Putra Mahkota Thailand Nyentrik Itu Tak Mau Naik Tahta Sekarang

Putra Mahkota Thailand Nyentrik Itu Tak Mau Naik Tahta Sekarang

  Senin, 17 Oktober 2016 11:35
-EKSENTRIK: Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, 64, di Bandara Muenchen, Jerman, awal tahun ini. FOTO Leser Reporter/BILD

Berita Terkait

Takhta Kerajaan Thailand bakal kosong cukup lama. Sebab, putra mahkota Maha Vajiralongkorn memastikan tidak mengadakan upacara kenaikan takhta dalam waktu dekat. Vajiralongkorn menunggu hingga proses kremasi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej selesai lebih dulu. Padahal, dia meminta kremasi raja dilakukan setelah setahun masa berkabung selesai.

Kepastian penundaan itu diungkapkan Wakil Perdana Menteri Thailand Wissanu Kreangam. Setelah kematian Raja Bhumibol Adulyadej pada Kamis (13/10), Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-o-Cha sebelumnya menyatakan bahwa Vajiralongkorn akan menunda deklarasinya sebagai raja yang baru maupun prosesi kenaikan takhta. 

Namun, dia tidak pernah memberikan kepastian sampai kapan. Prayuth saat itu hanya mengungkapkan bahwa putra mahkota butuh waktu untuk berduka. 

Pada Sabtu malam (15/10), Vajiralongkorn menemui dewan penasihat yang dipimpin mantan PM Prem Tinsulanonda. Kepada orang kepercayaan Bhumibol tersebut, Vajiralongkorn memastikan bakal menjalankan kewajibannya sebagai raja. Tetapi tidak sekarang. Selama belum ada penobatan raja, tugas-tugas raja diwakilkan kepada Prem.

Usia Prem tidak lagi muda, yaitu 96 tahun. Meski begitu, Vajiralongkorn biasa diangkat kapan saja sebagai raja oleh parlemen. Pengumuman pengangkatan oleh parlemen tersebut biasanya dilakukan pada hari yang sama setelah kematian raja. Namun, pada kasus Vajiralongkorn, hal itu ditunda tanpa batas waktu yang jelas.

''Dia (Vajiralongkorn, Red) meminta rakyat tidak bingung maupun khawatir dengan pemerintahan maupun suksesi,'' ujar Prayuth dalam siaran televisi pada Sabtu lalu. ''Ketika upacara keagamaan dan pemakaman telah berlalu beberapa waktu, itulah waktu yang tepat untuk memproses (kenaikan takhta, Red),'' tambahnya.

Junta militer memastikan perekonomian Thailand berjalan seperti biasa. Kemarin (16/10), meski mayoritas penduduk masih mengenakan baju hitam, pusat perbelanjaan, pasar, bioskop, dan bahkan bar-bar dibuka. Distrik-distrik merah juga sudah buka. (Reuters/Washington Post/sha/c14/sof) 

Berita Terkait