Raksasa Di Depan Mata

Raksasa Di Depan Mata

  Kamis, 7 December 2017 10:00
Selebrasi: Para Pemain Manchester United berselebrasi setelah Marcus Rashford mencetak gol kedua ke gawang CSKA Moscow pada laga terakhir Grup A Liga Champions Rabu kemarin (6/12). United lolos ke fase knockout, babak 16 besar. Reuters/Jason Cairnduff

Berita Terkait

LONDON – Chelsea dan Manchester United hanya perlu semusim puasa dari Liga Champions. Sekali membuka kembali jalannya di Liga Champions, Chelsea dan United sama-sama berhasil lolos dari jebakan di fase grup. United baru memastikan tiket fase knockout-nya usai menang 2-1 atas CSKA Moscow, pada laga terakhir Grup A, Rabu dini hari kemarin WIB (6/12). 
Sedangkan, The Blues di Stamford Bridge, London, sudah lolos sejak matchweek kelima (23/11) hanya kehilangan kans memuncaki klasemen Grup C setelah ditahan Atletico Madrid 1-1. Dengan lolos sebagai runner up, Chelsea dan United mencoba mengembalikan lagi statusnya sebagai dua dari tiga klub Inggris yang pernah mengangkat Si Kuping Lebar. 
Nah, setelah lolos ke fase knockout, mudahkah jalan duo Inggris itu? Chelsea yang lolos sebagai runner up sudah ditunggu antara Barcelona, Paris Saint-Germain (PSG), Besiktas, plus Sevilla yang kemungkinan jadi pemuncak klasemen Grup E. ''Mereka yang takkan gembira saat harus bertemu dengan kami,'' koar pelatih Chelsea, Antonio Conte, dilansir ESPN. 
Conte sudah berani pongah, walau dia bukan pelatih yang berpengalaman bermain di 16 Besar Liga Champions. Karena, seumur-umur, ini baru kali kedua dia berhasil membawa skuad asuhannya ke fase knockout Liga Champions. Di Juventus, musim 2012-2013 dia sampai babak perempat final. 
Bukan hanya itu. The Godfather juga belum pernah sekalipun merasakan atmosfer ketika klubnya menghadapi Barca, PSG, dan Besiktas. Pengalaman berhadapan dengan klub-klub kuat di Liga Champions itu dianggapnya bisa jadi modalnya kali ini. ''Karena supaya jadi protagonis di turnamen sefantastik ini, Anda harus siap menghadapi klub-klub terbaik,'' klaim Conte. 
Playmaker Chelsea Eden Hazard pun sama saja. Hazard juga menganggap La Blaugrana dan PSG bukan sebagai kekuatan yang layak ditakuti di 16 Besar. Saat diwawancarai BT Sport, Hazard menyebut tak ada spesialnya duel melawan Barca atau PSG. ''Kami Chelsea, kami akan hadapi siapa pun,'' kata top scorer Chelsea di fase grup Liga Champions ini dengan tiga gol itu. 
''Kami sudah mengenal PSG dan Barca, mereka tim yang sangat bagus. Tapi, kami sudah siap untuk apapun, kami bisa melakukan apapun,'' tambah Hazard. Faktanya, Hazard sudah tiga musim yang lalu merasakan indahnya kemenangan atas Les Parisiens. Bahkan Hazard masuk di dalam skuad Chelsea yang kalah adu penalti dari Bayern saat Piala Super Eropa 2013-2014. 
Kesialan Hazard saat bersua PSG dan Bayern tersebut sejalan dengan tren Chelsea. Gary Cahill dkk cuma sekali menang dari lima duel terakhirnya kontra Barca di Liga Champions. Itu pun sudah terjadi pada leg pertama semifinal edisi 2011-2012. Dengan PSG, Chelsea cuma bisa sekali menang dari lima duel. Dengan Besiktas pun sudah terjadi pada 2003-2004 silam. 
Cukup lama bukan? Chelsea boleh pongah. Karena, dalam historinya di Liga Champions  klub milik Roman Abramovich ini baru sekali gagal lolos fase knockout dari 14 kali bermain di Liga Champions. Bandingkan dengan United yang persentase gagal lolosnya ke fase knockout-nya lebih besar. 
United, dari 21 kali bermain di Liga Champions, lima kali di antaranya cuma bertahan di fase grup. Seperti partisipasi terakhirnya pada 2015-2016. Itulah kenapa United berbeda dengan Chelsea. United tak meledak-ledak berkoar soal persaingan di 16 Besar. Potensi lawannya tidak jauh beda dengan Chelsea. 
Antonio Valencia dkk masih berpeluang bertemu juara bertahan Real Madrid dan runner up musim lalu Juventus. Selain itu, Bayern Muenchen yang selalu memutus asa United mentok di perempat final dua kali pada edisi 2009-2010 dan 2013-2014 kembali menghantui. Lainnya? Paling kuda hitam Sevilla yang bisa jadi penyulitnya. 
Hanya, kemenangan pada laga kandang ketiga sekaligus menjadi rekor unbeaten ke-40-nya di Old Trafford dalam segala ajang jadi modal berharga United. ''Saya pikir melawan klub-klun mana pun tidak masalah. Tim itu takkan melompat dengan gembira ketika melawan kami. Saya tak berpikir begitu,'' ungkap Jose Mourinho, pelatih United, dikutip situs resmi klub. 
Mourinho juga sudah pasrah dengan klub-klub lawannya. Maklum, dari 12 kali bermain di Liga Champions, tujuh kali dia melawan klub berat. ''Saya bukan orang yang mujur tiap kali drawing. Lebih baik saya diam, dan melupakannya karena kami baru bermain Februari,'' lanjut Mourinho. (ren)
 

Berita Terkait