaatan, jika  engkau terus tidur, engkau akan menyesali diri “ ( Manaqib Imam Ahmad ). Ali bin Bakkat berkata “ Sejak 40 tahun berselang, yang membuat aku bersedih tidak lain apabila fajar mulai terbit “ ( Ihya Ulumudiin ). “ Ada seorang saleh mengeluh, tentang singkatnya malam terasa baginya, sehingga belum merasa puas melakukan salat tahajjud di malam hari, karena terlalu cepat siang datang menjelang “ ( Al Maqriszy Mukhtashar Qiyamul Lail ).

Fudhail bin Iyadh mengakui “ Kala matahari terbebam, aku bergembira karena menyambut malam untuk berduaan dengan Tuhan. Kala matahari terbit, aku bersedih karena banyak orang menemuiku “ Imam Al –Mutahaif menuturkan “ Suatu malam aku bangun dan merenungi makna Al Quran. Lalu aku bandingkan amalku dengan para ahli surga. Ternyata kudapati bahwa amalan mereka begitu berat. Nyaris tidak ada malam yang berlaku tanpa mereka gunakan untuk beribadah. Setiap malam mereka senantiasa bersujud dan berdiri dihadapan Rabb mereka. Kulihat diriku bukanlah termasuk di antara mereka.” Imam Syafei diantara kiatnya beribadah “ Malam-malamnya dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama dipergunakan untuk mengarang,menulis karya – karya keislaman. Bagian kedua untuk qiyamul lail dan bagian ke tiga untuk istirahat “.Nabi SAW bersabda “ JIka kalian disuruh mengerjakan ketaatan ( kebaikan ) lakukanlah dengan segera. Menundanya adalah sifat orang munafik “.  

Pejuang sejati,kata Rasulullah ialah orang yang sungguh-sungguh mencurahkan segenap kemampuannya untuk beribadah kepada Allah dan mampu menahan syahwatnya . .Abdul Al Wahhab Al Sya’rani berkata “ Surga dan kebahagiaan hanya untuk orang yang beramal saleh, bukan untuk orang yang berangan –angan “.Abu Mada’in juga berutur “ Keselamatan di akhirat tidak akan diraih dengan lamunan dan harapan. Yang dapat menyelamatkanmu di akhirat adalah amal salehmu sekecil apapun . Janganlah kamu optimis bahwa keimananmu menjamin engkau memproleh rahmat-Nya. Sesungguhnya perolehan rahmat-Nya adalah amal saleh “.

Rasul SAW bersabda “ Jika kamu terus menyibukkan diri dengan Dzikrullah, selamanya para malaikat akan berjabatan tangan denganmu ditempat tidur dan juga di perjalananmu “.” Sering seringlah sujud dihadapan Allah, karena bila kamu melakukan satu kali sujud maka Allah akan mengangkatmu satu derajat karena sujud itu dan menghilangkan satu dosamu karena sujud itu “ ( HR.Muslim ). Rasulullah SAW misalnya  menganjurkan para sahabatnya, untuk mengkhatamkan membaca Al Quran seminggu sekali.Imam Ahmad bin Hanbal antara lain “ Dia mengkhatamkan membaca Al Quran setiap 7 hari sekali, disamping bacaannya dalam salat pada siang hari. Dia salat Isya pada akhir waktunya, lalu tidur sebentar. Setelah itu ia bangun untuk salat dan berdoa hingga subuh “ ( Tarikh Bagdad ).Nabi SAW bersabda “ Umatku yang paling mulia adalah yang memahmi Al Quran dan beribadah di malam hari “.

Seorang ulama berkata “ Siapa yang disibukkan oleh Yang Maha Perkasa dan Maha Memaksa, niscaya tidak ada seorang pun yang mampu memberinya waktu luang “. Allah SWT berfirman ( hadis qudsi ) “ Barangsiapa yang mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Bila ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan, bila ia mendekati-Ku dengan bejalan, maka Aku akan medekatinya dengan berlari “.

Wallahu’alam.

                                                         

Penulis; Tokoh agama Kabupaten Ketapang

Uti Konsen