Rahadi Usman Terpilih jadi Ketua, Alumni IKIP PGRI Terbentuk

Rahadi Usman Terpilih jadi Ketua, Alumni IKIP PGRI Terbentuk

  Selasa, 1 December 2015 09:21
KEPENGURUSAN ALUMNI: Alumni IKIP PGRI Pontianak yang ada di Kabupaten Kayong Utara membentuk kepengurusan Alumni IKIP PGRI Pontianak, di SMK N 1 Sukadana, Minggu (29/11). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Alumni IKIP PGRI Pontianak yang ada di Kabupaten Kayong Utara membentuk kepengurusan mereka. Pembentukan tersebut dilaksanakan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di SMKN 1 Sukadana, Minggu (29/11). Mereka pun sepakat memilih Rahadi Usman.

Rahadi berhasil menyisihkan dua nama lain yang juga dicalonkan dalam musyawarah tersebut. Rahadi sendiri merupakan alumni angkatan 1999 yang saat ini bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara. Usai mendapat amanah tersebut, dia berjanji akan menjalankan amanah dengan baik.

“Amanah yang diberikan kepada saya ini akan menjadi tanggung jawab saya, akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Adapun tujuan dibentuknya kepengurusan ini agar kita tetap terjalin silaturahmi dengan baik, terutama dengan Alumni IKIP PGRI Pontianak,” kata Rahadi.

Dia pun berharap agar kepengurusan ini dapat didukung semua pihak, khususnya para alumni IKIP PGRI. Dengan wadah seperti ini, dia berharap agar pemikiran-pemikiran yang dimiliki para alumni dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, dalam memajukan dunia pendidikan Kabupaten Kayong Utara.

Pemilihan Ketua Alumni IKIP PGI tersebut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Dikmenumjur Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Tasfirani dan Ketua Umum Ikatan Alumni IKIP PGRI Aken. Pertemuan tersebut tentu saja dihadiri beberapa alumni yang ada di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang.

Dalam sambutannya Kabid Dikmenumjur Tasfirani sangat berharap dengan terbentuknya kepengurusan Alumni IKIP PGRI ini, para alumninya dapat bersumbangsih dalam memajukan dunia pendidikan. Apalagi dia juga sependapat jika IKIP PGRI Pontianak ini mencetak para pendidik yang saat ini sudah banyak tersebar di berbagai kabupaten, termasuk Kabupaten Kayong Utara.

“Paling tidak ada kontribusi untuk pendidikan, khususnya mencermati pendidikan yang ada di Kayong ini, SDM-nya. Ada lima problem yang ada di dunia pendidikan, pertama,  kualitas pendidikan, ada sebagian guru yang tidak datang kesekolah, datang tapi tidak tepat waktu, datang kesekolah dan masuk kelas tapi tidak sesuai standar yang ditentukan. Mudah-mudahan alumni ini bisa merumuskan program paling tidak membantu untuk menyelesaikan problem itu, yang dialami Dinas Pendidikan,” ungkap Tasfirani.

Dia pun sangat berharap dengan keberadaan organisasi keguruan yang lain yang terbentuk, akan melahirkan banyak pemikiran-pemikiran yang dapat didiskusikan, khususnya menyelesaikan permasalahan-permalasalahan yang ada saat ini. “Harapan kami, tidak hanya IKIP saja, ada Untan (juga). Kalau kedua organisasi keguruan itu disinergikan, mungkin menjadi sebuah kekuatan besar untuk menggalang persatuan untuk menuntaskan permasalahan pendidikan yang ada di Kayong,” ungkapnya. (dan)

 

Berita Terkait