Putus Rekor Tak Terkalahkan

Putus Rekor Tak Terkalahkan

  Selasa, 16 January 2018 10:00
Selebrasi: Pemain Liverpool Mohamed Salah berselebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Manchester City pada lanjutan Liga Premier Inggris di Stadion Anfield, Liverpool (15/1). REUTERS/Phil Noble

Berita Terkait

LIVERPOOL – Juergen Klopp melakukannya lagi. Klopp yang pertama mempermalukan Pep Guardiola di Allianz Arena, Muenchen, dalam musim Bundesliga perdananya. Itu terjadi 2013-2014 ketika dia masih membesut Borussia Dortmund. Dan kemarin WIB (15/1) Klopp kembali mempermalukan Guardiola. 

Kali ini, Klopp yang memutus rekor unbeaten 22 laga Premier League Manchester City di bawah Guardiola. Di Anfield, Liverpool, City dipecundangi Liverpool-nya Klopp dengan 3-4 (1-1). Sempat berimbang saat gol Alex Oxlade-Chamberlain pada menit kesembilan berhasil disamakan Leroy Sane di menit ke-40, City kebobolan tiga gol dalam sepuluh menit.

Diawali dari gol Roberto Firmino (menit ke-59), Sadio Mane (61) plus Mohamed Salah (68). Membalas dari Bernardo Silva pada menit ke-84 dan Ilkay Guendogan ketika injury time menit pertama tak mampu menolong Guardiola. Ini kekalahan keenamnya dari Kloppo sejak di Jerman. 

Di Jerman, empat kali Klopp menaklukkannya. Sekali di Bundesliga, sekali di semifinal DFB Pokal dan dua sisanya di DFL Super Cup. Di Inggris dua kali kekalahan terjadi di Premier League, dan keduanya terjadi di Anfield sebagai tempat yang tak pernah memberi City pesta di semua ajang dalam 14 musim ini. 

Dalam sejarahnya, belum pernah ada pelatih yang bisa enam kali mempermalukan filsuf 46 tahun tersebut. Jose Mourinho baru empat kali, sementara Arsene Wenger juga baru menang adu taktikal dengan Guardiola tiga kali. Dan, Klopp-lah yang pertama dan jadi kryptonite-nya. ''Dia (Klopp) bilang ke kami agar tetap memainkan gaya sepak bola kami dan lebih agresif. Itulah yang kami lakukan,'' ungkap bek Dejan Lovren, dalam wawancaranya dengan LFC TV. 

Ya, Lovren dkk jadi yang pertama menang dengan melimitasi tembakan ke gawang City hanya empat kali. Sama seperti yang dilakukan Crystal Palace-nya Roy Hodgson (31/12). Yang berbeda, Palace hanya bisa menahan City tanpa gol. Bukan menang dan mencetak empat gol ke gawang Ederson Moraes seperti yang dilakukan City. 

''Kami main terbuka tanpa khawatir kebobolan besar dari mereka,'' lanjut Lovren. Bukan dengan gegenpressing seperti saat masih di Die Borussen, atau pada pertemuan pertama dengan Guardiola di Anfield musim lalu. Kemarin, dengan tetap melakukan pressing, strategi Klopp itu lebih ke build-up pressing. 

Yaitu melakukan pressing ketika Fernandinho dkk hendak melakukan build-up serangan. Tanpa harus menanti serangan City masuk di sepertiga akhir. Gol Firmino, Salah dan Mane pun diawali dari pressing memanfaatkan rebutan bola dari pertahanan City. ''Jika Anda mau, silakan melihat laga City lima kali dalam satu pekan, lihatlah dan Anda akan tahu cara menghindarinya (City),'' tutur Klopp, dalam situs resmi klub. 

Baik dengan gegenpressing atau build-up pressing, sama-sama menaikkan garis defense-nya. Klopp beruntung, dengan kondisi pertahanannya yang tak diperkuat Virgil van Dijk karena cedera paha ringan Liverpool masih mampu stabil sebelum masuk 10 menit akhir. ''Kami sudah bertahan dengan cukup baik, dan saya senang mendengarnya,'' tambah Klopp. 

Guardiola, dikutip Sky Sports, menyebut kekalahan ini jadi momen timnya agar kembali membumi. Walaupun, dia sebenarnya Hodgson secara tidak langsung sudah memberinya suatu gambaran celah klub lain untuk mengalahkannya. ''Sulit menghadapi Liverpool di Anfield yang bermain agresif, sepak bola menyerang yang dipadukan dengan keriuhan Anfield,'' ungkapnya.

Dia menyebut, kunci kegagalan ini dimulai di babak kedua. ''Setelah gol kedua, recovery kami tak lagi mampu mengimbanginya,'' lanjut Guardiola. Setelah kekalahan kemarin, gap City dengan Manchester United, Liverpool, dan Chelsea di bawahnya masih 15 poin. ''Musim masih panjang, masih banyak tantangan di depan kami,'' katanya. (ren)
 

Berita Terkait