Puting Beliung Masih Mengancam

Puting Beliung Masih Mengancam

  Rabu, 6 December 2017 10:00
Ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK—Dua hari belakangan cuaca di Kalimantan Barat sedang tidak bersahabat. Beberapa kabupaten/kota di Kalbar perlu waspada akan terjangan angin kencang yang tergolong ekstrem atau angin puting beliung.

Hal tersebut disampaikan Sutikno, Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Supadio Pontianak, Selasa (5/12) di Kota Pontianak. ”Perlu diwaspadai yakni angin kencang ekstrem jika ada jeda hujan,” katanya kepada Pontianak Post.

Menurut dia, hujan memang rentan terjadi di Kalimantan Barat  dan menyebar merata pada 14 kabupaten/kota mengingat sekarang sudah memasuki musim penghujan. Hujan biasanya rentan terjadi selama kurun waktu 25 hari, terutama pada bulan Oktober, November hingga Desember. 

Hal yang patut diwaspadai adalah jika ada jeda hujan. Misalnya selama waktu 3 - 5 hari tidak turun hujan, dan suhu udara kemudian naik tinggi. Kondisi itu berpotensi memunculkan angin kencang dengan kecepatan lebih dari 25 knot. 

“Jika hujan sudah terjadi beberapa kali, maka potensi angin kencang akan menurun. Yang juga perlu diwaspadai adalah hujan lebat dan petir alias guntur,” ujarnya.

Untuk cuaca pada Selasa siang (kemarin), angin maksimum terdata di BMKG terutama di Kota Pontianak dengan kecepatan 24 knot. Sementara di daerah Siantan 24 knot.  “Untuk wilayah Kubu Raya yakni kawasan Supadio tercatat sekitar 21 knot,” ucap dia.

Dia melanjutkan, sebelumnya enam kabupaten/kota diterjang angin kencang dengan kategori ekstrem berkecepatan lebih dari 25 knot. Ibukota Kalbar yakni Kota Pontianak kecepatan angin maksimum terdata 36 knot atau sekitar 65 km/jam pada pukul 11. 55 Wib. Angin tersebut membuat sejumlah bangunan dan pohon roboh. 

 ”Angin kencang kategori ekstrem menerjang beberapa wilayah di Kalbar, mulai dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Kayong Utara, Bengkayang dan Kabupaten Sambas,” ujarnya.

Sutikno melanjutkan bahwa angin kencang ekstrem disertai hujan dengan intensitas ringan dan lebat disebabkan munculnya fenomena awan cumulonimbus. 

Awan cumulonimbus muncul tepat di wilayah sebelah barat (laut) Kalbar. Di mana awan ini memanjang dari Kabupaten Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Mempawah dan Bengkayang. “Saat itu awan ini juga dengan cepat menuju ke arah pesisir Kalbar (Kayong Utara – Bengkayang),” kata Sutikno.

Cepatnya awan cumulonimbus ini bergerak disertai dengan kencangnya angin di pesisir Kalbar. Dijelaskannya pula, awan ini terus bergerak menuju Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang hingga Kapuas Hulu, bahkan sampai Kalimantan Timur. “Dan sekarang awan cumulonimbus menuju ke Sulawesi. Namun dampak yang diakibatkan ternyata berbeda. Jika di pesisir Kalbar lebih ke angin kencangnya, namun di Kalbar bagian timur  adalah hujan intensitas sedang,” tutupnya.(den)

 

Berita Terkait