Rabies Ancam Mempawah

Rabies Ancam Mempawah

  Jumat, 1 April 2016 09:34
VAKSINASI: Kabid Peternakan beserta jajarannya sedang melakukan vaksinasi terhadap hewan anjing di Kecamatan Sadaniang. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Kabupaten Mempawah menjadi daerah terancam rabies. Mengingat, Mempawah berbatasan langsung dengan Kabupaten Bengkayang yang sejak pekan lalu mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies. Mengantisipasi masuknya virus anjing gila itu, Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) melakukan Vaksinasi Anti Rabies (VAR).

“Pasca kasus rabies di Bengkayang, maka kita langsung ke lapangan melakukan langkah antisipasi. Selain melakukan penyuluhan, kami juga melaksanakan VAR terhadap hewan peliharaan anjing milik masyarakat,” terang Kepala Bidang (Kabid) Peternakan DP3K Mempawah, drh. Buntaran, Kamis (31/3) siang di Mempawah.

Buntaran mengungkapkan, penyuluhan dan vaksinasi yang dilakukan pihaknya difokuskan pada daerah-daerah perbatasan. Seperti Kecamatan Sungai Kunyit, Toho dan Sadaniang. Mengingat, daerah perbatasan menjadi salah satu pintu masuk penyebaran virus rabies tersebut.

“Kemarin, kami telah melakukan penyuluhan dan vaksinasi di Desa Suak Barangan Kecamatan Sadaniang. Kemudian akan berlanjut ke Desa Suakbarangan, Bunbun dan desa lainnya. Untuk di Sadaniang, kami targetkan vaksinasi sebanyak 400 ekor anjing,” ungkapnya.

Lebih jauh, Buntaran menyebut sejauh ini pihaknya belum mendeteksi adanya kasus rabies di wilayah Kabupaten Mempawah. Meski demikian, pihaknya tidak mau lengah dan kecolongan terhadap masuknya virus anjing gila itu.

“Hasil  surveilance dan monitoring, Kabupaten Mempawah masih aman dari rabies. Kami berharap tidak ada kasus rabies di Mempawah. Makanya, kita sangat fokus melakukan langkah antisipasi dengan melaksanakan penyuluhan maupun vaksinasi,” ujarnya.

Untuk itu, Buntaran menghimbau kepada masyarakat yang memiliki peliharaan hewan anjing agar melakukan mengawasi dan menjaga anjingnya. Artinya, anjing tidak dibiarkan berkeliaran bebas dilingkungan masyarakat.

“Para pemilik anjing harus pro aktif melaporkan keberadaan hewan peliharaannya kepada petugas setempat. Baik itu Rt, Rw atau petugas peternakan yang ada dilingkungan tempat tinggalnya. Selanjutnya petugas akan melakukan pendataan dan vaksinasi terhadap anjing tersebut,” tuturnya.

Kemudian, Buntaran juga menganjurkan agar masyarakat dapat memusnahkan hewan anjing liar yang tidak bertuan. Karena dikhawatirkan anjing liar dapat membawa virus rabies dan menularkan kepada anjing-anjing lainnya yang ada dilingkungan masyarakat.

“Bahkan, jika anjing liar ini menggigit manusia maka akan menularkan rabies. Seperti yang terjadi di Bengkayang ada puluhan orang yang terinfeksi rabies. Nah, ini yang harus kita antisipasi agar tidak terjadi dilingkungan masyarakat,” pendapatnya.

Terakhir, Buntaran menghimbau jika menemukan adanya kasus orang yang digigit anjing maka segera dilaporkan kepada petugas. Agar, pihaknya dapat melakukan langkah penanganan terhadap anjing tersebut.

“Sedangkan bagi korban yang digigit, harus segera dirujuk ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Baik itu puskesmas maupun rumah sakit. Supaya, korban mendapatkan penanganan medis,” tukasnya.

Tokoh pemuda Kecamatan Sungai Kunyit, Julianto mengapresiasi langkah cepat DP3K dalam mengantisipasi masuknya virus rabies di Kabupaten Mempawah. Menurut dia, upaya penyuluhan dan memberikan suntikan VAR sangat tepat.

“Tindakan ini (penyuluhan dan suntikan VAR) yang memang diperlukan. Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat agar waspada, tindakan vaksinasi akan membeirkan rasa aman kepada para pemilik hewan peliharaan anjing,” pendapat Julianto.

Dia pun berharap penyuluhan dan suntikan VAR dilakukan menyeluruh diseluruh lingkungan masyarakat. Terutama pada daerah-daerah yang potensial dan rawan terhadap masuknya penyebaran virus anjing gila.

“Petugas pun harus pro aktif melakukan monitoring dan pengawasan dilapangan. Sehingga memudahkan masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya kasus rabies,” sarannya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait