R & D dan Developmental Research

R & D dan Developmental Research

Minggu, 10 April 2016 10:43   905

ADA seorang dosen (bersemangat) ‘muda’ mendatangi ruang kerja saya dan mengajak bediskusi tentang ‘Research Development’-(R&D). Lebih dari dua jam diskusi kami. Berikut disajikan intinya.

Ada beberapa istilah yang sering dipakai, yaitu:  ‘R&D’, Developmental Research, Research Development, dan bahkan ‘Instructional development’.  Diskusi tersebut berangkat dari ‘perdebatan’-nya dengan kolega tentang apakah ‘R&D’ itu experimental research atau bukan? Debat seperti itu sesungguhnya bukan sesutau yang baru, di dunia pendidikan dan psikilogi telah muncul di awal abad ke-20.  Dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi, antara pengajaran dan penelitian merupakan dua kegiatan yang sangat dekat. Hasil penelitian menjadi masukan bagi pengajaran (baik materi maupun pedagogi) dan sebaliknya pengalaman dalam mengajar manjadi bahan masukan untuk diteleti (www.uis.unesco.org, 2009).  Proses imbal-balik sepeti ini berlangsung secara berkelanjutan dari waktu ke waktu seperti sesuatu yang berkembang (to develop) menjadi semakin baik-semakin sempurna. 

Akar utama dari perdebatan semacam ini adalah pemahaman tentang pemaknaan istilah ‘development’-developmen- perkembangan. Pada hakekatnya, developmen mempunyai makna transformasi. Proses ini, transformasi, hanya dapat diditeksi jika ‘yang baru’ dibandingkan dengan ‘yang lama’. Karena itu, developmen berkaitan dengan perbedaan tentang sesuatu dalam suatu kurun waktu tertentu. Ada sesuatu yang berkembang.  

Ilmu pengetahuan mengambil posisi yang berbeda-beda terhadap fenomena perkembangan itu. Ada kelompok ilmu pengetahuan yang mempelajari hakekat perkembangan tentang sesuatu (developmental research). Termasuk kelompok yang ‘menciptakan’ pernyebab perkembangan (experimental research). Dan, ada pula kelompok ilmu pengetahuan yang memanfaatkan fenomena perkembangan itu untuk menemukan ‘sesuatu’ yang baru (research and development). 

Richey, Rita C., 1994, menyatakan bahwa developmental research adalah suatu penelitian yang secara sistematis merancang, mngembangkan, dan mengevaloasi program instruksional, proses dan hasil pembelajaran yang memenuhi kriteria  konsistensi internal dan efektivitas tertentu (ERIC Number: ED373753).  Disebutkan juga dalam dunia pendidikan developmental research mempunyai peran cukup penting  bidang teknologi instruksional (teknologi pembelajaran). Proses dan hasilnya dievaluasi. Ada juga developmental research yang lebih memusatkan perhatiannya pada dampak teknologi pembelajaran itu pada peserta didik dan kelembagaan (experimental research). Kelompok lain dari developmental research memusatkan diri pada analisis rancangan/desain instruksional sebagai bagian dari keseluruhan proses pembelajaran. 

‘Research and Development’- (R&D), yang dikenal di Indonesia dari AS ini, memiliki padanan  ‘Research and Technical (or Technological) Development’- (RTD) di wilayah Eropa. R&D dimaknai sebagai salah satu bagian aktivitas inovasi suatu perusahaan/pemeritahan (dalam pemerintahan sering diberi nama “pendidikan dan latihan’).  

Walaupun ada variasi aktivitas R&D ini antara perusahaan/lembaga yang satu dengan yang lainnya, namuan ada dua model yang nyata berbeda penugasannya. Model R&D yang pertama (beranggotakan para insinyur) diberi tugas menghsilkan produk baru (sampai pada tingkat komersial terpenuhi). Model R&D yang kedua (beranggotakan para peneliti terapan) diberi tugas melakukan riset terapan yang melanjutkan penelitian dasar sehingga dihasilkan prototipe suatu produk yang siap untuk dikembangkan nilai komersialnya lebih lanjut (Wikipedia). 

Kembali ke pertanyaan awal, apakah ‘R&D’ itu ‘Experimental research’ sesunggnya berakar pada perspektif ‘non-developmental’ dan perspektif ‘developmental’ dalam menghadapi suatu fenomena yang sama (Diriwächter, 2006). Perspektif non-developmental’ berdasarkan pada aksioma “X adalah X”. X akan menjadi bukan X jika menerima pengaruh darai sesuatu yang lain. Perspektif ini digunakan dalam penelitian experimental research. X akan tetap X jika tidak memperoleh perlakukan dari luar.

Menurut perspektif non-developmental, ‘X mungkin adalah X dan mungkin juga bukan X yang itu’ setelah melewati kurun waktu tertentu.  Perspetif seperti ini digunakan dalam R&D. R&D berusaha mengubah X menjadi X lain yang mempunyai nilai tambah. 

Jadi, ‘R&D’ tidak sama dengan ‘experimental research’. Juga, ‘R&D’ tidak sama dengan ‘developmental research’. Semoga!

Leo Sutrisno