Putus Cinta, Pemuda Kupang Bunuh Diri

Putus Cinta, Pemuda Kupang Bunuh Diri

  Rabu, 16 December 2015 08:47
TEWAS: Yakob Fotinais (26), warga Kabupaten Kupang, NTT, mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Pekerja perkebunan kelapa sawit tersebut diperkirakan melakukan aksi nekatnya lantaran putus cinta. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 

TEBAS – Gara-gara putus cinta, seorang pekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit nekad bunuh diri dalam kamar mess karyawan, Minggu (13/12), sekitar pukul 21.00 WIB. Kepala Kepolisian Resor Sambas melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim), AKP Eko Mardianto membenarkan informasi mengenai peristiwa tersebut, Senin (14/12) kemarin.

 

Korban bernama Yakob Fotinais (26), warga Dusun Oemasi RT 004 RW 002 Desa Oemasi, Kecamatan Mekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Korban merupakan satu di antara karyawan sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Desa Seret Ayon, Kecamatan Tebas. "Peristiwa tersebut diketahui oleh teman satu perusahaan di PT KSUP, sehingga atas kejadian tersebut para karyawan melaporkan ke Polsek setempat," kata Kasatreskrim.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian, Eko menceritakan jika salah seorang rekan korban bernama Yapet Takaeb, sedang menonton salah satu tayangan televisi di mess karyawan tersebut. Masih menurut penjelasan Kasatreskrim, saat itu sekitar pukul 21.00 WIB, telefon genggam korban berdering berulang-ulang. Kemudian, dia menambahkan, rekan Almarhum lainnya, Onam Suan, melihat ke kamar korban di mana dalam keadaan terkunci dari dalam. Menurut Eko, demi melihat kondisi ini, Onam pun mengambil lampu senter untuk memeriksa ke dalam kamar tersebut. “Setelah diterangi dari luar, terlihat korban di dalam kamar sudah dalam keadaan posisi tergantung,” ujar Kasatreskrim memberikan penjelasan.
Sontak saja, melihat posisi temannya tergantung, Onam, menurut Kasatreskrim, memberitahu kepada rekan mereka lainnya, Yapet Takaeb, yang kebetulan tidak jauh dari mess korban. Mess korban sendiri, dijelaskan Kasatreskrim, berada di Komplek Devisi IV. “Setelah itu dipanggilnya sekuriti PT KSUP, kemudian mendobrak pintu,” timpal Kasatreskrim.
Sejurus kemudian, dari keterangan yang diperoleh mereka jika pintu kamar pun terbuka. Rekan-rekan Almarhum, menurut Kasatreskrim, melihat korban sudah tak bernyawa, dengan posisi leher terikat tali nilon. Kasatreskrim menggambarkan jika tali tersebut terpasang pada lubang ram pintu kamar dalam posisi tergantung.
Dijelaskan Kasatreskrim, tak jauh dari jasad korban terdapat tulisan di dinding pintu kamarnya. Dari pesan yang tertulis tersebut, Kasatreskrim memperkirakan jika korban melakukan aksi nekat tersebut lantaran putus cinta dengan pacarnya.  "Dugaan sementara korban bunuh diri lantaran putus cinta," ungkap Kasatreskrim.
Selanjutnya, mereka pun menurunkan jenazah dengan memotong tali nilon yang ada di pintu kamar. Kasatreskrim menambahkan jika pihak perusahaan kemudian langsung membawa Almarhum ke Puskesmas Tebas untuk dilakukan visum et repertum (VER). Dari sana, menurut Kasatreskrim, jasad Almarhum dibawa ke RSUD. Dari hasil VER, Kasatreskrim memastikan tanda-tanda meninggalnya korban akibat bunuh diri. Tanda-tanda tersebut, dijelaskan dia di antaranya dengan keluarnya mani dan ditemukan kotoran pada dubur korban. "Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ungkap Kasatreskrim.
Dari pihak PT KSUP sendiri menjelaskan jika korban akan dibawa ke Pontianak untuk selanjutnya dibawa ke kampung halaman korban di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. (har)

 

Berita Terkait