Rabies Tebar Ancaman

Rabies Tebar Ancaman

  Sabtu, 9 April 2016 10:13
DIGIGIT: Warga segera meluncur ke Puskesmas usai digigit anjing guna diobati. AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG--Sejumlah warga masih diselimuti ketakutan dan kekhawatiran terhadap bahaya anjing rabies di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang. Pasalnya, korban gigitan anjing rabies semakin bertambah.

Data terkini dari tim kesehatan hewan terdapat 121 orang menjadi korban gigitan anjing rabies. Anjing yang terinfeksi rabies tidak lagi memperdulikan tuannya. Tak hanya orang dewasa menjadi korban, bahkan anak-anak juga digigit anjing rabies.

''Kami sudah melakukan pencegahan rabies. Bahkan tim kesehatan hewan Dinas Provinsi Kalbar juga ikut membatu memberikan vaksinasi dilapangan,'' ucap Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang Dedy Renaldy, Jumat (8/4) kepada media ini.

Dia mengatakan penyebaran virus rabies akan segera dihentikan petugas tim kesehatan hewan. Semua dapat terwujud berkat kerjasama pemerintah daerah bersama pemerintah Provinsi Kalbar.

Ia menuturkan pihaknya dilapangan akan terus berupaya menggendalikan wabah penyakit anjing rebies di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang. Supaya virus rabies tidak menyebar ke daerah lain di Kecamatan Bengkayang maupun Kecamatan Sungai Betung.

''Jika vaksinasi anjing selesai dilaksanakan di Kecamatan Teriak. Kami tetap memberikan vaksinasi lanjutan, apabila ada laporan dari kecamatan lain gejala virus rabies,'' imbuhnya. Dedy menambahkan data anjing peliharaan warga yang sudah divaksinasi berjumlah 1.800 ekor di Kecamatan Teriak. Jumlah vaksin anjing akan bertambah karena ada lima desa yang belum mendapatkan vaksinasi anjing rabies.

Dia mengungkapkan setelah vaksinasi anjing rabies tuntas dilakukan. Piahaknya juga meminta tim kesehatan secara terus menerus melakukan pemantauan kepada korban gigitan anjing rabies di Kecamatan Teriak.

Ia mengharapkan kepada pemerintahan desa maupun tokoh masyarakat terus memberikan masukan terhadap penanggulangan bahaya rabies. Serta saling mengingatkan antara warga untuk waspada terhadap ancaman anjing rabies.

Adapun hibauan terhadap bahaya rabies, pihaknya memberitaukan gejala rabies kepada masyarakat.

Diantaranya air liur anjing ke luar secara berlebihan. Ekornya dilengkungkan ke bawah perut di antara dua paha. Hewan menjadi ganas dan menyerang ataupun menggigit apa saja yang dijumpai. Dedy melanjutkan anjing rabies sering bersembunyi di tempat sejuk maupun gelap karena takut terkena sinar. Serta tidak menurut lagi perintah pemilik. Sedangkan anjing rabies mati paling lama 14 hari setelah menggigit mangsanya.

''Bahaya rabies ini akan cepat teratasi. Apabila masyarakat peduli terhadap lingkungan disekitarnya. Jika ada anjing peliharaan yang mencurigakan cepat melapor kepala desa atau petugas kesehatan hewan terdekat,'' imbuhnya. (irn)

Berita Terkait