Puting Beliung Hajar Puluhan Rumah

Puting Beliung Hajar Puluhan Rumah

  Minggu, 15 November 2015 09:31
PUTING BELIUNG: Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana meninjau kondisi rumah korban puting beliung di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH – Sedikitnya 29 rumah, satu masjid, dan musala di Dusun Subur dan Dusun Sutra RT 03, 06, 08, 09, dan 10 Desa Sungai Duri I, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, rusak diterjang angin puting beliung, Sabtu (14/11) sekitar pukul 03 45 WIB. Tercatat 122 jiwa dari 36 kepala keluarga (KK) menjadi korban sapuan angin kencang itu.

Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, terjangan angin puting beliung desa yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang itu, hanya sekitar sepuluh menit. Puting beliung disertai hujan deras membuat warga panik mencari tempat berlindung.
Sapuan angin puting beliung terus menerjang kawasan tersebut merobohkan bagian atap rumah warga. Dari 29 rumah yang diterjang angin, setidaknya 22 rumah mengalami kerusakan berat. Bagian atap beserta konstruksi kayunya ikut beterbangan disapu angin. Setelah angin kencang berlalu, barulah warga membereskan perabotan rumahnya yang basah tersiram
hujan deras.
Terjangan puting beliung ternyata tidak hanya merobohkan atap rumah warga, juga merusak sejumlah fasilitas di lingkungan masyarakat setempat. Sebuah tiang listrik milik PT PLN tumbang. Begitu pula dengan tanaman kebun milik warga, seperti pohon kelapa dan pohon pisang, ikut roboh disapu angin kencang.
Bukan itu saja, terjangan angin puting beliung juga merusak Masjid Baiturrahman dan Musala Baiturrahim Desa Sungai Duri I. Bagian kubah
masjid kebanggaan masyarakat setempat itu tampak miring terkena sapuan
angin. Para korban dibantu keluarga dan warga sekitar,
bergotong royong melakukan perbaikan terhadap bangunan yang rusak. Belum diketahui pasti nominal kerugian warga dalam musibah ini. Namun  diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
“Kejadiannya sangat cepat. Tiba-tiba saja ada suara bergemuruh dari langit
seperti pesawat terbang dan seketika atap rumah saya sudah terbang,” aku
Marinda, warga yang menjadi korban puting beliung.
Usai kejadian itu, warga pun bergotong royong memberikan pertolongan kepada korban angin puting beliung. Dengan peralatan seadanya, warga saling bantu meringankan beban saudaranya yang menjadi korban bencana alam tersebut. “Beberapa rumah korban sudah ada yang diperbaiki dengan dana pribadi. Namun, bagi korban yang ekonomi rendah tentu tidak bisa
serta merta membeli bahan bangunan untuk memasang atap rumah yang roboh. Untuk sementara, korban menutup atap rumahnya menggunakan terpal agar tidak kehujanan dan kepanasan,” lirih Julianto, warga Sungai Kunyit.
Pria yang akrab disapa Uli ini meminta agar Dinas Sosial, Tenaga
Kerja, dan Transimigrasi (Sosnakertrans) Kabupaten Mempawah segera turun ke lapangan, untuk melihat langsung kerusakan rumah warga, serta menyalurkan bantuan. Sebab, diungkapkan dia, warga sangat membutuhkan bantuan terutama material bangunan.

“Para korban bencana alam berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Sebab, pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran untuk penanganan korban bencana. Dalam hal ini korban sangat membutuhkan bantuan material untuk menutup bagian atap yang roboh diterjang puting beliung,” pendapatnya.
Pemerintah Kabupaten Mempawah bergerak cepat menanggulangi bencana alam yang menimpa warganya tersebut. Dipimpin langsung wakil Bupati (Wabup) Mempawah, Gusti Ramlana, bantuan yang disalurkan kepada korban berupa beras, mi instan, terpal, pakaian, selimut, dan lainnya.

“Kita harus selalu waspada dan berdoa kepada Allah SWT, agar dijauhkan dari segala musibah dan marabahaya. Para korban harus bersabar dan ikhlas dalam menerima ujian kehidupan berupa bencana ini. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi bencana serupa yang terjadi di Kabupaten Mempawah,” harap Ramlana sembari menyerahkan bantuan.
Dalam penyerahan bantuan tersbeut, Wabup didampingi Plt Kadis Sosnakertrans, Burhan; Kepala BLHP, Syahrizal; Camat, Iwan Supardi; Kapolsek, serta Koramil Sungai Kunyit. Wabup berkeliling melihat
langsung kondisi rumah korban angin puting beliung di kecamatan tersebut.

 

Sungai Raya juga Dihajar

Puting beliung juga menerjang sepuluh rumah di Dusun Suka Damai RT 01 RW 0I Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (14/11), sekitar pukul 03.30 WIB. Dua di antara rumah-rumah tersebut mengalami kerusakan parah akibat kejadian tersebut.

Warga Sungai Raya, Uray Tomi, menceritakan bagaimana warga dikagetkan adanya angin puting beliung yang berbarengan dengan turunnya hujan lebat. Musibah ini mengakibatkan sepuluh rumah, di mana dua di antaranya rusak berat dan hampir roboh. Sementara delapan lainnya, bagian atapnya diterbangkan angin.

"Angin puting beliung terjadi disertai hujan," kata Tomi, Sabtu (14/11).
Menurutnya, kejadian tersebut bukan saja melanda Desa Sungai Duri, tapi juga beberapa wilayah lain di Kabupaten Mempawah. Bersama warga lainnya yang rumahnya selamat, dia pun mendatangi rumah yang terkena angin puting beliung. "Data yang kita dapatkan, warga yang rumahnya terkena puting beliung adalah bernama Ku Petrus, Heru, Li Pon Sien, Ku Min Fong, Lim Kun Hong,  Cofu, Fau Kit Fin, Tang Koen Poen, Lie Kui Mui, Lily/Alok," kata Tomi.

Pihaknya, melalui pihak terkait telah melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang.
Kepala Desa Sungai Duri, Heru, menyebutkan jika kerusakan sedang diinventarisir mereka. Termasuk jumlah jiwa didalam rumah yang terkena puting beliung. Yakni, di rumah Ku Petrus terdapat empat jiwa, Heru (3 jiwa), Li Pon Sien (3 jiwa), Ku Min Fong (4 jiwa), Lim Kun Hong (1 jiwa),  Cofu (4 jiwa), Fau Kit Fin (2 jiwa), Tang Koen Poen (2 jiwa), Lie Kui Mui (enam jiwa), Lily/Alok (4 jiwa).

Camat Sungai Raya, Muchdi, membenarkan informasi adanya bencana angin puting beliung di wilayahnya. "Sepuluh rumah mengalami kerusakan, dua mengalami rusak berat," kata Muchdi, Sabtu (14/11). (wah/fah)

Berita Terkait