Putus Mata Rantai Penyebaran Kusta, Dinkes Panggil Puskesmas se-Kayong Utara

Putus Mata Rantai Penyebaran Kusta, Dinkes Panggil Puskesmas se-Kayong Utara

  Kamis, 3 December 2015 09:49
MONITORING: Kegaiatan pertemuan seluruh puskesmas di Kabupaten Kayong Utara dalam rangka monitoring dan evaluasi program kusta di Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara, Selasa (1/12) lalu. DINAS KESEHATAN FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara mengadakan pertemuan bersama seluruh puskesmas di Kabupaten Kayong Utara. Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi program kusta di Dinkes Kabupaten Kayong Utara, Selasa (1/12).

Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Kayong Utara Agus Rudi Suandi pada sambutannya mengingatkan bahwa penyakit kusta sendiri merupakan penyakit yang dapat menular. Bahkan, dia menyayangkan, saat ini kusta masih merupakan stigma bagi masyarakat. “Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan masalah begitu kompleks. Bukan bahayanya dilihat dari segi medis saja, melainkan dari masalah sosial, ekonomi, serta budaya di negara ini,” ucap Agus pada sambutannya.

Dia menyayangkan bagaimana saat ini begitu kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kusta, sehingga membuat stigma yang berkembang di masyarakat pun sulit untuk diubah. Akibatnya, dia menambahkan, dari hal-hal tersebut, perlu penangan serius. Dia berharap, melalui program ini yang disebar di seluruh puskesmas, dapat memutuskan penyebaran penyakit yang satu ini.

“Jika kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat membuat stigma tersebut susah kita hilangkan. Dengan kemajuan teknologi yang berkembang di bidang promotif, prefentif, dan rehabilitatif, untuk penangan penyakit kusta, sudah seharusnya tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat, akan tetapi karena permasalahannya yang kompleks, maka diperlukan program pengendalian secara terpadu dan menyeluruh, agar dapat memutuskan penularan mata rantai penyakit kusta dan menghilangkan stigma di masyarakat,” paparnya.

Ia mengungkapkan dari data yang ada saat ini, terhitung sejak 2009 hingga 2015, mereka telah menangani 57 kasus penderita kusta. Dari angka tersebut, dipaparkan dia, hingga saat ini, 23 di antaranya sudah mengalami kesembuhan, lima lainnya mengalami kecacatan, dan 34 kasus penderita kusta sampai saat ini masih ditangani dan dalam proses pengobatan. “Data kasus penderita kusta dari tahun 2009 sampai 2015 sebanyak 57 kasus. Dari 57 kasus itu, sebanyak 23 kasus sudah selesai pengobatan dan dinyatakan sembuh. Pasien yang mengalami cacat permanen sebanyak lima kasus. Jadi sisa penderita sebanyak 34 kasus, dan ini masih dalam proses pengobatan,” tukasnya.

Untuk itu, melalui pertemuan ini, Agus berharap para petugas yang tersebar di berbagai puskesmas dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam program P2 Kusta. “Dengan adanya kegiatan ini, semoga saja dapat lebih meningkatkan  petugas puskesmas dalam menigkatkan kemampuan mereka,” harapnya. (dan)

 

Berita Terkait