Raih Pendapatan dari Usaha Sate

Raih Pendapatan dari Usaha Sate

  Kamis, 11 February 2016 08:22

Berita Terkait

Kuliner masih menjadi usaha yang cukup menjanjikan untuk diseriusi. Bahkan dari yang awalnya membuka lapak biasa, ada yang sampai memiliki cabang. Salah satunya usaha sate, yang menjadi salah satu makanan kegemaran masyarakat. Oleh :Marsita Riandini

MEMILIKI kemampuan membuat sate? Tak ada salahnya mencoba peruntungan lewat kuliner bakar-bakar ini. Seperti yang digeluti oleh Nurbani (42 tahun). Sudah tiga tahun ini dia berbisnis makanan yang menggunakan bahan baku kacang tanah, beras dan daging ayam ini.“Saya ingin membuat usaha, saya pikir sate menjadi salah satu yang cukup diminati. Ternyata pembelinya lumayan, terutama dari kalangan biasa hingga karyawan-karyawan di sekitar tempat jualan saya,” ucap dia yang berjualan di Jalan Alianyang ini.

Modal yang digunakan tidak terlalu besar, namun kata dia membutuhkan keuletan dalam berjualan. Sore hari dia sudah menyiapkan segala keperluan, terutama bahan baku. “Besok paginya baru potong-potong daging ayam, lalu ditusuk, biar ayamnya segar. Kemudian dibumbui, dan masak segala bumbu yang dibutuhkan,” ucapnya.Warung sate miliknya buka dari pukul 07.00 hingga 22.00. Tetapi tak jarang pula dia sudah tutup diwaktu sore hari. Harga jualnya 15 ribu rupiah. “Pembeli khan kadang-kadang ramai kadang juga tidak,” kata dia.

Setiap harinya dia tidak membuat terlalu banyak sate. Hanya berkisar antara 3 sampai 4 kilogram daging ayam saja. Untuk berhemat, dia memilih membeli dada ayam di pasaran meskipun harganya jauh lebih mahal.“Kalau beli dadanya khan dipakai semua, kalau beli satu ekor ada jeroannya, kaki, lehernya. Harga kalau dadanya saja 45 ribu saja,” terang dia yang mengeluh jika harga bahan baku naik.

Satu kilogram ayam, rata-rata menghasilkan 60 tusuk, biasa juga 50 tusuk tergantung besar kecil ukuran daging yang dipotong. “Harga ayam yang suka naik, juga berpengaruh dengan pendapatan. Sementara tidak bisa langsung menaikkan harga. Tapi bagi saya biar untung kecil, yang penting barang laris,” jelas dia yang mengatakan untuk satu kilogram beras, bisa menghasilkan 5 sampai 6 ketupat dengan ukuran yang lebih besar.

Memulai usaha ini, lanjut dia hal penting memiliki gerobak dan tempat. Gas juga menjadi bahan baku yang paling cukup banyak digunakan. Dalam dua hari paling sedikit tiga kilogram gas yang digunakan. “Untuk merebus ketupatnya paling tidak 4 jam baru masak. Itu yang membuat gas yang dibutuhkan banyak,” katanya.Saat menjual sate, lanjut dia sebaiknya sudah ada yang dibumbu dan dibakar. Sebab tidak semua konsumen rela menunggu lama sate matang dibakar. “Tetapi ada juga yang mintanya panas, jadi kita bakar. Tetapi seringnya mereka datang pesan yang sudah dibakar,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait